MAK DUARR!!!!, Ledakan dari balon udara picu kerusakan sekolah
- account_circle Ega Patria
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 77
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ponorogo – Dua ruang kelas dan satu fasilitas umum di SMA Negeri 1 Badegan, Kabupaten Ponorogo, mengalami kerusakan akibat getaran dari ledakan petasan yang ditambatkan pada balon udara tanpa awak berukuran besar, Minggu (7/6/2026) pagi.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 06.30 WIB. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerusakan yang ditimbulkan cukup signifikan dan berpotensi membahayakan keselamatan siswa.
Usai menerima laporan, petugas dari Polsek Jambon langsung mendatangi lokasi sekolah yang berada di Desa Menang, Kecamatan Jambon. Polisi melakukan pengecekan serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi terkait peristiwa tersebut.
Akibat dentuman keras yang diduga berasal dari petasan pada balon udara liar tersebut, kaca jendela ruang kelas XI-5 dan XII-10 pecah. Selain itu, plafon toilet sekolah juga ambrol akibat kuatnya getaran ledakan.
Pihak sekolah menyebut suara ledakan terdengar sebanyak dua kali dalam waktu yang hampir bersamaan. Ledakan tersebut sempat membuat warga sekolah terkejut karena suaranya menyerupai ledakan bom.
Waka Humas SMA Negeri 1 Badegan, Priandana Widatmo Putro, mengatakan kerusakan yang terjadi diduga disebabkan oleh getaran dari ledakan petasan, bukan karena ledakan yang terjadi tepat di bangunan sekolah.
“Kerusakan yang terjadi berupa kaca jendela pecah dan beberapa genteng mengalami kerusakan. Kemungkinan akibat getaran karena jika ledakan terjadi tepat di lokasi tentu kerusakannya akan lebih parah. Tidak ditemukan sisa-sisa kertas petasan di sekitar lokasi,” ujarnya.
Menurutnya, kerusakan tersebut tidak terlalu mengganggu proses belajar mengajar. Namun, bagian bangunan yang rusak tetap berpotensi membahayakan siswa, terutama saat jam istirahat ketika banyak siswa melintas menuju kantin.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Jambon, Aiptu Marsidi Condro Yuwono, menjelaskan pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui asal balon udara yang membawa petasan tersebut.
“Untuk sementara dampak yang teridentifikasi adalah dua jendela pecah dan kerusakan pada plafon toilet. Kami masih mencari informasi terkait asal balon udara tersebut,” katanya.
Polisi juga terus mencari barang bukti berupa serpihan petasan maupun material lain yang berkaitan dengan kejadian tersebut. Masyarakat diimbau segera melapor apabila mengetahui adanya aktivitas penerbangan balon udara tanpa awak yang dipasangi petasan.
Selain membahayakan lingkungan sekitar, balon udara liar juga berpotensi mengganggu keselamatan penerbangan serta memicu kebakaran apabila jatuh di kawasan permukiman maupun lahan pertanian. (Ega)
- Penulis: Ega Patria
- Editor: Diez





