Selasa, 3 Nov 2026
Trending Tags

Kebakaran Hutan Pinus Lereng Lawu Magetan, Api Bergerak ke Ngawi akibat Angin Kencang

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
  • visibility 234
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Kebakaran hutan pinus lereng Lawu mulai terkendali. (14/9/2026), Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Kebakaran hutan pinus di kawasan lereng Gunung Lawu, Desa Jabung, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, mulai terkendali di sisi Magetan. Namun, pergerakan api ke arah utara akibat tiupan angin membuat petugas gabungan memperluas upaya antisipasi hingga masuk wilayah Kabupaten Ngawi, Senin (14/9/2026).

Pergerakan api terjadi setelah kobaran yang awalnya muncul di kawasan hutan petak 50+A RPH Bedagung, BKPH Lawu Selatan, merambat hingga melintasi sungai yang menjadi batas alami kawasan. Petugas kemudian memperkuat pembuatan sekat bakar di wilayah Kabupaten Ngawi untuk menghambat penjalaran api.

Waka Administratur Perhutani KPH Lawu Ds, Hermawan, mengatakan titik api pertama kali diketahui sekitar pukul 07.00 WIB. Setelah mendapatkan informasi, petugas Perhutani bersama Masyarakat Peduli Api (MPA) dan warga segera bergerak menuju lokasi.

“Menurut informasi dari rekan-rekan, titik api awal ada sekitar pukul tujuh pagi. Segenap masyarakat, MPA, dan jajaran Perhutani, khususnya BKPH Lawu Selatan dan Lawu Utara, segera merapat ke titik api,” ujar Hermawan.

Di lokasi, petugas dan masyarakat membuat ilaran secara bersama-sama. Selain sekat buatan, keberadaan sungai di bawah kawasan kebakaran dimanfaatkan sebagai sekat alami untuk menghambat api agar tidak menjalar ke kawasan yang terdapat tanaman milik masyarakat.

Hermawan menjelaskan, vegetasi yang terbakar merupakan kawasan hutan pinus dengan semak dan material kering di bawah tegakan. Kondisi angin yang cukup kencang menjadi salah satu faktor yang menyulitkan pengendalian api.

“Tanamannya pinus, di bawahnya ada rayutan dan ilalang. Kondisi angin sekarang memang kita antisipasi sejak awal,” katanya.

Petugas juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas pembakaran yang berpotensi memicu kebakaran di kawasan hutan selama kondisi kering. Sementara terkait penyebab kebakaran kali ini, pihak Perhutani masih melakukan penelusuran.

Image Not Found
Petugas berjaga memastikan titik api benar-benar padam. Foto : Kus-Sinergia

Hingga sekitar pukul 12.00 WIB, perkembangan di lapangan menunjukkan api telah bergerak ke arah utara dan melintasi sungai. Petugas kemudian memperkuat pengamanan di wilayah Ngawi, tepatnya kawasan BKPH Lawu Utara di Campurejo.

“Dari perkembangan sampai jam dua belas, api sudah nyebrang sungai. Jajaran sudah berkumpul di sana untuk membuat ilaran juga di wilayah yang masuk Ngawi, di BKPH Lawu Utara, Campurejo,” jelas Hermawan.

Sementara itu, Wakapolres Magetan Kompol Dodik Wibowo mengatakan titik api di wilayah Kecamatan Panekan mulai berhasil diatasi. Pemadaman dan pengendalian dilakukan secara bersama-sama oleh BPBD, TNI, pemerintah daerah, PMI, serta unsur terkait lainnya.

“Untuk saat ini titik api yang ada di wilayah Kecamatan Panekan sudah bisa teratasi. Kita gabungan dari instansi terkait, ada BPBD, TNI, pemerintah daerah setempat, PMI juga,” kata Dodik.

Meski demikian, petugas tidak langsung meninggalkan lokasi. Sejumlah personel masih bertahan di kawasan atas untuk memastikan tidak ada bara atau titik api yang kembali menyala.

“Yang di atas tinggal beberapa orang untuk memastikan bahwa titik api sudah benar-benar padam,” ujarnya.

Karena arah angin membawa api ke utara, Polres Magetan juga berkoordinasi dengan Polres Ngawi. Personel dan instansi terkait di Ngawi telah disiapkan untuk melakukan penanganan apabila api memasuki wilayah mereka.

Selain itu, posko antisipasi kebakaran akan didirikan sebagai bagian dari langkah kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran susulan.

Dodik menegaskan, kawasan yang terbakar masih berada dalam kawasan Gunung Lawu. Vegetasi yang terbakar berupa pohon pinus di kawasan hutan pemerintah dan hutan rakyat.

Hingga Senin sore, kondisi api di sisi Magetan telah mulai padam, sedangkan pergerakan api ke arah utara menjadi perhatian petugas karena dipengaruhi angin. Pengawasan dan penyisiran terus dilakukan untuk mencegah api kembali membesar maupun meluas ke kawasan hutan di wilayah Ngawi. Adapun penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penelusuran oleh pihak terkait. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Barokah Run Fest 2026 Pecah! Pelari dari Berbagai Daerah Padati Kota Madiun

    Barokah Run Fest 2026 Pecah! Pelari dari Berbagai Daerah Padati Kota Madiun

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 433
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kota Madiun kembali menghadirkan event lari bergengsi dalam ajang Barokah Run Fest (BRF) 2026 yang digelar pada Minggu (25/01/2026). Event lari ini diikuti peserta dari berbagai daerah dan berlangsung meriah dengan rute utama yang melintasi kawasan ikonik Pahlawan Street Center. Sejak pagi hari, para runner tampak antusias mengikuti setiap kategori […]

    Bagikan
  • Harga Sapi Kurban di Ngawi Berangsur Naik Jelang Idul Adha 2026

    Harga Sapi Kurban di Ngawi Berangsur Naik Jelang Idul Adha 2026

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 414
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Menjelang Idul Adha 2026, harga sapi kurban di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, mulai mengalami kenaikan. Tren ini muncul seiring membaiknya kondisi kesehatan ternak setelah wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang kini semakin terkendali. Dalam beberapa tahun terakhir, PMK sempat memukul pasar hewan kurban, khususnya sapi. Kekhawatiran masyarakat terhadap penularan penyakit […]

    Bagikan
  • Diguyur Hujan Lebat, Rumah Warga Plaosan Longsor

    Diguyur Hujan Lebat, Rumah Warga Plaosan Longsor

    • calendar_month Sabtu, 8 Feb 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 213
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Bencana tanah longsor menimpa rumah milik Subiyo (55) warga Dusun Tawing RT 10/ RW 2 Desa Plumpung Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan pada Jumat (7/2/2205) pukul 20.30 WIB. Bangunan rumah beserta pondasi setinggi 3 meter dan lebar 5 meter ini longsor usai selama satu minggu terakhir wilayah di lereng gunung Lawu […]

    Bagikan
  • KPK Angkut 2 Mobil Mewah Rahma Noviarini, Klaim Milik Pribadi

    KPK Angkut 2 Mobil Mewah Rahma Noviarini, Klaim Milik Pribadi

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 566
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membawa 2 mobil mewah milik Rahma Noviarini ke Jakarta pada Rabu (04/02/2026). Mobil Mitsubishi Pajero Nopol N 88 N dan Mercy Nopol L 8 MEL telah disita oleh lembaga antirasuah tersebut dari penggeledahan di rumah Rahma pada Selasa (27/01/2026) lalu. Selama ini, mobil tersebut dititipkan di […]

    Bagikan
  • Tiga Sekolah di Lembeyan Belum Pernah Menerima MBG, Wali Murid Pertanyakan Pemerataan Program

    Tiga Sekolah di Lembeyan Belum Pernah Menerima MBG, Wali Murid Pertanyakan Pemerataan Program

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 352
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah bergulir hampir satu tahun di Kabupaten Magetan ternyata belum dirasakan oleh sejumlah sekolah di Kecamatan Lembeyan. Setidaknya TK Tapen, SDN 1 Tapen, dan SDN 2 Tapen masih belum pernah menerima distribusi MBG hingga akhir Januari 2026. Temuan tersebut terungkap berdasarkan pantauan lapangan dan keluhan […]

    Bagikan
  • Waduh ! Kasus HIV pada Calon Pengantin dan Ibu Hamil di Magetan Meningkat

    Waduh ! Kasus HIV pada Calon Pengantin dan Ibu Hamil di Magetan Meningkat

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 264
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Sepanjang tahun 2025, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Magetan mencatat temuan kasus HIV/AIDS pada kelompok calon pengantin (Catin) dan ibu hamil. Data tersebut menunjukkan perlunya kewaspadaan dan pemeriksaan kesehatan sejak sebelum menikah. Sub Koordinator Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinkes Magetan, Agus Yudi Purnomo, mengungkapkan bahwa terdapat 18 calon pengantin yang […]

    Bagikan
expand_less