Rumah Janda di Ponorogo Roboh Saat Cuaca Cerah, Warga Soroti Aktivitas Tambang Berjarak 30 Meter
- account_circle Ega Patria
- calendar_month 14 menit yang lalu
- visibility 17
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ponorogo – Sebuah rumah milik Kademi, seorang janda warga Dusun Bakalan, Desa Nglewan, Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo, roboh secara tiba-tiba saat cuaca cerah tanpa disertai angin maupun hujan, minggu (2/8/2026). Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut karena pemilik rumah berhasil menyelamatkan diri sesaat setelah bangunan ambruk.
Kademi mengatakan, sebelum rumah roboh ia melihat bagian selambu rumah bergoyang. Saat itu dirinya sedang duduk di dalam rumah seorang diri.
“Saya lihat selambunya goyang-goyang, lalu roboh. Saya duduk di dalam rumah. Tidak tertimpa bangunan. Mungkin temboknya agak miring. Nggak ada angin,” ujar Kademi.
Ia mengaku sebelum kejadian tidak ada tanda-tanda yang mencurigakan. Setelah rumah ambruk, ia langsung keluar dan kini untuk sementara mengungsi di rumah adiknya.
“Ambruk, saya keluar. Ya kaget,” katanya.
Warga setempat, Misradi, mengatakan sebelum rumah roboh sempat terdengar suara kayu berderak. Menurutnya, rumah tersebut diperkirakan telah berdiri lebih dari 10 tahun dan kondisi kayu penyangga masih terlihat baik serta belum dimakan rayap.
“Katanya yang punya ada suara kretek-kretek, tahu-tahu roboh. Nggak ada angin. Waktu itu penghuni di dalam. Pas roboh langsung keluar, untungnya selamat. Rambutnya penuh debu karena runtuhan,” ujarnya.
Misradi juga mengungkapkan, sekitar satu bulan terakhir terdapat aktivitas tambang yang diduga tidak memiliki izin dengan jarak sekitar 30 meter dari lokasi rumah. Aktivitas alat berat disebut menimbulkan suara keras dan getarannya terasa hingga permukiman warga. Meski demikian, ia hanya menduga getaran tersebut dapat menjadi salah satu penyebab robohnya rumah.
“Ketika ada aktivitas alat berat, getarannya terasa sampai sini. Suaranya keras sekali. Tambangnya baru sekitar sebulan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Nglewan, Suwandi, mengatakan pemerintah desa belum dapat memastikan penyebab robohnya rumah tersebut. Namun, berdasarkan pengecekan di lapangan, terdapat aktivitas tambang yang diduga ilegal sekitar 30 meter dari lokasi kejadian.
“Kan nggak ada angin, nggak ada hujan, ternyata tiba-tiba kok roboh. Setelah dicek memang ada tambang sekitar 30 meter dari rumah. Apakah dampak dari tambang atau bukan, saya tidak bisa memastikan,” ujar Suwandi.
Ia menambahkan, bangunan rumah tersebut masih tergolong layak dengan kondisi kayu dan tembok yang dinilai masih kokoh. Pemerintah desa telah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Ponorogo untuk penanganan lebih lanjut sekaligus mengupayakan bantuan bagi korban.
“Saya sudah menghubungi BPBD. Penyebab pastinya saya belum bisa menjawab karena memang belum diketahui. Yang jelas kami upayakan korban mendapat bantuan, sementara warga bergotong royong membersihkan material rumah yang roboh,” pungkasnya. (Ega)
- Penulis: Ega Patria
- Editor: Diez




