Berita Terkini
Trending Tags

Pengukuhan PAPDESI Dorong Jadi Penggerak Ekonomi Desa, Produk Lokal Disuplai ke SPPG Untuk Program MBG

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month 6 jam yang lalu
  • visibility 118
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
PAPDESI didorong jadi penggerak ekonomi desa. Foto : Tova-Sinergia

Sinergia | Madiun — Pemerintah pusat mendorong Perkumpulan Aparatur Desa Seluruh Indonesia (PAPDESI) menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat desa sekaligus mempercepat pengentasan kemiskinan. Salah satu strategi yang didorong ialah memperkuat kolaborasi antara aparatur desa, petani, pelaku UMKM, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), hingga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mendukung kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dorongan tersebut disampaikan dalam pengukuhan Pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAPDESI masa bakti 2026-2031 yang digelar di Pendopo Ronggo Djumeno, Kabupaten Madiun, Kamis (13/8/2026).

Acara tersebut dihadiri sekitar 2.000 peserta yang terdiri atas kepala desa dan perangkat desa dari 33 provinsi di Indonesia. Pengukuhan dilanjutkan dengan seminar nasional bertajuk Peran KDKMP dan Program MBG dalam Meningkatkan Perekonomian Desa dan Pengentasan Kemiskinan.

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto mengukuhkan jajaran DPP PAPDESI secara virtual. Dalam sambutannya, Yandri mengapresiasi kekompakan dan kerja PAPDESI serta meminta organisasi tersebut ikut mengawal berbagai program pemerintah pusat.

Menurut Yandri, KDKMP merupakan salah satu instrumen penting untuk membangun ekosistem ekonomi dari desa. Koperasi tersebut diharapkan dapat terhubung dengan potensi ekonomi lokal, termasuk BUMDes, desa wisata, desa ekspor, ketahanan pangan, hingga program MBG.

Ia mengibaratkan pembangunan ekonomi desa seperti lilin-lilin kecil yang jika menyala secara bersama-sama dapat menerangi Indonesia.

Yandri menegaskan, potensi ekonomi setiap desa tidak harus diseragamkan. Justru keberagaman komoditas desa, seperti telur, ayam, lele, nila, kopi, dan cokelat, dapat menjadi kekuatan ekonomi apabila dikembangkan melalui ekosistem yang terintegrasi.

Karena itu, PAPDESI dinilai memiliki posisi strategis untuk memastikan program pemerintah di desa tidak berjalan sendiri-sendiri.

“Program-program ini tidak tumpang tindih, tidak saling meniadakan, tetapi justru saling menguatkan dan memberikan kontribusi terbaik bagi desa-desa di Indonesia,” kata Yandri dalam sambutannya.

Image Not Found
Pengurus DPP PAPDESI 2026-2031 resmi dikukuhkan. Foto : Tova-Sinergia

Sementara itu Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko mengatakan PAPDESI dapat menjadi jembatan antara masyarakat desa sebagai produsen dengan berbagai program pemerintah.

Menurut dia, program MBG tidak cukup hanya dilihat dari sisi pemberian makanan bergizi kepada penerima manfaat. Program tersebut juga harus mampu menciptakan perputaran ekonomi di tingkat desa.

Budiman menyoroti kritik bahwa manfaat ekonomi MBG selama ini berpotensi lebih banyak dinikmati pelaku usaha dari luar desa. Karena itu, PAPDESI dinilai dapat berperan memastikan petani, UMKM, dan produsen lokal masuk dalam rantai pasok program tersebut.

“PAPDESI hadir untuk memberikan jawaban. Ini dikerjakan oleh masyarakat desa, dinakhodai PAPDESI, dengan mengaktifkan suplai bahan mentah untuk MBG. Tidak hanya kualitas biasa, tetapi harus memenuhi standar produk,” ujar Budiman.

Ia mengatakan, tantangan PAPDESI ke depan bukan sekadar menggerakkan masyarakat untuk memproduksi komoditas, tetapi juga meningkatkan kemampuan pengelolaan usaha.

Masyarakat desa, kata Budiman, perlu dibekali pengetahuan mengenai akuntansi, organisasi modern, hingga pengendalian mutu atau quality control.

Dengan demikian, desa tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah, tetapi berkembang menjadi pusat produksi yang mampu memenuhi standar kebutuhan industri.

Budiman berharap kepengurusan baru PAPDESI dapat memperluas pengembangan klaster ekonomi desa. Ia bahkan menargetkan pada 2027 sebanyak 50 ribu desa di Indonesia dapat masuk dalam pengembangan klaster.

Menurutnya, jika rantai pasok MBG mampu mengoptimalkan potensi wilayah setempat, dampaknya tidak hanya terhadap penghematan anggaran, tetapi juga terhadap perputaran ekonomi, ketahanan pangan, dan upaya pengentasan kemiskinan.

“Konsep MBG 80 persen menggunakan wilayah setempat. Kami ingin memastikan masyarakat miskin ikut dan tidak tertinggal dari kemanfaatan program nasional,” katanya.

Ketua Umum DPP PAPDESI masa bakti 2026-2031, Wargiyati, mengatakan penguatan kerja sama antara petani, pelaku UMKM, KDKMP, BUMDes, hingga SPPG sebenarnya telah mulai dilakukan di sejumlah daerah.

Ia mencontohkan Kabupaten Semarang yang telah memiliki nota kesepahaman terkait penyerapan produk desa untuk kebutuhan MBG.

Menurut Wargiyati, ke depan PAPDESI akan mendorong skema serupa diterapkan secara nasional.

Langkah awal dilakukan melalui inventarisasi potensi dan kapasitas produksi masing-masing desa. Jika kapasitas desa dinilai belum mencukupi, pemenuhan kebutuhan dapat melibatkan masyarakat atau pelaku usaha dari luar desa.

“Inventarisasi dahulu. Kalau memang kekuatannya tidak cukup, baru diserahkan kepada masyarakat luar,” ujar Wargiyati.

Skema tersebut diharapkan membuat program MBG tidak berhenti pada distribusi makanan bergizi, tetapi sekaligus menciptakan pasar bagi produk petani, UMKM, BUMDes, dan KDKMP. (Tov)

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peletakan Batu Pertama Pembangunan SPPG, Polres Madiun Dukung Program Makan Bergizi Gratis

    Peletakan Batu Pertama Pembangunan SPPG, Polres Madiun Dukung Program Makan Bergizi Gratis

    • calendar_month Rabu, 25 Jun 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Kapolres Madiun AKBP Mohammad Zainur Rofik melakukan peletakan batu pertama pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di lahan milik Polsek Wungu, Rabu (25/06/2025). Langkah ini merupakan bentuk dukungan konkret Polres Madiun terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah pusat. Pembangunan gedung SPPG tersebut dilakukan bersama sejumlah pejabat utama […]

    Bagikan
  • LPG 3 Kg Masih Langka di Magetan, Meski Tambahan 19 Ribu Tabung Sudah Disalurkan

    LPG 3 Kg Masih Langka di Magetan, Meski Tambahan 19 Ribu Tabung Sudah Disalurkan

    • calendar_month Senin, 30 Jun 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Tambahan 19.040 tabung LPG 3 kilogram yang disalurkan PT Pertamina Patra Niaga sejak Kamis (26/06/2025) hingga Sabtu (28/06/2025) ternyata belum mampu mengatasi kelangkaan yang terus dikeluhkan warga Magetan. Di tengah momentum peringatan Tahun Baru Islam, masyarakat terutama pelaku usaha mikro dan rumah tangga, justru semakin kesulitan mendapatkan gas melon bersubsidi […]

    Bagikan
  • Pemkot Madiun Terus “Hijaukan” Kawasan Pondok Lansia

    Pemkot Madiun Terus “Hijaukan” Kawasan Pondok Lansia

    • calendar_month Minggu, 26 Jan 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kawasan Pondok Lansia Kota Madiun terus berbenah. Tidak hanya soal fisik maupun sarana-prasarana, namun lingkungan pondok lansia yang berada di Kelurahan Klegen Kecamatan Kartoharjo itu juga menjadi perhatian Pemerintah Kota Madiun. Kawasan ini pun terus dihijaukan oleh Pemkot Madiun melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman dengan melakukan penanaman pohon. […]

    Bagikan
  • Angkutan Lebaran 2026, KAI Daop 7 Madiun Kerahkan 355 Personel dan Pantau Titik Rawan 24 Jam photo_camera 2

    Angkutan Lebaran 2026, KAI Daop 7 Madiun Kerahkan 355 Personel dan Pantau Titik Rawan 24 Jam

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 286
    • 0Komentar

    Sinergia| Kota Madiun – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun menggelar apel pasukan Operasi Angkutan Lebaran 2026 pada Jumat (13/3/2026). Apel ini menjadi bagian dari kesiapan KAI Daop 7 dalam menghadapi lonjakan penumpang sekaligus memperkuat pengamanan perjalanan kereta api selama musim mudik dan balik Lebaran. Vice President Daop 7 Madiun, Ali […]

    Bagikan
  • Peringati Hari Jadi ke-107, Pemkot Madiun Gelar Nikah Massal bagi 6 Pasangan

    Peringati Hari Jadi ke-107, Pemkot Madiun Gelar Nikah Massal bagi 6 Pasangan

    • calendar_month Kamis, 19 Jun 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 158
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-107 Kota Madiun, Pemerintah Kota Madiun menggelar acara nikah massal bertajuk Madiun Mantu pada Rabu (19/06/2025). Kegiatan ini dilangsungkan di Rumah Dinas Wali Kota Madiun dan diikuti oleh enam pasangan pengantin dari berbagai latar belakang. Para pasangan tampak bahagia saat menjalani prosesi ijab kabul yang […]

    Bagikan
  • Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pokir DPRD Magetan Terkuak, Pengawasan Anggaran Daerah Dinilai Tak Optimal

    Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pokir DPRD Magetan Terkuak, Pengawasan Anggaran Daerah Dinilai Tak Optimal

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kasus dugaan korupsi dana hibah pokir DPRD Magetan membuka fakta adanya kelemahan dalam sistem pengawasan pengelolaan keuangan daerah. Kepala Kejari Magetan, Sabrul Iman, menyebut bahwa praktik penyimpangan dapat terjadi karena lemahnya kontrol pada setiap tahapan penyaluran hibah. “Pengawasan yang tidak optimal membuka celah bagi oknum untuk memanipulasi proses, mulai dari perencanaan […]

    Bagikan
expand_less