Pintu Belakang Tersangkut Tiang, Mobil Boks Pengantar MBG di Magetan Terguling
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 87
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Magetan – Mobil Suzuki APV yang digunakan untuk mendistribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) mengalami kecelakaan di Jalan Lembeyan–Krowe, tepatnya di Dukuh Kajar, Desa Krowe, Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Rabu (19/8/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.
Kecelakaan bermula ketika Suzuki APV yang dikemudikan Wasit (44), warga Desa Lembeyan Kulon, Kecamatan Lembeyan, melaju dari arah selatan menuju utara. Kendaraan tersebut membawa satu penumpang, Joko (40), warga Desa Nguri, Kecamatan Lembeyan.
Sesampainya di lokasi kejadian, pintu bok belakang sebelah kiri kendaraan diduga tidak tertutup rapat sehingga tiba-tiba terbuka. Pintu tersebut kemudian menyangkut atau menyerempet tiang jaringan WiFi/telekomunikasi yang berada di tepi jalan.
Benturan membuat kendaraan kehilangan keseimbangan. Mobil tersebut oleng hingga menabrak pagar rumah warga. Bahkan, mobil Isuzu Panther yang sedang terparkir di halaman rumah juga tabrak. Mobil operasional MBG tersebut akhirnya terguling ke sisi kanan dengan roda sebelah kiri menghadap ke atas.
Warga setempat, Rubiatin, mengatakan kecelakaan berlangsung cukup cepat. Menurutnya, setelah pintu kendaraan terbuka dan mengenai tiang jaringan, mobil langsung kehilangan kendali dan menghantam pagar rumah.
“Pintunya terbuka, kemudian menabrak tiang WiFi. Setelah itu mobil langsung oleng dan menabrak pagar. Alhamdulillah sopir dan penumpangnya selamat,” ujar Rubiatin.
Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lembeyan Wetan, Lisnia Rinanda Putri, membenarkan kendaraan tersebut digunakan dalam kegiatan distribusi MBG. Ia menjelaskan, kecelakaan terjadi ketika pengemudi hendak mengambil ompreng kosong dari sekolah di wilayah Desa Krowe.
“Driver sudah selesai melaksanakan distribusi pagi. Saat menuju Desa Krowe untuk mengambil ompreng kosong, pintu bok samping tidak tertutup rapat sehingga terbuka dan mengenai tiang WiFi. Mobil kemudian oleng, menghantam pagar rumah warga, lalu terguling,” kata Lisnia.
Lisnia memastikan tidak ada korban dalam kecelakaan tersebut. Pengemudi maupun rekannya yang berada di dalam kendaraan tidak mengalami luka serius.
Menurutnya, pihak yayasan dan mitra penyelenggara MBG telah berkomunikasi dengan pemilik rumah terkait kerusakan yang ditimbulkan. Penggantian biaya kerusakan pagar dan kendaraan warga yang terdampak akan diselesaikan oleh pihak terkait.
“Kami sudah berdiskusi dengan pihak terkait. Nantinya yayasan dan mitra akan mengganti biaya kerusakan mobil warga maupun pagar yang terdampak,” ujarnya.
Lisnia juga memastikan insiden tersebut tidak akan mengganggu distribusi MBG pada hari berikutnya. SPPG Lembeyan Wetan akan menggunakan kendaraan pengganti agar penyaluran makanan tetap berjalan.
SPPG Lembeyan Wetan saat ini melayani distribusi MBG untuk 25 sekolah dan dua posyandu yang berada di dua desa. Untuk mendukung distribusi, tersedia dua kendaraan operasional.
Lisnia juga membantah dugaan bahwa kecelakaan terjadi akibat kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi atau dikemudikan secara ugal-ugalan. Menurut dia, kecelakaan murni dipicu pintu bok yang tidak tertutup rapat sehingga mengenai tiang jaringan di pinggir jalan.
“Bukan karena ugal-ugalan. Kejadiannya karena pintu bok samping tidak tertutup rapat, kemudian mengenai tiang WiFi dan membuat mobil oleng. Kecepatannya juga tidak tinggi,” katanya.
Petugas kepolisian telah melakukan penanganan dan pendataan terhadap kecelakaan tersebut. Dalam insiden ini tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka.
Selain Suzuki APV beserta dokumen kendaraan dan surat izin mengemudi pengemudi, polisi juga mengamankan kendaraan Isuzu Panther yang terdampak dalam kejadian sebagai bagian dari penanganan kecelakaan. (Kus)
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Diez



