Gubernur Jatim Khofifah Dorong Pasar Murah Jadi Upaya Jaga Daya Beli Warga di Ponorogo
- account_circle Ega Patria
- calendar_month 56 menit yang lalu
- visibility 17
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ponorogo – Upaya menjaga daya beli masyarakat terus dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Salah satunya melalui program pasar murah yang menyasar langsung masyarakat di berbagai daerah.
Kali ini, pasar murah digelar di depan Kantor Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Sabtu sore (19/9/2026).
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, kegiatan tersebut merupakan pasar murah ke-140 yang digelar Pemprov Jatim sepanjang 2026. Sehari sebelumnya, kegiatan serupa dilaksanakan di Mojokerto.
“Di Kecamatan Pulung Ponorogo ini merupakan pasar murah yang ke-140 di tahun 2026. Kemarin ke-139 kita melaksanakan di Mojokerto,” kata Khofifah.
Khofifah menjelaskan, pasar murah digelar secara berpindah-pindah untuk memperluas jangkauan masyarakat. Pemerintah ingin memastikan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau dapat diakses masyarakat secara lebih dekat.
“Pokoknya kita muter mendekatkan penjangkauan kepada konsumen. Harapannya daya beli masyarakat terjaga, juga melakukan penetrasi dari inflasi,” ujarnya.
Menurut Khofifah, program pasar murah yang dijalankan Pemprov Jatim bukan untuk menggantikan program pemerintah kabupaten maupun kota. Kegiatan tersebut justru menjadi tambahan untuk memperluas manfaat program serupa yang telah berjalan di daerah.
“Kita sebetulnya melakukan sebagai komplementaritas dari apa yang sudah dilakukan bupati. Di daerah kan pada dasarnya ada program pasar murah. Tapi kita melakukan pelapisan,” jelasnya.
Ia berharap pelaksanaan pasar murah di berbagai wilayah dapat semakin banyak menjangkau masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
“Rasanya makin banyak yang tersapa. Maka daya beli masyarakat bisa kita jaga keterjangkauannya,” ucap Khofifah.
Sejumlah warga pun memanfaatkan pasar murah tersebut untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari. Salah satunya Sriyani, warga Kecamatan Pulung.
Ia mengaku terbantu karena sejumlah bahan pokok yang dijual di lokasi pasar murah ditawarkan dengan harga lebih rendah dibandingkan harga yang biasa ditemuinya.
“Ini pasar murah, ya senang karena bisa beli dengan harga yang murah. Sangat membantu lah,” kata Sriyani.
Sriyani membeli beberapa kebutuhan pokok, di antaranya tepung terigu, minyak goreng, telur, dan gula pasir.
Ia menyebut telur dijual Rp20 ribu per kemasan, tepung terigu Rp10 ribu, minyak goreng Rp13 ribu, dan gula pasir Rp14 ribu.
“Telur Rp20 ribu per kemasan, terigu Rp10 ribu, minyak goreng Rp13 ribu, gula Rp14 ribu,” ujarnya.
Menurut Sriyani, harga tersebut lebih murah dibandingkan harga yang biasa ia dapatkan. Selisihnya, kata dia, sekitar Rp3.500 untuk gula, Rp4.000 untuk telur, dan sekitar Rp3.000 untuk minyak goreng.
“Sangat terbantu. Harapannya, kalau setiap hari harganya murah ya sangat membantu sekali,” tuturnya. (Ega)
- Penulis: Ega Patria
- Editor: Diez





