Berita Terkini
Trending Tags

Kasus Suspek Campak di Magetan Capai 10 Orang, Dinkes Perketat Pemantauan

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
  • visibility 88
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Kantor Dinkes Kab. Magetan. Foto : Kusnanto-Sinergia

Sinergia | Magetan – Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan meningkatkan kewaspadaan setelah mendapati 10 warga berstatus suspek campak di awal tahun 2026. Mereka tersebar di delapan kecamatan dan kini berada dalam pemantauan intensif fasilitas kesehatan setempat.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Magetan, Suwantyo, menyebut temuan tersebut tercatat hingga pekan ke-9 tahun ini. Ia menegaskan bahwa meski kasus positif belum ditemukan, indikasi klinis dari para suspek harus ditindaklanjuti secara serius.

Menurutnya, campak tengah merebak di sejumlah wilayah Indonesia. “Untuk Magetan saat ini belum ada kasus positif, tetapi kami menemukan 10 suspek dari berbagai kelompok usia,” ujarnya.

Seluruh suspek telah diambil sampel darahnya untuk diteliti lebih lanjut di laboratorium kesehatan di Surabaya. Hasil analisis sampel tersebut akan menentukan kepastian diagnosis sekaligus menjadi dasar langkah lanjutan dari Dinas Kesehatan.

Suwantyo menjelaskan bahwa campak tidak dapat dianggap sepele. Ia mengingatkan bahwa komplikasi seperti pneumonia hingga radang otak dapat terjadi, terutama pada anak kecil atau individu dengan imunitas lemah. Karena itu, masyarakat diminta memahami kembali risiko campak, termasuk bagi orang dewasa yang merasa sudah pernah divaksin.

Ia memaparkan, pada tahun 2025 Dinkes Magetan mencatat 43 suspek campak dengan tiga di antaranya terkonfirmasi positif. “Melihat tren yang kembali meningkat, sosialisasi akan kami masifkan, termasuk melalui flayer dan ajakan untuk menerapkan PHBS,” tuturnya.

Meski upaya pencegahan terus dilakukan, Suwantyo mengakui masih ada sebagian warga yang menolak imunisasi campak, terutama karena ketakutan yang tidak berdasar maupun faktor kepercayaan.

Di sisi lain, menjelang momentum Idulfitri, potensi penyebaran campak dinilai lebih tinggi mengingat mobilitas dan aktivitas masyarakat meningkat. Virus campak yang menular melalui udara dapat dengan cepat berpindah antarorang dalam kerumunan.

“Ada beberapa yang menolak imunisasi, tetapi jumlahnya tidak banyak. Lebaran nanti menjadi perhatian kami karena banyak orang berkumpul. Jika ada keluhan seperti batuk, pilek, atau gejala lain yang menyerupai campak, sebaiknya segera periksa ke fasilitas kesehatan,” imbaunya.

Dinkes Magetan menegaskan akan terus meningkatkan sosialisasi dan screening untuk deteksi dini, sekaligus mengajak masyarakat tidak mengabaikan gejala yang dicurigai terkait campak.(Kus).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Kris/Byg

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ratusan Petugas BPD Ponorogo Desak Dilibatkan Dalam Program Koperasi Merah Putih

    Ratusan Petugas BPD Ponorogo Desak Dilibatkan Dalam Program Koperasi Merah Putih

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 116
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo — Ratusan petugas Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, yang tergabung dalam ABPENAS (Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional) menggeruduk Gedung DPRD setempat, Selasa (20/1/2026). Mereka menuntut peran yang lebih besar dalam menyukseskan program strategis pemerintah pusat, yakni Koperasi Desa Merah Putih. Massa menyampaikan aspirasi kepada DPRD Ponorogo, perwakilan Kodim […]

    Bagikan
  • Tebing 15 Meter Longsor, Seorang Petani di Panekan Magetan Nyaris Tertimbun

    Tebing 15 Meter Longsor, Seorang Petani di Panekan Magetan Nyaris Tertimbun

    • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Hujan deras yang mengguyur wilayah Magetan memicu bencana tanah longsor kembali. Seorang petani bernama Pardi, warga Dusun Dagung, Desa Bedagung, Kecamatan Panekan, nyaris kehilangan nyawa setelah tertimbun material longsor di area kebun, Selasa (11/11/2025) sore. Peristiwa terjadi ketika korban hendak menuju sawah di tengah cuaca gerimis setelah hujan lebat. Saat melintas […]

    Bagikan
  • Tingkatkan Respons Kebakaran, Pemkot Madiun Siapkan Pos Damkar Baru

    Tingkatkan Respons Kebakaran, Pemkot Madiun Siapkan Pos Damkar Baru

    • calendar_month Rabu, 30 Jul 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 49
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun terus berupaya meningkatkan pelayanan kebakaran demi mempercepat respons penanganan kejadian darurat di wilayah Kota Madiun. Salah satu langkah yang diambil adalah rencana pembangunan tiga pos pelayanan kebakaran, masing-masing satu pos di tiga kecamatan Kota Madiun. Rencana tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Madiun, Maidi, dalam kegiatan Sosialisasi […]

    Bagikan
  • Segini Gaji dan Tunjangan DPRD Magetan Tahun 2024, Tembus Rp. 23,7 Miliar

    Segini Gaji dan Tunjangan DPRD Magetan Tahun 2024, Tembus Rp. 23,7 Miliar

    • calendar_month Kamis, 11 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 70
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Alokasi anggaran untuk gaji dan tunjangan anggota DPR maupun DPRD tengah menjadi sorotan masyarakat. Seperti tunjangan perumahan DPR RI yang sempat menjadi pemicu aksi unjuk rasa di berbagai daerah, meski akhirnya tunjangan tersebut dibatalkan. Lalu bagaimana dengan gaji dan tunjangan DPRD Kabupaten Magetan? Sesuai data yang dihimpun, Pemerintah Kabupaten Magetan mengalokasikan […]

    Bagikan
  • BNPB Catat 18 Desa di Kabupaten Madiun Terdampak Bencana Hidrometeorologi

    BNPB Catat 18 Desa di Kabupaten Madiun Terdampak Bencana Hidrometeorologi

    • calendar_month Senin, 17 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Sinergia | Jakarta – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur, menyebabkan bencana banjir dan tanah longsor pada Sabtu (15/3/2025). Selain itu, tanah longsor juga terjadi di beberapa wilayah akibat kondisi tanah yang labil setelah diguyur hujan deras. Berdasarkan data yang diterima Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), banjir melanda enam […]

    Bagikan
  • Warga Serbu Penyaluran 20 Ton Beras Murah oleh Polres Ngawi

    Warga Serbu Penyaluran 20 Ton Beras Murah oleh Polres Ngawi

    • calendar_month Senin, 11 Agt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 61
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Sebanyak 20 ton beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) disalurkan Polres Ngawi bersama Polsek jajaran kepada masyarakat, Senin (11/08/2025). Penyaluran dilakukan melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) di halaman Mapolres Ngawi. Beras SPHP yang disediakan Perum Bulog Cabang Madiun itu dijual seharga Rp11.500 per kilogram. Tujuannya, menjaga kestabilan harga dan […]

    Bagikan
expand_less