Berita Terkini
Trending Tags

Produksi Telur Magetan Melimpah, SPPG Diminta Sajikan Menu Telur 2–3 Kali Sepekan

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 39
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
SPPG didorong serap telur peternak lokal Magetan. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Produksi telur ayam di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, yang mencapai sekitar 79,2 ton per hari membuat pemerintah mendorong program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu instrumen untuk membantu menyerap kelebihan pasokan di tingkat peternak.

Salah satu langkah yang didorong Badan Gizi Nasional (BGN) adalah meningkatkan penggunaan telur sebagai menu MBG. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Magetan diminta menyajikan menu lauk telur sedikitnya dua hingga tiga kali dalam sepekan.

Kebijakan tersebut disampaikan dalam pertemuan ratusan pegawai SPPG di Pendapa Surya Graha, Kabupaten Magetan, Kamis (13/8/2026). Mereka mendapat pengarahan mengenai penguatan tata kelola program sekaligus optimalisasi penggunaan produk pangan lokal.

Wakil Koordinator BGN Regional Jawa Timur, Teguh Bayu Wibowo, mengatakan Magetan menjadi salah satu daerah dengan produksi telur yang tinggi. Karena itu, keberadaan program MBG dinilai dapat dimanfaatkan untuk membantu memperluas serapan telur dari peternak lokal.

“SE itu harus dan wajib dijalankan, terutama di Kabupaten Magetan ini peternaknya luar biasa banyak. Maka dari itu untuk menu telur kami mewajibkan antara dua sampai tiga kali dalam sepekan,” ujar Teguh.

Dorongan tersebut tidak terlepas dari ketimpangan antara produksi dan konsumsi telur di Magetan. Data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut menunjukkan produksi telur di Magetan mencapai sekitar 79,2 ton per hari. Sementara tingkat konsumsi masyarakat hanya berada di kisaran 30,3 ton per hari. Kondisi tersebut menciptakan kelebihan pasokan atau oversupply yang kemudian memberikan tekanan terhadap harga telur di tingkat peternak.

Program MBG sebenarnya telah ikut menyerap produk telur dari pasar. Saat ini, kebutuhan MBG disebut mencapai sekitar 7 ton telur per pekan. Namun, jumlah tersebut dinilai masih belum mampu mengimbangi besarnya produksi telur harian peternak Magetan.

Karena itu, BGN mendorong agar penyerapan melalui program MBG ditingkatkan, terutama dengan mengutamakan produk peternak lokal.

Penguatan serapan telur tersebut juga diperkuat dengan diterbitkannya Surat Edaran BGN Nomor 14 Tahun 2026 tentang Optimalisasi Pembelian Produk Perunggasan. Melalui aturan tersebut, SPPG diwajibkan melakukan pengadaan bahan baku produk perunggasan secara langsung dari peternak.

Teguh mengatakan aturan tersebut perlu dijalankan secara konsisten, terutama di daerah sentra produksi seperti Magetan. Menurutnya, mekanisme pembelian langsung diharapkan dapat memperpendek rantai distribusi sekaligus memberikan kepastian pasar bagi peternak.

Selain persoalan serapan, BGN juga menekankan pentingnya integritas pengelola SPPG dalam proses pengadaan bahan makanan untuk program MBG. Setiap SPPG memiliki acuan harga pembelian atau HAP yang harus menjadi pedoman. Karena itu, proses pengadaan tidak boleh dimanfaatkan untuk mengambil keuntungan melalui penggelembungan harga atau mark-up.

BGN memastikan pengawasan terhadap pengelolaan anggaran dan pengadaan bahan baku MBG akan terus dilakukan. Audit dan pemeriksaan dilakukan untuk memastikan harga pembelian sesuai dengan ketentuan sekaligus mencegah penyimpangan.

Teguh mengingatkan, apabila dalam pemeriksaan ditemukan dugaan pelanggaran, termasuk gratifikasi atau tindak pidana lainnya, persoalan tersebut dapat berujung pada proses hukum.

“Sudah ada acuan HAP-nya, ada standar harganya. Jika hasil audit pemeriksaan menemukan hal tersebut, tidak menutup kemungkinan ada penindakan dari pihak berwajib,” tegasnya.

Menurut Teguh, pengawasan menjadi bagian penting dalam menjaga agar program MBG tidak hanya berjalan dari sisi pemenuhan gizi penerima manfaat, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang sehat bagi rantai pasok pangan lokal.

Bagi Magetan, optimalisasi penyerapan telur melalui MBG menjadi penting di tengah tingginya produksi peternak. Dengan produksi yang lebih dari dua kali lipat konsumsi harian, tambahan pasar diperlukan agar kelebihan pasokan tidak terus menekan harga.

Di sisi lain, peningkatan penggunaan telur sebagai menu MBG harus tetap berjalan dalam koridor tata kelola yang transparan. Dengan pembelian langsung dari peternak, penerapan HAP, serta pengawasan terhadap SPPG, program MBG diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga membantu menjaga keberlangsungan usaha peternak telur di Magetan. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hari Wuryanto dan Purnomo Hadi Gladi Bersih Pelantikan di Istana Negara

    Hari Wuryanto dan Purnomo Hadi Gladi Bersih Pelantikan di Istana Negara

    • calendar_month Rabu, 19 Feb 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab Madiun – Sebanyak 481 kepala daerah terpilih akan dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto. Tak terkecuali  Bupati dan Wakil Bupati terpilih Kabupaten Madiun Hari Wuryanto  dan Purnomo Hadi pada Rabu (19/2/2025) turut mengikuti gladi bersih di Kawasan Monumen Nasional (Monas) Jakarta demi kelancaran pelantikan kepala daerah yang akan dilaksanakan di Istana Negara, pada […]

    Bagikan
  • Bupati Madiun Siapkan 23 M, Untuk Membangun Gedung SD dan SMP

    Bupati Madiun Siapkan 23 M, Untuk Membangun Gedung SD dan SMP

    • calendar_month Senin, 5 Mei 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 111
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Bupati Madiun Hari Wuryanto bersikap cepat melihat kondisi rusaknya sejumlah bangunan baik gedung SD maupun SMP. Tahun ini Pemkab Madiun sudah menyiapkan anggaran sebanyak 23 Milyar untuk membangun gedung SD dan SMP. Bupati mengatakan, rusaknya bangunan tidak disebabkan bencana alam. Gedung yang kurang layak ditempati artinya tidak ujug-ujug mengalami kerusakan. […]

    Bagikan
  • Pembinaan Pemuda Hindu Lewat Yowana Sadhana Dapat Dukungan DPRD dan Pemkab Nganjuk

    Pembinaan Pemuda Hindu Lewat Yowana Sadhana Dapat Dukungan DPRD dan Pemkab Nganjuk

    • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Sinergia | Nganjuk – Kegiatan Yowana Sadhana atau Religi Camp 2026 yang digelar Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (Peradah) Jawa Timur di Pura Kerta Bhuana Giri Wilis, Desa Bajulan, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Nganjuk maupun DPRD setempat. Selain menjadi wadah pembinaan karakter dan kepemimpinan pemuda Hindu, seremoni pembukaan kegiatan juga diisi […]

    Bagikan
  • Cuaca Tak Menentu dan Trauma Harga Anjlok, Luas Tanam Tembakau di Magetan Diprediksi Susut hingga 50 Persen

    Cuaca Tak Menentu dan Trauma Harga Anjlok, Luas Tanam Tembakau di Magetan Diprediksi Susut hingga 50 Persen

    • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Musim tanam tembakau 2026 di Kabupaten Magetan tidak seramai tahun-tahun sebelumnya. Di sejumlah sentra penghasil tembakau, seperti Kecamatan Parang serta kawasan lereng Gunung Lawu yang meliputi Plaosan, Poncol, dan Sidorejo, banyak petani memilih tidak lagi menanam tembakau dan mengalihkan lahannya ke komoditas lain yang dinilai lebih menguntungkan. Ketua Asosiasi Petani Tembakau […]

    Bagikan
  • Segera Hadir Mini Zoo Bertema Australia, Pemkot Madiun Target Dibuka Tahun 2026

    Segera Hadir Mini Zoo Bertema Australia, Pemkot Madiun Target Dibuka Tahun 2026

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 223
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun terus berinovasi dalam mengembangkan destinasi wisata edukatif. Kali ini, Pemkot tengah menyiapkan pembangunan mini zoo bertema Australia yang akan menjadi bagian dari kawasan wisata Kampung Australia di area Ngrowo Edu Park. Proyek ini merupakan hasil kerja sama antara Pemkot Madiun dengan Universitas PGRI Adi Buana (Unipa) Surabaya. […]

    Bagikan
  • Libur Idul Adha 2025, Kunjungan Wisatawan ke Telaga Sarangan Tembus 24 Ribu Orang

    Libur Idul Adha 2025, Kunjungan Wisatawan ke Telaga Sarangan Tembus 24 Ribu Orang

    • calendar_month Senin, 9 Jun 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 205
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Momen libur panjang Idul Adha 1446 H membawa berkah tersendiri bagi sektor pariwisata di Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Selama empat hari masa libur dari 6 hingga 9 Juni 2025, kawasan wisata Telaga Sarangan di lereng Gunung Lawu dipadati ribuan wisatawan. Total pengunjung tercatat mencapai 24.373 orang, meningkat dibandingkan periode yang […]

    Bagikan
expand_less