Berita Terkini
Trending Tags

Dosen IPB Dampingi Peternak Domba Kenali Kecacingan hingga Uji Ekstrak Akasia

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month 3 jam yang lalu
  • visibility 48
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Peternak memeriksakan kondisi domba secara langsung. Foto : Istimewa

Sinergia | Bogor — Kecacingan menjadi salah satu persoalan yang dapat menggerus produktivitas dan efisiensi usaha peternakan domba. Gangguan parasit yang tidak terdeteksi sejak dini dapat menyebabkan pertumbuhan ternak melambat, pemanfaatan pakan tidak optimal, masa pemeliharaan lebih panjang, hingga meningkatkan biaya produksi.

Untuk membantu peternak mengenali gangguan tersebut sekaligus mencari alternatif pengendalian, dosen IPB University melakukan pendampingan di Kandangku Farm, Bogor, pada 17 Agustus 2026. Kegiatan ini menggabungkan pelatihan deteksi gejala klinis dengan pengenalan hasil riset berbasis tanaman sebagai kandidat pengendali kecacingan.

Kegiatan melibatkan Dr. Tekad Urip Pambudi Sujarnoko, Dr. drh. Dwi Budiono, dan Dr. Novia Amalia Sholeha bersama kelompok ternak Kandangku Farm yang diketuai Ahmad Rizal Fahmi, S.P. Program tersebut dilaksanakan melalui Pendanaan Pengabdian kepada Masyarakat BIMA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

Pelatihan tidak berhenti pada penyampaian teori. Sebanyak 10 peternak diajak memeriksa sekitar 30 ekor domba secara langsung dengan pendampingan dosen dan dokter hewan. Pemeriksaan meliputi bobot badan, kondisi rambut, mukosa mata, gejala bottle jaw, serta pengambilan sampel feses. Peternak juga diperkenalkan dengan sejumlah perubahan kondisi tubuh yang dapat menjadi indikasi gangguan parasit, seperti pertumbuhan yang lambat, bulu kusam, perubahan feses, dan pucat pada selaput mata.

Dr. drh. Dwi Budiono menjelaskan bahwa bottle jaw menjadi salah satu tanda yang cukup kuat untuk diperhatikan dalam pemeriksaan lapangan. Dalam kegiatan tersebut, tim juga melakukan pengukuran bagian dagu untuk melihat keterkaitannya dengan tingkat kecacingan dan jumlah telur cacing.

Pendekatan praktik dinilai membuat peternak lebih mudah memahami tanda-tanda yang sebelumnya sulit dibedakan.

Ketua Kelompok Ternak Kandangku Farm Ahmad Rizal Fahmi mengatakan pelatihan lapangan memberikan pengalaman langsung bagi peternak dalam mengamati kondisi ternak.

“Penentuan kecacingan susah dilakukan, namun dengan pelatihan lapang peternak segera paham, karena peternak belajar secara praktik langsung,” ujar Fahmi.

Fahmi menambahkan, beberapa gejala relatif mudah dikenali, sementara perubahan pada rambut dan mukosa mata membutuhkan pengalaman lebih banyak.

“Gejala bottle jaw mudah diamati, namun untuk kulit kusam dan mukosa mata perlu jam terbang lebih,” katanya.

Ia berharap pelatihan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan satu kali, tetapi dilanjutkan dengan pendampingan sehingga peternak semakin mampu membedakan kecacingan dengan gangguan kesehatan lainnya.

Bagi peternak, kecacingan bukan sekadar masalah kesehatan hewan. Infeksi parasit dapat berpengaruh langsung terhadap produktivitas ternak dan biaya yang harus dikeluarkan selama masa pemeliharaan.

Dr. Tekad Urip Pambudi Sujarnoko mengatakan pengendalian kecacingan perlu ditempatkan dalam perspektif produksi dan ekonomi peternakan. Domba yang mengalami gangguan parasit berpotensi mengalami penurunan performa sehingga pakan yang diberikan tidak menghasilkan pertambahan bobot badan sesuai potensi ternak. Akibatnya, masa pemeliharaan dapat menjadi lebih panjang dan biaya produksi meningkat.

Selain mengajarkan deteksi dini, tim IPB University memperkenalkan demo plot pengujian ekstrak kulit kayu Acacia mangium sebagai kandidat bahan alami untuk membantu pengendalian kecacingan.

Image Not Found
Uji ekstrak kulit akasia untuk pengendalian kecacingan. Foto : Istimewa

Ekstrak tersebut dikembangkan berdasarkan riset yang berkaitan dengan kandungan senyawa fenolik dan tanin pada kulit kayu akasia. Dalam uji awal, 24 ekor domba dibagi ke dalam sejumlah kelompok, mulai dari kelompok kontrol, pemberian obat cacing biasa, kombinasi obat cacing dengan ekstrak akasia, hingga pemberian ekstrak akasia secara penuh.

Dr. Tekad mengatakan penggunaan bahan alami tersebut masih berada dalam tahap pengujian sehingga efektivitasnya belum dapat disimpulkan.

“Ekstrak akasia memiliki tanin yang terbukti mampu berperan sebagai anthelmintic. Penggunaan ekstrak akasia diharapkan dapat mengurangi kebutuhan anti-cacing sintetis,” jelas Dr. Tekad.

Uji tersebut akan dipantau selama tiga bulan. Parameter yang diamati antara lain pertambahan bobot harian, gejala klinis, dan jumlah telur cacing. Dengan demikian, ekstrak akasia yang diperkenalkan kepada peternak belum diposisikan sebagai pengganti obat cacing, melainkan sebagai kandidat yang masih perlu dibuktikan efektivitas dan penerapannya melalui pengujian lebih lanjut.

Pendampingan juga mencakup pelatihan ekstraksi sederhana menggunakan metode maserasi dan penggodokan kulit kayu akasia. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membawa hasil riset kampus lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Dr. Novia Amalia Sholeha mengatakan penerapan hasil penelitian di tengah masyarakat penting agar inovasi yang dikembangkan perguruan tinggi dapat memberikan manfaat secara lebih luas.

“Aplikasi ekstraksi kulit kayu akasia merupakan salah satu pengabdian berdasar riset kampus. Saya berharap lebih banyak lagi produk dan inovasi yang dapat dikenalkan pada masyarakat,” ujar Novia.

Kolaborasi dengan kelompok peternak juga memberikan ruang bagi perguruan tinggi untuk melihat langsung kondisi dan kebutuhan di lapangan. Sebaliknya, peternak memperoleh pengetahuan serta kesempatan untuk mengenal pendekatan pengendalian yang dikembangkan melalui penelitian.

Program tersebut dirancang tidak berhenti setelah pelatihan. Tim IPB University akan melanjutkan pengujian dan pendampingan melalui proses ekstraksi kulit kayu akasia, pemberian ekstrak dalam pakan, pemantauan perkembangan kecacingan, serta penghitungan dampaknya terhadap ekonomi peternak.

Hasil pengamatan nantinya menjadi bahan evaluasi untuk menentukan kemungkinan perbaikan formulasi perlakuan, pengembangan penelitian, maupun pendampingan lanjutan. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rumah Dua Lantai di Kelurahan Magetan Terbakar, Warga Panik Selamatkan Diri

    Rumah Dua Lantai di Kelurahan Magetan Terbakar, Warga Panik Selamatkan Diri

    • calendar_month Minggu, 5 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kepanikan melanda warga Kelurahan Magetan, Kecamatan Magetan, pada Sabtu (4/10/2025) pagi. Sekitar pukul 10.30 WIB, rumah dua lantai milik Rawat Subagyo dilalap api, membuat warga sekitar berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Asap tebal terlihat membumbung dari lantai dua bangunan tersebut. Beberapa warga yang berada di sekitar lokasi segera berteriak meminta […]

    Bagikan
  • Satu Perusahaan Garmen di Magetan Pailit, Disnaker Pastikan Masih Ada 229 Perusahaan Aktif

    Satu Perusahaan Garmen di Magetan Pailit, Disnaker Pastikan Masih Ada 229 Perusahaan Aktif

    • calendar_month Kamis, 26 Jun 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 444
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Dunia industri di Kabupaten Magetan menghadapi dinamika baru. Salah satu perusahaan garmen, PT KSS Indo Apparel yang berlokasi di Desa Karangsono, Kecamatan Barat, resmi dinyatakan pailit dan telah berhenti beroperasi sejak 13 Februari 2025. Perusahaan yang berdiri sejak 2021 ini gulung tikar setelah mengalami penurunan jumlah pesanan secara drastis, yang […]

    Bagikan
  • Bapanas Sidak Pasar Legi Ponorogo, Harga Cabai Rawit Masih Tinggi di Bulan Ramadan

    Bapanas Sidak Pasar Legi Ponorogo, Harga Cabai Rawit Masih Tinggi di Bulan Ramadan

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 201
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Melonjaknya sejumlah harga kebutuhan pokok di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, pada bulan Ramadan 2026 mendorong Badan Pangan Nasional (Bapanas) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Legi Ponorogo, Selasa (03/02/2026) pagi. Dalam sidak tersebut terungkap beberapa komoditas masih bertahan di harga tinggi, terutama cabai rawit yang mencapai Rp95 ribu per kilogram. Sidak […]

    Bagikan
  • Usai Dilantik, Bupati dan Wakil Bupati Madiun Ajak Semua Elemen Sinergi Wujudkan Madiun Bersahaja

    Usai Dilantik, Bupati dan Wakil Bupati Madiun Ajak Semua Elemen Sinergi Wujudkan Madiun Bersahaja

    • calendar_month Jumat, 21 Feb 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Kedatangan Bupati dan Wakil Bupati Madiun periode 2025 – 2030, Hari Wuryanto dan Purnomo Hadi di Pendopo Muda Graha Kabupaten Madiun disambut pelukan hangat para relawan dan tokoh masyarakat Kamis Malam (20/2/2025) pukul 22.00 WIB. Kedatangan pimpinan baru Kabupaten Madiun ini setelah dilantik oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto di […]

    Bagikan
  • Ini Hasil Uji Lab Menu MBG Diduga Pemicu Keracunan Massal Siswa di Ngawi

    Ini Hasil Uji Lab Menu MBG Diduga Pemicu Keracunan Massal Siswa di Ngawi

    • calendar_month Kamis, 16 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 203
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Kasus keracunan massal yang menimpa puluhan siswa di Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi beberapa waktu lalu akhirnya menemukan titik terang. Dinas Kesehatan (Dinkes) Ngawi memastikan, menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disajikan di sekolah menjadi sumber utama penyebab insiden tersebut. Kepastian ini diperoleh setelah hasil uji mikrobiologi terhadap 15 sampel makanan, […]

    Bagikan
  • Motor Bonceng 3 Ringsek Diseruduk Truk di Madiun, Begini Kondisi Korban

    Motor Bonceng 3 Ringsek Diseruduk Truk di Madiun, Begini Kondisi Korban

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 441
    • 0Komentar

    ​Sinergia | Madiun – Kecelakaan lalu lintas nyaris merenggut nyawa terjadi di Jalan Raya Madiun–Ponorogo, tepatnya di Desa Kertobanyon, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Selasa malam (3/2/2026). Sebuah sepeda motor yang ditumpangi tiga orang pria ringsek setelah dihantam truk barang saat mencoba menyeberang jalan. Tiga orang dilaporkan mengalami luka-luka dalam insiden tersebut. Peristiwa bermula saat sepeda […]

    Bagikan
expand_less