Berita Terkini
Trending Tags

Pria di Magetan Ditangkap, Modus Ngaku “Tuhan Kedua” untuk Perdaya Korban

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
  • visibility 287
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Polisi mengamankan Kusnadi warga Desa Kalang Magetan pelaku dugaan kekerasan seksual dan mengaku “Tuhan kedua”, Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Seorang pria bernama Kusnadi (40), warga Desa Kalang, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, ditangkap polisi atas dugaan tindak pidana kekerasan seksual terhadap seorang ibu rumah tangga. Pelaku diduga memperdaya korban dengan mengaku sebagai “Tuhan kedua” dan menjanjikan kesembuhan bagi suami korban yang menderita stroke.

Penangkapan dilakukan oleh Satreskrim Polres Magetan pada Selasa (31/3/2026). Setelah menjalani pemeriksaan dan dinyatakan cukup bukti, pelaku langsung ditahan di sel Mapolres Magetan pada malam harinya sekitar pukul 21.00 WIB.

Kasus ini terungkap setelah korban, Lisana (43), warga Desa Campursari, melapor ke polisi pada hari yang sama. Tak butuh waktu lama, petugas berhasil mengamankan pelaku pada sore harinya sekitar pukul 16.30 WIB saat sedang berada di sebuah toko di pinggir Jalan Magetan–Sarangan, wilayah Desa Campursari.

Selain mengamankan pelaku, polisi juga menyita barang bukti berupa pakaian yang dikenakan korban saat kejadian.

Dari hasil penyelidikan, peristiwa bermula ketika korban mendatangi pelaku untuk meminta bantuan pengobatan bagi suaminya yang sakit stroke. Pelaku kemudian mengklaim memiliki kemampuan supranatural dan menyebut dirinya sebagai “Tuhan kedua” yang dapat menyembuhkan penyakit.

Untuk menjalankan ritual penyembuhan, pelaku mensyaratkan hubungan badan dengan korban. Permintaan tersebut disetujui korban dengan harapan suaminya dapat sembuh.

Namun, hubungan tersebut justru terjadi berulang kali, lebih dari lima kali, dalam rentang waktu 2023 hingga 2024 di rumah pelaku. Alih-alih membaik, kondisi suami korban semakin memburuk hingga akhirnya meninggal dunia pada awal 2025.

Merasa tertipu dan dirugikan, korban akhirnya melaporkan perbuatan pelaku ke pihak berwajib.

Seorang warga setempat, Subandono, menyebut pelaku sebelumnya juga pernah terjerat kasus hukum.

“Yang bersangkutan sudah dua kali ditangkap. Dulu kasus pencurian handphone. Dia juga sering mengaku sebagai keturunan Nabi Muhammad dan ‘Tuhan kedua’, tapi saya tidak percaya,” ujarnya.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Magetan, Ipda Indra Suprihatin, membenarkan penangkapan tersebut.

“Benar, kami telah mengamankan seorang pria yang mengaku sebagai ‘Tuhan kedua’. Modusnya dengan menjanjikan bisa menyembuhkan penyakit suami korban,” jelasnya.

Polisi juga mengungkap, korban sempat diajak melakukan sejumlah ritual di beberapa lokasi, termasuk makam di wilayah Magetan.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal terkait tindak pidana kekerasan seksual dan terancam hukuman maksimal 12 tahun penjara. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Puluhan Siswa SDN Sidorejo 01 Wungu Mulai Terima MBG

    Puluhan Siswa SDN Sidorejo 01 Wungu Mulai Terima MBG

    • calendar_month Kamis, 2 Okt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Siswa SDN Sidorejo 01 Wungu, Kabupaten Madiun menjadi salah satu penerima manfaat program makanan bergizi gratis (MBG) yang terkover Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Madiun. Sebanyak 91 siswa telah menikmati menu sehat setiap hari.  Pihak sekolah berharap program ini berjalan lancar sesuai harapan. “Secara resmi program dimulai bersamaan dengan launching […]

    Bagikan
  • Tak Wajib tapi Penting, TKA Bisa Jadi Tiket Emas ke Dunia Kampus dan Kerja

    Tak Wajib tapi Penting, TKA Bisa Jadi Tiket Emas ke Dunia Kampus dan Kerja

    • calendar_month Senin, 6 Okt 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 185
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi siswa kelas XII jenjang SMA/MA/SMK akan mulai dilaksanakan pada November 2025. Di Ponorogo, sekolah-sekolah kini tengah melakukan pendataan siswa yang berminat mengikuti program tersebut. Kasi SMA/SMK Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jawa Timur Wilayah Ponorogo–Magetan, Eko Budi Santoso, menjelaskan bahwa TKA merupakan program baru dari Kementerian Pendidikan […]

    Bagikan
  • Tanah Gerak Putus Akses Kecamatan Pudak–Sooko, Dua Rumah Terancam

    Tanah Gerak Putus Akses Kecamatan Pudak–Sooko, Dua Rumah Terancam

    • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 209
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Pergerakan tanah di Desa Bareng, Kecamatan Pudak, Ponorogo, Jawa Timur, memutus total akses jalan alternatif yang menjadi penghubung antar Kecamatan Pudak dan Sooko. Fenomena geologi ini juga menimbulkan retakan besar yang kini mengancam dua rumah warga yang berada di kawasan terdampak. Tanah gerak tersebut telah terpantau dan tanda-tandanya bahkan sudah mulai muncul […]

    Bagikan
  • Ini Program Pembangunan Dalam Musrenbang RPJMD 2025–2029 Magetan

    Ini Program Pembangunan Dalam Musrenbang RPJMD 2025–2029 Magetan

    • calendar_month Kamis, 21 Agt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten Magetan bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur resmi menetapkan arah pembangunan daerah untuk lima tahun ke depan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah (Musrenbang) RPJMD 2025–2029. Forum yang digelar pada (21/08/2025) itu mempertemukan Pemkab, DPRD, serta sejumlah pemangku kepentingan, dan menghasilkan kesepakatan strategis dalam merumuskan kebijakan pembangunan jangka menengah. Dalam kesempatan […]

    Bagikan
  • Polres Madiun Larang Penggunaan Sound Horeg Selama Ramadan

    Polres Madiun Larang Penggunaan Sound Horeg Selama Ramadan

    • calendar_month Jumat, 14 Mar 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun –  Polres Madiun mengeluarkan larangan penggunaan sound horeg secara berlebihan guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya selama bulan Ramadan. Langkah ini diambil karena suara bising yang ditimbulkan dinilai mengganggu ibadah, waktu istirahat warga, serta berpotensi menimbulkan konflik sosial. Kapolres Madiun, AKBP Moh Zainur Rofik, menegaskan bahwa segala bentuk aktivitas sound […]

    Bagikan
  • Sepasma 2025, Angkat Potensi Budaya dan Ekonomi Kreatif Pesona Seligkar Wilis

    Sepasma 2025, Angkat Potensi Budaya dan Ekonomi Kreatif Pesona Seligkar Wilis

    • calendar_month Jumat, 11 Jul 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 129
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun resmi membuka gelaran tahunan Sepasar Ing Madiun (Sepasma) 2025 di Lapangan Mojopurno, Kecamatan Wungu, Kamis malam (11/07/2025). Mengusung tema Pesona Selingkar Wilis, hajatan budaya ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Madiun ke-457. Bupati Madiun Hari Wuryanto bersama Wakil Bupati Purnomo Hadi dan Ketua Tim […]

    Bagikan
expand_less