Rabu, 28 Okt 2026
Trending Tags

Kasus Suspek Campak di Magetan Capai 10 Orang, Dinkes Perketat Pemantauan

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
  • visibility 286
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Kantor Dinkes Kab. Magetan. Foto : Kusnanto-Sinergia

Sinergia | Magetan – Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan meningkatkan kewaspadaan setelah mendapati 10 warga berstatus suspek campak di awal tahun 2026. Mereka tersebar di delapan kecamatan dan kini berada dalam pemantauan intensif fasilitas kesehatan setempat.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Magetan, Suwantyo, menyebut temuan tersebut tercatat hingga pekan ke-9 tahun ini. Ia menegaskan bahwa meski kasus positif belum ditemukan, indikasi klinis dari para suspek harus ditindaklanjuti secara serius.

Menurutnya, campak tengah merebak di sejumlah wilayah Indonesia. “Untuk Magetan saat ini belum ada kasus positif, tetapi kami menemukan 10 suspek dari berbagai kelompok usia,” ujarnya.

Seluruh suspek telah diambil sampel darahnya untuk diteliti lebih lanjut di laboratorium kesehatan di Surabaya. Hasil analisis sampel tersebut akan menentukan kepastian diagnosis sekaligus menjadi dasar langkah lanjutan dari Dinas Kesehatan.

Suwantyo menjelaskan bahwa campak tidak dapat dianggap sepele. Ia mengingatkan bahwa komplikasi seperti pneumonia hingga radang otak dapat terjadi, terutama pada anak kecil atau individu dengan imunitas lemah. Karena itu, masyarakat diminta memahami kembali risiko campak, termasuk bagi orang dewasa yang merasa sudah pernah divaksin.

Ia memaparkan, pada tahun 2025 Dinkes Magetan mencatat 43 suspek campak dengan tiga di antaranya terkonfirmasi positif. “Melihat tren yang kembali meningkat, sosialisasi akan kami masifkan, termasuk melalui flayer dan ajakan untuk menerapkan PHBS,” tuturnya.

Meski upaya pencegahan terus dilakukan, Suwantyo mengakui masih ada sebagian warga yang menolak imunisasi campak, terutama karena ketakutan yang tidak berdasar maupun faktor kepercayaan.

Di sisi lain, menjelang momentum Idulfitri, potensi penyebaran campak dinilai lebih tinggi mengingat mobilitas dan aktivitas masyarakat meningkat. Virus campak yang menular melalui udara dapat dengan cepat berpindah antarorang dalam kerumunan.

“Ada beberapa yang menolak imunisasi, tetapi jumlahnya tidak banyak. Lebaran nanti menjadi perhatian kami karena banyak orang berkumpul. Jika ada keluhan seperti batuk, pilek, atau gejala lain yang menyerupai campak, sebaiknya segera periksa ke fasilitas kesehatan,” imbaunya.

Dinkes Magetan menegaskan akan terus meningkatkan sosialisasi dan screening untuk deteksi dini, sekaligus mengajak masyarakat tidak mengabaikan gejala yang dicurigai terkait campak.(Kus).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Kris/Byg

Rekomendasi Untuk Anda

  • Purna Tugas Dirut Perumdam Madiun Paparkan Kinerja, Pendapatan Belum Tercapai, Laba Tetap Meningkat

    Purna Tugas Dirut Perumdam Madiun Paparkan Kinerja, Pendapatan Belum Tercapai, Laba Tetap Meningkat

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 229
    • 0Komentar

    Sinergia |Kota Madiun – Direktur Utama Perumdam Tirta Taman Sari Kota Madiun, Suyoto resmi purna tugas dari jabatannya. Usai dilantik pada 2021 lalu, posisi pimpinan perusahaan plat merah tersebut bakal segera diganti. Dihadapan Plt Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun serta Dewan Pengawas, Suyoto mengakui target pendapatan perusahaan selama lima tahun terakhir belum sepenuhnya tercapai. […]

    Bagikan
  • Ratusan Rider dari Berbagai Daerah Meriahkan Push Bike Championship 2026 di Caruban Madiun

    Ratusan Rider dari Berbagai Daerah Meriahkan Push Bike Championship 2026 di Caruban Madiun

    • calendar_month Minggu, 4 Okt 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 273
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Sebanyak 400 anak dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti ajang Kampung Pesilat Push Bike Championship 2026 yang digelar di kawasan Alun-Alun Reksogati, Caruban, Kabupaten Madiun, Sabtu (3/10/2026). Kejuaraan ini menjadi wadah untuk mengembangkan bakat olahraga, melatih sportivitas, dan menjaring bibit atlet sejak usia dini. Dibuka langsung oleh Bupati Madiun, Hari Wuryanto, […]

    Bagikan
  • 48 Personel Polres Magetan Terima Tanda Kehormatan Pengabdian Satya Lencana

    48 Personel Polres Magetan Terima Tanda Kehormatan Pengabdian Satya Lencana

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 276
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan — Sebanyak 48 personel Polres Magetan menerima Tanda Kehormatan Pengabdian Satya Lencana dari Pemerintah Republik Indonesia. Penganugerahan yang digelar di halaman Polres Magetan itu menjadi penanda perjalanan panjang puluhan anggota kepolisian yang selama bertahun-tahun berada di garda terdepan pelayanan publik dan penegakan hukum. Upacara dipimpin Wakapolres Magetan Kompol Dodik Wibowo, dan dihadiri […]

    Bagikan
  • PSHT Apresiasi Pengamanan di Madiun, Pastikan Aktivitas Organisasi Kembali Normal

    PSHT Apresiasi Pengamanan di Madiun, Pastikan Aktivitas Organisasi Kembali Normal

    • calendar_month Jumat, 2 Okt 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 165
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Pusat Madiun mengapresiasi langkah Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di wilayah Madiun Raya dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat menyusul perkembangan situasi beberapa hari terakhir. PSHT menilai pengamanan yang dilakukan aparat berjalan baik dan terukur sehingga mampu menjaga kondusivitas serta […]

    Bagikan
  • Wabah PMK Kembali Serang Magetan, Peternak Terpaksa Jual Murah Sapi

    Wabah PMK Kembali Serang Magetan, Peternak Terpaksa Jual Murah Sapi

    • calendar_month Senin, 15 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) kembali merebak di Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Desa Bogoarum, Kecamatan Plaosan, menjadi pusat perhatian setelah tiga ekor sapi dilaporkan mati sejak awal September 2025. Kondisi ini membuat lebih dari separuh populasi sapi di desa tersebut terinfeksi. Para peternak pun tak punya banyak pilihan selain menjual […]

    Bagikan
  • Lapas Ngawi Gelar Skrining TBC dan HIV, Wujud Nyata Komitmen Kesehatan Warga Binaan

    Lapas Ngawi Gelar Skrining TBC dan HIV, Wujud Nyata Komitmen Kesehatan Warga Binaan

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 201
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ngawi menggelar pemeriksaan kesehatan bagi seluruh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui kegiatan screening Tuberkulosis (TBC) dan HIV. Pemeriksaan dilakukan dengan metode Active Case Finding menggunakan Chest X-Ray (CXR) dan tes darah yang dilaksanakan selama dua hari. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan […]

    Bagikan
expand_less