Berita Terkini
Trending Tags

Dosen IPB Dampingi Peternak Domba Kenali Kecacingan hingga Uji Ekstrak Akasia

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
  • visibility 198
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Peternak memeriksakan kondisi domba secara langsung. Foto : Istimewa

Sinergia | Bogor — Kecacingan menjadi salah satu persoalan yang dapat menggerus produktivitas dan efisiensi usaha peternakan domba. Gangguan parasit yang tidak terdeteksi sejak dini dapat menyebabkan pertumbuhan ternak melambat, pemanfaatan pakan tidak optimal, masa pemeliharaan lebih panjang, hingga meningkatkan biaya produksi.

Untuk membantu peternak mengenali gangguan tersebut sekaligus mencari alternatif pengendalian, dosen IPB University melakukan pendampingan di Kandangku Farm, Bogor, pada 17 Agustus 2026. Kegiatan ini menggabungkan pelatihan deteksi gejala klinis dengan pengenalan hasil riset berbasis tanaman sebagai kandidat pengendali kecacingan.

Kegiatan melibatkan Dr. Tekad Urip Pambudi Sujarnoko, Dr. drh. Dwi Budiono, dan Dr. Novia Amalia Sholeha bersama kelompok ternak Kandangku Farm yang diketuai Ahmad Rizal Fahmi, S.P. Program tersebut dilaksanakan melalui Pendanaan Pengabdian kepada Masyarakat BIMA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

Pelatihan tidak berhenti pada penyampaian teori. Sebanyak 10 peternak diajak memeriksa sekitar 30 ekor domba secara langsung dengan pendampingan dosen dan dokter hewan. Pemeriksaan meliputi bobot badan, kondisi rambut, mukosa mata, gejala bottle jaw, serta pengambilan sampel feses. Peternak juga diperkenalkan dengan sejumlah perubahan kondisi tubuh yang dapat menjadi indikasi gangguan parasit, seperti pertumbuhan yang lambat, bulu kusam, perubahan feses, dan pucat pada selaput mata.

Dr. drh. Dwi Budiono menjelaskan bahwa bottle jaw menjadi salah satu tanda yang cukup kuat untuk diperhatikan dalam pemeriksaan lapangan. Dalam kegiatan tersebut, tim juga melakukan pengukuran bagian dagu untuk melihat keterkaitannya dengan tingkat kecacingan dan jumlah telur cacing.

Pendekatan praktik dinilai membuat peternak lebih mudah memahami tanda-tanda yang sebelumnya sulit dibedakan.

Ketua Kelompok Ternak Kandangku Farm Ahmad Rizal Fahmi mengatakan pelatihan lapangan memberikan pengalaman langsung bagi peternak dalam mengamati kondisi ternak.

“Penentuan kecacingan susah dilakukan, namun dengan pelatihan lapang peternak segera paham, karena peternak belajar secara praktik langsung,” ujar Fahmi.

Fahmi menambahkan, beberapa gejala relatif mudah dikenali, sementara perubahan pada rambut dan mukosa mata membutuhkan pengalaman lebih banyak.

“Gejala bottle jaw mudah diamati, namun untuk kulit kusam dan mukosa mata perlu jam terbang lebih,” katanya.

Ia berharap pelatihan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan satu kali, tetapi dilanjutkan dengan pendampingan sehingga peternak semakin mampu membedakan kecacingan dengan gangguan kesehatan lainnya.

Bagi peternak, kecacingan bukan sekadar masalah kesehatan hewan. Infeksi parasit dapat berpengaruh langsung terhadap produktivitas ternak dan biaya yang harus dikeluarkan selama masa pemeliharaan.

Dr. Tekad Urip Pambudi Sujarnoko mengatakan pengendalian kecacingan perlu ditempatkan dalam perspektif produksi dan ekonomi peternakan. Domba yang mengalami gangguan parasit berpotensi mengalami penurunan performa sehingga pakan yang diberikan tidak menghasilkan pertambahan bobot badan sesuai potensi ternak. Akibatnya, masa pemeliharaan dapat menjadi lebih panjang dan biaya produksi meningkat.

Selain mengajarkan deteksi dini, tim IPB University memperkenalkan demo plot pengujian ekstrak kulit kayu Acacia mangium sebagai kandidat bahan alami untuk membantu pengendalian kecacingan.

Image Not Found
Uji ekstrak kulit akasia untuk pengendalian kecacingan. Foto : Istimewa

Ekstrak tersebut dikembangkan berdasarkan riset yang berkaitan dengan kandungan senyawa fenolik dan tanin pada kulit kayu akasia. Dalam uji awal, 24 ekor domba dibagi ke dalam sejumlah kelompok, mulai dari kelompok kontrol, pemberian obat cacing biasa, kombinasi obat cacing dengan ekstrak akasia, hingga pemberian ekstrak akasia secara penuh.

Dr. Tekad mengatakan penggunaan bahan alami tersebut masih berada dalam tahap pengujian sehingga efektivitasnya belum dapat disimpulkan.

“Ekstrak akasia memiliki tanin yang terbukti mampu berperan sebagai anthelmintic. Penggunaan ekstrak akasia diharapkan dapat mengurangi kebutuhan anti-cacing sintetis,” jelas Dr. Tekad.

Uji tersebut akan dipantau selama tiga bulan. Parameter yang diamati antara lain pertambahan bobot harian, gejala klinis, dan jumlah telur cacing. Dengan demikian, ekstrak akasia yang diperkenalkan kepada peternak belum diposisikan sebagai pengganti obat cacing, melainkan sebagai kandidat yang masih perlu dibuktikan efektivitas dan penerapannya melalui pengujian lebih lanjut.

Pendampingan juga mencakup pelatihan ekstraksi sederhana menggunakan metode maserasi dan penggodokan kulit kayu akasia. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membawa hasil riset kampus lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Dr. Novia Amalia Sholeha mengatakan penerapan hasil penelitian di tengah masyarakat penting agar inovasi yang dikembangkan perguruan tinggi dapat memberikan manfaat secara lebih luas.

“Aplikasi ekstraksi kulit kayu akasia merupakan salah satu pengabdian berdasar riset kampus. Saya berharap lebih banyak lagi produk dan inovasi yang dapat dikenalkan pada masyarakat,” ujar Novia.

Kolaborasi dengan kelompok peternak juga memberikan ruang bagi perguruan tinggi untuk melihat langsung kondisi dan kebutuhan di lapangan. Sebaliknya, peternak memperoleh pengetahuan serta kesempatan untuk mengenal pendekatan pengendalian yang dikembangkan melalui penelitian.

Program tersebut dirancang tidak berhenti setelah pelatihan. Tim IPB University akan melanjutkan pengujian dan pendampingan melalui proses ekstraksi kulit kayu akasia, pemberian ekstrak dalam pakan, pemantauan perkembangan kecacingan, serta penghitungan dampaknya terhadap ekonomi peternak.

Hasil pengamatan nantinya menjadi bahan evaluasi untuk menentukan kemungkinan perbaikan formulasi perlakuan, pengembangan penelitian, maupun pendampingan lanjutan. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cetak Bibit Pesilat Cilik, Inisiatif KKG PJOK Sawahan Dorong Regenerasi Atlet Sejak Dini

    Cetak Bibit Pesilat Cilik, Inisiatif KKG PJOK Sawahan Dorong Regenerasi Atlet Sejak Dini

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 201
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Di bawah langit Kecamatan Sawahan, Kabupaten Madiun, semangat Madiun Kampung Pesilat bukan sekadar slogan yang terpajang di spanduk atau baliho. Di tangan para guru pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan (PJOK), semangat itu menjelma jadi gerakan nyata yakni mencetak bibit pesilat sejak bangku sekolah dasar. Melalui program fasilitasi pencak silat seni […]

    Bagikan
  • Tabrakan Beruntun Libatkan Tiga Kendaraan di Jalan Raya Madiun–Ponorogo

    Tabrakan Beruntun Libatkan Tiga Kendaraan di Jalan Raya Madiun–Ponorogo

    • calendar_month Selasa, 11 Nov 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 174
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Tabrakan beruntun yang melibatkan tiga kendaraan di Jalan Raya Madiun–Ponorogo pada Senin (11/11/2025) terekam CCTV di Kelurahan Mlilir, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun. Kecelakaan tersebut melibatkan satu minibus, satu truk boks, dan satu blind van berwarna putih. Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka, insiden itu sempat menghambat arus lalu lintas di […]

    Bagikan
  • Hari Donor Darah Sedunia, PMI Kota Madiun Targetkan 100 Pendonor

    Hari Donor Darah Sedunia, PMI Kota Madiun Targetkan 100 Pendonor

    • calendar_month Sabtu, 14 Jun 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Dalam rangka memperingati Hari Donor Darah Sedunia, Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kota Madiun menggelar kegiatan donor darah yang terbuka untuk umum. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk menambah stok darah, tetapi juga sebagai bentuk ajakan kepada masyarakat untuk peduli terhadap sesama. dr. Ulfa Kusuma Dewi selaku dokter UTD PMI […]

    Bagikan
  • Program Selantang Dorong Kemandirian dan Harapan Hidup Lebih Tinggi, Ratusan Lansia di Magetan Diwisuda

    Program Selantang Dorong Kemandirian dan Harapan Hidup Lebih Tinggi, Ratusan Lansia di Magetan Diwisuda

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 200
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten Magetan menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas hidup warga lanjut usia melalui program Sekolah Lansia Tangguh (Selantang). Sebanyak 451 wisudawan dan wisudawati dari dua kecamatan resmi diwisuda langsung oleh Bupati Magetan, Nanik Endang Rusminiarti, di Pendopo Surya Graha. Para peserta berasal dari sejumlah desa di Kecamatan Ngariboyo dan Kecamatan Magetan. […]

    Bagikan
  • DPRD Kota Madiun Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025, SILPA Capai Rp154,79 Miliar Jadi Sorotan

    DPRD Kota Madiun Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025, SILPA Capai Rp154,79 Miliar Jadi Sorotan

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 192
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Madiun menggelar Rapat Paripurna dengan agenda penyampaian Nota Keuangan Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025, Senin (29/6/2026). Dalam rapat tersebut, Pemerintah Kota Madiun melaporkan realisasi pendapatan daerah melampaui target, namun menyisakan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) sebesar Rp154,79 miliar […]

    Bagikan
  • SPPG 2 Polres Magetan Salurkan Makanan Bergizi Gratis untuk Pelajar di Poncol

    SPPG 2 Polres Magetan Salurkan Makanan Bergizi Gratis untuk Pelajar di Poncol

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Suasana ceria tampak menyelimuti halaman sekolah-sekolah di wilayah Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan, Rabu (12/11/2025). Ratusan siswa dari berbagai jenjang pendidikan tampak antusias menyambut kedatangan tim SPPG 2 Polres Magetan yang menyalurkan paket Makanan Bergizi Gratis (MBG) perdana. Penyaluran ini menandai beroperasinya dapur SPPG 2 Polres Magetan yang berlokasi di Desa Janggan. […]

    Bagikan
expand_less