Remaja 14 Tahun Tenggelam di Sungai Sampung, Evakuasi Berlangsung Hampir Satu Jam
- account_circle Ega Patria
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 37
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ponorogo – Seorang remaja berusia 14 tahun, Ilham Tazali, warga Dusun Jati, Desa Sayutan, Kecamatan Parang, meninggal dunia setelah tenggelam di Sungai Sampung, tepatnya di bawah jembatan sungai di Kecamatan Sampung, Sabtu (19/9/2026).
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 17.00 WIB. Berdasarkan informasi awal dari kepolisian, korban saat itu berada di sekitar sungai bersama tiga rekannya untuk memancing.
Kapolsek Sampung AKP Agus Supriyanto mengatakan, berdasarkan keterangan awal yang diterima polisi, korban sempat hendak menyeberang. Namun, korban diduga terpeleset hingga jatuh dan tenggelam.
“Informasi awal, yang bersangkutan sedang melakukan aktivitas mancing bersama tiga rekannya. Semuanya berjumlah empat orang. Kemudian yang satu anak ini mau menyeberang, tidak tahunya terpeleset dan tenggelam,” kata Agus Supriyanto.
Setelah menerima laporan, proses pencarian dan evakuasi dilakukan oleh tim BPBD Ponorogo dengan dibantu masyarakat dan anggota Polri. Korban akhirnya berhasil ditemukan sekitar pukul 18.50 WIB.
Proses evakuasi berlangsung hampir satu jam. Petugas mengalami kendala karena kondisi sungai cukup dalam dan terdapat palung yang mengarah ke bagian bawah jembatan serta pondasi.
Anggota BPBD Ponorogo, Suwito, mengatakan kedalaman sungai di lokasi mencapai sekitar tiga hingga empat meter. Selain itu, arus di bagian bawah jembatan cukup deras sehingga menyulitkan proses pencarian.

“Dikarenakan terlalu dalam, terus ada palung yang mengarah ke tebing atau ke bawah jembatan, ke pondasinya. Jadi kita agak kesulitan untuk melakukan evakuasi. Karena di bawah pun terdapat arus,” jelas Suwito.
Petugas sempat melakukan upaya pencarian menggunakan tali. Tali bahkan sempat mengenai pakaian korban, namun terlepas karena kondisi arus. Petugas kemudian melakukan penyelaman dengan dibantu warga hingga akhirnya korban berhasil ditemukan.
Menurut AKP Agus Supriyanto, korban saat ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia. Namun, polisi masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab kematian korban.
“Untuk kita lihat secara kasat mata, korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia. Kepastian terkait meninggal dunianya akibat tenggelam atau akibat hal yang lain, kita perlu melakukan pendalaman,” ujar Agus Supriyanto.
Selanjutnya, korban dievakuasi ke Puskesmas untuk menjalani pemeriksaan dan visum. Sementara itu, tiga rekan korban yang berada di lokasi dalam kondisi selamat dan masih dimintai keterangan oleh polisi untuk memperjelas kronologi kejadian. (Ega)
- Penulis: Ega Patria
- Editor: Diez





