Minggu, 11 Okt 2026
Trending Tags

Produksi Telur Magetan Melimpah, SPPG Diminta Sajikan Menu Telur 2–3 Kali Sepekan

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Jumat, 14 Agt 2026
  • visibility 166
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
SPPG didorong serap telur peternak lokal Magetan. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Produksi telur ayam di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, yang mencapai sekitar 79,2 ton per hari membuat pemerintah mendorong program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu instrumen untuk membantu menyerap kelebihan pasokan di tingkat peternak.

Salah satu langkah yang didorong Badan Gizi Nasional (BGN) adalah meningkatkan penggunaan telur sebagai menu MBG. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Magetan diminta menyajikan menu lauk telur sedikitnya dua hingga tiga kali dalam sepekan.

Kebijakan tersebut disampaikan dalam pertemuan ratusan pegawai SPPG di Pendapa Surya Graha, Kabupaten Magetan, Kamis (13/8/2026). Mereka mendapat pengarahan mengenai penguatan tata kelola program sekaligus optimalisasi penggunaan produk pangan lokal.

Wakil Koordinator BGN Regional Jawa Timur, Teguh Bayu Wibowo, mengatakan Magetan menjadi salah satu daerah dengan produksi telur yang tinggi. Karena itu, keberadaan program MBG dinilai dapat dimanfaatkan untuk membantu memperluas serapan telur dari peternak lokal.

“SE itu harus dan wajib dijalankan, terutama di Kabupaten Magetan ini peternaknya luar biasa banyak. Maka dari itu untuk menu telur kami mewajibkan antara dua sampai tiga kali dalam sepekan,” ujar Teguh.

Dorongan tersebut tidak terlepas dari ketimpangan antara produksi dan konsumsi telur di Magetan. Data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut menunjukkan produksi telur di Magetan mencapai sekitar 79,2 ton per hari. Sementara tingkat konsumsi masyarakat hanya berada di kisaran 30,3 ton per hari. Kondisi tersebut menciptakan kelebihan pasokan atau oversupply yang kemudian memberikan tekanan terhadap harga telur di tingkat peternak.

Program MBG sebenarnya telah ikut menyerap produk telur dari pasar. Saat ini, kebutuhan MBG disebut mencapai sekitar 7 ton telur per pekan. Namun, jumlah tersebut dinilai masih belum mampu mengimbangi besarnya produksi telur harian peternak Magetan.

Karena itu, BGN mendorong agar penyerapan melalui program MBG ditingkatkan, terutama dengan mengutamakan produk peternak lokal.

Penguatan serapan telur tersebut juga diperkuat dengan diterbitkannya Surat Edaran BGN Nomor 14 Tahun 2026 tentang Optimalisasi Pembelian Produk Perunggasan. Melalui aturan tersebut, SPPG diwajibkan melakukan pengadaan bahan baku produk perunggasan secara langsung dari peternak.

Teguh mengatakan aturan tersebut perlu dijalankan secara konsisten, terutama di daerah sentra produksi seperti Magetan. Menurutnya, mekanisme pembelian langsung diharapkan dapat memperpendek rantai distribusi sekaligus memberikan kepastian pasar bagi peternak.

Selain persoalan serapan, BGN juga menekankan pentingnya integritas pengelola SPPG dalam proses pengadaan bahan makanan untuk program MBG. Setiap SPPG memiliki acuan harga pembelian atau HAP yang harus menjadi pedoman. Karena itu, proses pengadaan tidak boleh dimanfaatkan untuk mengambil keuntungan melalui penggelembungan harga atau mark-up.

BGN memastikan pengawasan terhadap pengelolaan anggaran dan pengadaan bahan baku MBG akan terus dilakukan. Audit dan pemeriksaan dilakukan untuk memastikan harga pembelian sesuai dengan ketentuan sekaligus mencegah penyimpangan.

Teguh mengingatkan, apabila dalam pemeriksaan ditemukan dugaan pelanggaran, termasuk gratifikasi atau tindak pidana lainnya, persoalan tersebut dapat berujung pada proses hukum.

“Sudah ada acuan HAP-nya, ada standar harganya. Jika hasil audit pemeriksaan menemukan hal tersebut, tidak menutup kemungkinan ada penindakan dari pihak berwajib,” tegasnya.

Menurut Teguh, pengawasan menjadi bagian penting dalam menjaga agar program MBG tidak hanya berjalan dari sisi pemenuhan gizi penerima manfaat, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang sehat bagi rantai pasok pangan lokal.

Bagi Magetan, optimalisasi penyerapan telur melalui MBG menjadi penting di tengah tingginya produksi peternak. Dengan produksi yang lebih dari dua kali lipat konsumsi harian, tambahan pasar diperlukan agar kelebihan pasokan tidak terus menekan harga.

Di sisi lain, peningkatan penggunaan telur sebagai menu MBG harus tetap berjalan dalam koridor tata kelola yang transparan. Dengan pembelian langsung dari peternak, penerapan HAP, serta pengawasan terhadap SPPG, program MBG diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga membantu menjaga keberlangsungan usaha peternak telur di Magetan. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkot Madiun Buka Forum Evaluasi, Wali Kota Maidi Tegaskan Kritik Tak Boleh Asal

    Pemkot Madiun Buka Forum Evaluasi, Wali Kota Maidi Tegaskan Kritik Tak Boleh Asal

    • calendar_month Senin, 22 Des 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Pemerintah Kota Madiun mengumpulkan puluhan Organisasi Masyarakat (Ormas) dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dalam kegiatan pembinaan yang digelar pada Senin (22/12/2025). Kegiatan ini menjadi forum evaluasi pembangunan tahun 2025 sekaligus penjaringan aspirasi untuk perencanaan tahun 2026. Wali Kota Madiun Maidi menegaskan Pemkot Madiun terbuka dalam menampung kritik saran dari masyarakat. Termasuk […]

    Bagikan
  • Polres Ponorogo Gelar Nobar Gratis Final Piala Dunia 2026 di Dua Lokasi, Ada Doorprize hingga Musik

    Polres Ponorogo Gelar Nobar Gratis Final Piala Dunia 2026 di Dua Lokasi, Ada Doorprize hingga Musik

    • calendar_month Minggu, 19 Jul 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 240
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Warga Ponorogo yang masih mencari lokasi nonton bareng (nobar) final Piala Dunia 2026 tak perlu bingung. Polres Ponorogo menyiapkan dua titik nobar gratis yang bisa dinikmati masyarakat pada Senin (20/7/2026) dini hari. Kegiatan ini digelar agar masyarakat dapat menyaksikan laga puncak Piala Dunia 2026 dengan aman, nyaman, sekaligus menjaga situasi keamanan […]

    Bagikan
  • Namanya Terseret Polemik PAW Anggota DPRD Magetan, Ini Respon Bupati Nanik

    Namanya Terseret Polemik PAW Anggota DPRD Magetan, Ini Respon Bupati Nanik

    • calendar_month Senin, 22 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 240
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Polemik Pergantian Antar Waktu (PAW) Nur Wakhid anggota DPRD Kabupaten Magetan dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) terus mencuri perhatian publik. Isu yang semula menjadi dinamika internal partai kini berkembang ke ranah politik terbuka dan masuk jalur hukum. Situasi semakin kompleks setelah nama Bupati Magetan, Nanik Sumantri, ikut terseret dalam perdebatan tersebut. […]

    Bagikan
  • Penumpang Kereta Melonjak! PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 7 Madiun Tembus 3 Juta di Triwulan I 2026

    Penumpang Kereta Melonjak! PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 7 Madiun Tembus 3 Juta di Triwulan I 2026

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 286
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Jumlah penumpang kereta api di wilayah Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun mengalami lonjakan signifikan pada triwulan pertama 2026. PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat total 3.017.881 pelanggan selama periode Januari hingga Maret 2026, naik 12 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Dari total tersebut, sebanyak 1.517.883 pelanggan tercatat berangkat, sementara […]

    Bagikan
  • Apa Itu Raudhah? Pengalaman Jemaah Haji Kota Madiun di Masjid Nabawi

    Apa Itu Raudhah? Pengalaman Jemaah Haji Kota Madiun di Masjid Nabawi

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 251
    • 0Komentar

    Sinergia | Madinah – Suasana haru dan khusyuk menyelimuti perjalanan ibadah jemaah haji asal Kota Madiun selama berada di Madinah. Selain menjalankan salat wajib berjamaah di Masjid Nabawi, salah satu momen yang paling dinantikan adalah kesempatan beribadah di Raudhah yakni sebuah tempat yang diyakini sebagai taman surga. Sesuai waktu yang ditentukan, jemaah sudah bersiap dengan […]

    Bagikan
  • UNIPMA Luluskan 1.165 Wisudawan, Jadi Generasi Adaptif dan Inovatif

    UNIPMA Luluskan 1.165 Wisudawan, Jadi Generasi Adaptif dan Inovatif

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 201
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Universitas PGRI Madiun (UNIPMA) kembali menorehkan prestasi dengan meluluskan 1.165 wisudawan dalam Wisuda Program Diploma, Sarjana, dan Sekolah Pascasarjana Periode XVII, yang digelar di Graha Cendekia UNIPMA, Sabtu (25/10/2025). Acara wisuda ini menjadi momentum penting bagi para lulusan untuk memasuki dunia kerja dan kehidupan profesional yang sesungguhnya. Dalam sambutannya, Rektor […]

    Bagikan
expand_less