Berita Terkini
Trending Tags

Pasar Murah di Ponorogo Diserbu Warga, Berdesak desakan Demi Pangan Murah

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Selasa, 25 Mar 2025
  • visibility 153
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
warga saling berdesakan untuk dapatkan pangan murah, Foto : Ega Patria – Sinergia

Sinergia | Kab. Ponorogo – Ratusan warga memadati halaman Kantor Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Kabupaten Ponorogo dalam program Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Selasa (25/03/2025). Mereka saling berdesakan demi mendapatkan bahan pangan murah, di tengah kenaikan harga menjelang Lebaran tahun ini.

Dalam GPM ini, harga bawang merah dijual Rp30.000 per kilogram, lebih murah dibanding harga pasar yang mencapai Rp35.000 per kilogram. Yang menjadi incaran warga seperti beras SPHP yang dijual seharga Rp11.000 per kilogram dan minyak goreng Rp15.000 per liter.

“Dari tadi desak-desakan, setengah kilo harganya Rp15.000. Kalau di pasaran, satu kilonya bisa Rp35.000. Saya sudah antri satu jam,” ujar Rini Sumarni, salah satu warga yang ikut membeli bawang merah.

Sementara itu, Hartini, warga lain mengaku harus menunggu lama untuk membeli bawang merah murah.

“Tadi sempat nunggu lama, satu kilonya Rp30.000, kalau di pasar Rp35.000, selisih Rp5.000. Jadi lama karena menunggu yang mengantarkan bawang merah, karena memang berdesak-desakan,” tuturnya.

Selain beras dan bawang merah, program ini juga menyediakan berbagai bahan pangan lainnya seperti daging ayam, telur, cabai rawit, ikan, hingga sayur-mayur dengan harga lebih terjangkau.

Wakil Bupati Ponorogo, Lisdyarita, mengatakan pasar murah ini bertujuan untuk menstabilkan harga pangan menjelang Lebaran.

“Di sini, masyarakat bisa membeli berbagai kebutuhan pokok seperti telur, beras, gula, dan lainnya dengan harga jauh lebih murah dibandingkan di pasar,” ujar Lisdyarita.

Dengan adanya pasar murah ini, diharapkan dapat membantu masyarakat Ponorogo dalam mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau di tengah kenaikan harga menjelang Hari Raya.

Ega Patria – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kolaborasi Pemkot Madiun dan ITS, TPA Winongo Bakal Jadi Ikon Wisata Edukasi Lingkungan

    Kolaborasi Pemkot Madiun dan ITS, TPA Winongo Bakal Jadi Ikon Wisata Edukasi Lingkungan

    • calendar_month Rabu, 25 Jun 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 273
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun menggandeng Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya untuk merevitalisasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Winongo. Langkah ini menjadi bagian dari upaya transformasi TPA menjadi kawasan wisata edukasi lingkungan yang ramah dan berkelanjutan. Wali Kota Madiun, Maidi, mengatakan bahwa proyek ini mendapat pendampingan langsung dari para ahli lingkungan dan […]

    Bagikan
  • Ngawi Siaga Jelang Aksi Demonstrasi, Aparat Gabungan Diterjunkan di Sekitar Gedung DPRD

    Ngawi Siaga Jelang Aksi Demonstrasi, Aparat Gabungan Diterjunkan di Sekitar Gedung DPRD

    • calendar_month Senin, 1 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Suasana Kota Ngawi, Senin (1/9/2025), tampak lebih ketat dari biasanya. Ratusan aparat gabungan TNI-Polri bersiap berjaga di beberapa titik menjelang aksi demonstrasi yang direncanakan berlangsung di depan Gedung DPRD Kabupaten Ngawi. Sejumlah personel terlihat melengkapi diri dengan perlengkapan pengamanan, mulai dari tameng hingga pentungan. Di beberapa ruas jalan menuju lokasi aksi […]

    Bagikan
  • Inpres 1/2025 Turun, Pemkot Madiun Ancang-Ancang Refocusing APBD 2025

    Inpres 1/2025 Turun, Pemkot Madiun Ancang-Ancang Refocusing APBD 2025

    • calendar_month Rabu, 29 Jan 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 203
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Presiden RI, Prabowo Subianto telah menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) 1/2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan APBN dan APBD 2025. Hal itu dipastikan bakal berdampak pada alokasi anggaran dana transfer dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah (Pemda). Tak terkecuali bagi Pemerintah Kota Madiun. “Tindak lanjutnya, kami sudah memberikan surat edaran persis […]

    Bagikan
  • Dispendukcapil Madiun Wujudkan Layanan Adminduk “Sarapan Pecel”, Warga Bisa Urus dari Desa

    Dispendukcapil Madiun Wujudkan Layanan Adminduk “Sarapan Pecel”, Warga Bisa Urus dari Desa

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 260
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Madiun terus berupaya mendekatkan layanan administrasi kependudukan (Adminduk) kepada masyarakat. Salah satu terobosan terbaru yang diluncurkan adalah inovasi “Sarapan Pecel” atau Sistem Administrasi Kependudukan Terdepan di Pedesaan, yang memungkinkan warga mengurus dokumen kependudukan langsung dari kantor desa. Program ini diperkenalkan beriringan dengan kegiatan Bahana […]

    Bagikan
  • Dinas Arpus Magetan Siapkan Ruang Literasi Digital di Graha Literasi, Ditargetkan Launching Desember

    Dinas Arpus Magetan Siapkan Ruang Literasi Digital di Graha Literasi, Ditargetkan Launching Desember

    • calendar_month Senin, 17 Agt 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan — Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Magetan menyiapkan pengembangan fasilitas literasi digital di Gedung Graha Literasi. Ruang tersebut dirancang menjadi fasilitas edukasi yang memadukan aktivitas membaca dengan pengalaman belajar berbasis visual dan teknologi bagi anak-anak. Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Magetan, Endang Ambarwati, mengatakan gagasan tersebut muncul dari perubahan pola literasi […]

    Bagikan
  • Koperasi Merah Putih di Magetan: Antara Harapan dan Ketidakpastian

    Koperasi Merah Putih di Magetan: Antara Harapan dan Ketidakpastian

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 220
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Di atas kertas, Program Koperasi Merah Putih (KMP) digadang-gadang menjadi lokomotif ekonomi desa. Tapi di lapangan, program ini justru terhenti sebelum benar-benar berjalan. Di Kabupaten Magetan, hanya satu dari 235 koperasi yang aktif, dan itu pun berdiri tanpa sepeser pun bantuan dari pemerintah. Di tengah ambisi besar memberdayakan ekonomi rakyat melalui […]

    Bagikan
expand_less