Berita Terkini
Trending Tags

Grand Final Fashion Show Sepasma 2026 Angkat Pamor Batik Kabupaten Madiun, Bupati Ajak Masyarakat Bangga Kenakan Produk Lokal

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month 5 jam yang lalu
  • visibility 58
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Bupati Madiun ajak bangga kenakan batik khas daerah. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Madiun – Grand Final Fashion Show Batik Kabupaten Madiun menjadi salah satu agenda yang menyedot perhatian masyarakat dalam rangkaian Sepasar Ing Madiun (Sepasma) 2026 di Alun-Alun Reksogati Caruban, Kamis (16/7/2026) malam. Ajang ini tidak hanya menghadirkan parade busana berbahan batik khas Kabupaten Madiun, tetapi juga menjadi panggung promosi bagi para perajin, desainer, serta pelaku ekonomi kreatif lokal.

Puluhan model menampilkan beragam koleksi busana yang mengangkat motif-motif batik khas Kabupaten Madiun. Menariknya, peragaan busana juga diikuti oleh Bupati Madiun Hari Wuryanto bersama istri, Sekretaris Daerah, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), hingga para camat. Kehadiran jajaran pemerintah tersebut menjadi simbol dukungan nyata terhadap pelestarian sekaligus promosi batik daerah.

Bupati Madiun Hari Wuryanto mengatakan, kegiatan tersebut merupakan upaya menunjukkan kepada masyarakat bahwa karya para perajin batik Kabupaten Madiun memiliki kualitas yang mampu bersaing. Menurutnya, batik lokal tidak kalah dengan produk dari daerah lain dan layak menjadi kebanggaan masyarakat.

“Kami ingin meyakinkan masyarakat bahwa hasil karya warga Kabupaten Madiun itu luar biasa. Harapannya batik ini terus berkembang dan mampu meningkatkan kesejahteraan para perajin,” ujarnya.

Ia menambahkan, keterlibatan dirinya bersama jajaran pemerintah dalam fashion show merupakan bentuk kebanggaan sekaligus ajakan kepada masyarakat untuk menggunakan produk batik lokal dalam berbagai kesempatan.

“Kami ingin memberi contoh bahwa mulai dari masyarakat hingga pimpinan daerah sama-sama bangga memakai batik Kabupaten Madiun. Semoga ini menjadi budaya baru sehingga kecintaan terhadap produk lokal semakin tumbuh,” katanya.

Hari juga berpesan kepada para model, desainer, dan perajin batik agar terus memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkarya dan berinovasi sehingga batik Kabupaten Madiun semakin dikenal luas.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Madiun Puji Rahmawati menjelaskan, penyelenggaraan Grand Final Fashion Show bertujuan melestarikan sekaligus memperkenalkan batik Kabupaten Madiun kepada masyarakat secara lebih luas.

Menurutnya, batik tidak hanya dapat dikenakan dalam acara formal, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi busana kerja, busana kasual, hingga busana pesta. Karena itu, masyarakat perlu diperkenalkan dengan beragam potensi yang dimiliki batik lokal.

“Kami ingin masyarakat mencintai batik Kabupaten Madiun. Karena itu yang kami tampilkan dalam fashion show ini seluruhnya merupakan batik khas Kabupaten Madiun agar potensi daerah benar-benar tereksplorasi,” jelasnya.

Puji mengungkapkan, dalam kegiatan tersebut seluruh perajin batik Kabupaten Madiun yang saat ini berjumlah sekitar 20 pelaku usaha turut dilibatkan. Selain Fashion Show Batik Kabupaten Madiun, rangkaian acara juga menghadirkan pemilihan Putra Putri Batik Modern Nusantara yang diikuti peserta dari berbagai daerah sebagai upaya menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap warisan budaya batik.

Ia menambahkan, keterlibatan kepala OPD dan para camat dalam peragaan busana bukan sekadar memeriahkan acara, melainkan menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memberi teladan kepada masyarakat.

Image Not Found
Partisipasi kepala OPD dan para camat dalam peragaan busana batik . Foto : Kus-Sinergia

“Pemimpin harus menjadi contoh. Kami ingin menunjukkan bahwa pemerintah juga memakai, mencintai, dan melestarikan batik Kabupaten Madiun. Ini baru langkah awal. Ke depan kami ingin mengembangkan batik Kabupaten Madiun dengan konsep dan model yang lebih beragam agar gaungnya semakin besar di tengah masyarakat,” tuturnya.

Melalui Grand Final Fashion Show Sepasma 2026, Pemerintah Kabupaten Madiun berharap batik tidak hanya menjadi identitas budaya daerah, tetapi juga mampu berkembang sebagai produk ekonomi kreatif yang memiliki nilai tambah, memperluas pasar, serta meningkatkan kesejahteraan para perajin lokal. Dengan semakin dikenalnya ragam motif dan desain batik khas Kabupaten Madiun, diharapkan produk lokal tersebut mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tiyas Maulana, Perajin Barongan dari Magetan yang Tekun Merawat Warisan Budaya

    Tiyas Maulana, Perajin Barongan dari Magetan yang Tekun Merawat Warisan Budaya

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 211
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Di sudut Desa Sidomulyo, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan, suara ketukan halus dari pahat kayu terdengar nyaris setiap hari. Dari rumah sederhana itulah Tiyas Maulana (22) menyalurkan ketekunan dan kecintaannya pada seni tradisi. Membuat singa barong, topeng besar ikonik kesenian Reog. Tidak pernah terlintas dalam benaknya bahwa keisengan masa remaja akan berubah […]

    Bagikan
  • Pemkab Magetan Siapkan Rotasi dan Pengisian Jabatan Eselon II

    Pemkab Magetan Siapkan Rotasi dan Pengisian Jabatan Eselon II

    • calendar_month Sabtu, 8 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 200
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten Magetan mulai menyiapkan langkah besar dalam penataan struktur birokrasi. Setelah pelantikan Welly Kristanto sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) definitif pada Jumat (07/11/2025), Pemkab berencana melakukan pengisian jabatan kosong, rotasi, hingga mutasi bagi pejabat Aparatur Sipil Negara (ASN) setingkat Eselon II. Meski demikian, pelaksanaan penuh baru dapat dilakukan setelah 24 November […]

    Bagikan
  • Antrean Pendaki Gunung Lawu Mengular Saat Libur Idulfitri 2026

    Antrean Pendaki Gunung Lawu Mengular Saat Libur Idulfitri 2026

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 240
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Lonjakan aktivitas pendakian terjadi selama libur panjang Idulfitri 2026 di kawasan Gunung Lawu. Kepadatan paling mencolok terlihat di jalur Cemoro Sewu, yang dipenuhi antrean panjang calon pendaki hingga suasananya viral di media sosial. Rekaman yang diunggah melalui TikTok oleh akun @oneone3984 memperlihatkan ratusan pendaki mengantre sejak dini hari. Barisan panjang terlihat […]

    Bagikan
  • Permohonan Kartu Kuning di Disnakerin Kabupaten Madiun Melejit

    Permohonan Kartu Kuning di Disnakerin Kabupaten Madiun Melejit

    • calendar_month Jumat, 11 Apr 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Libur Lebaran baru saja berlalu, tapi antrean di Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Kabupaten Madiun justru kian mengular. Sejak awal April, permohonan kartu kuning yang merupakan dokumen wajib bagi para pencari kerja—melonjak ratusan orang. “Trennya terus naik sejak awal tahun. Januari tercatat 252 pencari kerja, Februari 245, dan […]

    Bagikan
  • Proyek Gedung Fraksi DPRD Madiun Capai 40 Persen, Sempat Deviasi 0,5 Persen

    Proyek Gedung Fraksi DPRD Madiun Capai 40 Persen, Sempat Deviasi 0,5 Persen

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 187
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab.Madiun – Proyek pembangunan gedung fraksi DPRD Kabupaten Madiun mencapai sekitar 40 persen dan masih berada pada jalur target. Kepala Bidang Cipta Karya DPUPR Kabupaten Madiun, Rika Mekar Gumilang, mengatakan progres tersebut hanya mengalami deviasi tipis sebesar 0,5 persen akibat sempat terhenti selama sepekan. Penghentian sementara itu dipicu isu aksi dan kerusuhan yang […]

    Bagikan
  • MAK DUARR!!!!, Ledakan dari balon udara picu kerusakan sekolah

    MAK DUARR!!!!, Ledakan dari balon udara picu kerusakan sekolah

    • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 266
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Dua ruang kelas dan satu fasilitas umum di SMA Negeri 1 Badegan, Kabupaten Ponorogo, mengalami kerusakan akibat getaran dari ledakan petasan yang ditambatkan pada balon udara tanpa awak berukuran besar, Minggu (7/6/2026) pagi. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 06.30 WIB. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerusakan yang ditimbulkan cukup signifikan dan […]

    Bagikan
expand_less