Berita Terkini
Trending Tags

Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Monumen Kresek, Pemkab Madiun Ingin Generasi Muda Pahami Sejarah Lokal

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 37
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Upacara Hari Kesaktian Pancasila digelar di Monumen Kresek Madiun. (1/10/2026), Foto : Tova-Sinergia

Sinergia | Madiun — Pemerintah Kabupaten Madiun  berupaya meluruskan stigma sejarah yang selama ini melekat pada daerahnya. Pesan itu disampaikan Bupati Madiun Hari Wuryanto saat memimpin upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Monumen Kresek, Kecamatan Wungu, Kamis (1/10/2026).

Di lokasi yang menjadi pengingat Peristiwa Madiun 1948 itu, Hari Wuryanto menegaskan bahwa masyarakat Kabupaten Madiun bukan pihak yang melakukan pemberontakan, melainkan menjadi korban kekerasan dalam konflik yang terjadi pada September 1948.

“Kita ingin meluruskan bahwa Madiun itu bukan pemberontak, tapi Madiun itu adalah korban keganasan PKI pada saat itu,” kata Hari.

Menurut dia, pesan tersebut penting disampaikan kepada generasi muda agar mereka memahami sejarah daerahnya secara utuh. Terlebih, masih ada stigma di tengah masyarakat yang mengaitkan Madiun secara langsung dengan PKI.

Hari mengatakan, peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Monumen Kresek bukan sekadar seremoni. Momentum tersebut sekaligus menjadi pengingat agar masyarakat, terutama generasi muda, memahami pentingnya mempertahankan Pancasila sebagai ideologi negara.

Image Not Found
Bupati Madiun Hari Wuryanto memimpin upacara di Monumen Kresek. Foto : Tova-Sinergia

“Kita semua harus menjaga Pancasila. Itu pertama. Yang kedua, kita juga ingin meluruskan bahwa Madiun itu bukan pemberontak,” ujarnya.

Pemkab Madiun juga berencana memperkuat pemahaman sejarah lokal kepada pelajar melalui pembelajaran di sekolah.

Menurut Hari, edukasi tersebut penting agar generasi muda tidak hanya memahami sejarah Indonesia secara nasional, tetapi juga mengetahui peristiwa sejarah yang terjadi di daerahnya.

“Terus kita berikan kegiatan itu. Termasuk kemarin, pada saat kita memberikan wawasan kebangsaan kepada anak-anak kita, kita juga sampaikan,” jelasnya.

Ia menyebut pemahaman sejarah lokal akan menjadi bagian dari upaya pendidikan wawasan kebangsaan bagi pelajar di Kabupaten Madiun. Dengan demikian, siswa diharapkan memahami bahwa masyarakat Madiun memiliki pengalaman sejarah sebagai bagian dari korban konflik pada 1948.

Hari juga menyinggung posisi Musso dan Amir Sjarifuddin yang bukan berasal dari Madiun. Monumen Kresek di Desa Kresek, Kecamatan Wungu, merupakan salah satu situs yang berkaitan dengan Peristiwa Madiun 1948.

Peristiwa tersebut bermula pada 18 September 1948 ketika kelompok kiri yang dipimpin Musso mengambil alih Madiun. Pemerintah Republik Indonesia kemudian melakukan operasi militer dan berhasil merebut kembali Madiun pada akhir September 1948.

Kawasan Kresek menjadi salah satu lokasi terjadinya kekerasan terhadap sejumlah tokoh masyarakat, ulama, prajurit TNI dan warga. Monumen tersebut kemudian dibangun sebagai pengingat atas korban dan peristiwa sejarah tersebut.

Image Not Found
Monumen Kresek menjadi lokasi peringatan Hari Kesaktian Pancasila. Foto : Tova-Sinergia

Karena itu, bagi Pemkab Madiun, Monumen Kresek tidak hanya menjadi tempat mengenang masa lalu, tetapi juga ruang edukasi bagi generasi muda.

Hari Wuryanto berharap pemahaman sejarah tersebut dapat membangun kepercayaan diri generasi muda Madiun. Ia bahkan menyinggung bahwa stigma masa lalu sempat membuat sebagian anak muda merasa minder ketika hendak mendaftar sebagai anggota TNI maupun Polri.

“Alhamdulillah saat ini sudah mulai. Mereka sudah percaya diri. Kalau dulu mau daftar TNI/Polri minder, tapi sekarang alhamdulillah sudah bisa kita luruskan,” ujarnya.

Hari kembali meminta masyarakat membantu menyampaikan narasi sejarah tersebut secara proporsional kepada generasi berikutnya.

“Sampaikan, bantu untuk menginformasikan kepada seluruh masyarakat bahwa Kabupaten Madiun itu sebagai korban, bukan sebagai pemberontak,” pungkasnya. (Tov)

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kecelakaan Tragis di Ruas Tol Ngawi, Mobil 7 Penumpang Hantam Bus

    Kecelakaan Tragis di Ruas Tol Ngawi, Mobil 7 Penumpang Hantam Bus

    • calendar_month Minggu, 26 Jan 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 180
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ngawi – Kecelakaan lalu lintas di ruas tol Solo-Ngawi kembali terjadi. Mobil putih dengan Nopol T 1062 CB yang dikendarai oleh Teguh Rizal Fachri (42) warga Desa Margosari, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat menabrak bagian belakang bus Bus NS Trans nopol AG 7617 US di ruas Tol Solo – Ngawi KM […]

    Bagikan
  • Polsek Geger Bekali Tim lapangan Respon Cepat Penanganan Awal Kejadian Lewat Coaching Clinic

    Polsek Geger Bekali Tim lapangan Respon Cepat Penanganan Awal Kejadian Lewat Coaching Clinic

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 201
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab.Madiun — Penanganan awal sebuah peristiwa kerap menentukan arah sebuah kasus. Polsek Geger pun menjadikan prioritas lewat coaching clinic First Responder yang melatih 65 petugas garda terdepan di Kecamatan Geger, Madiun, Selasa (25/11/2025). Sebanyak 65 peserta dari unsur keamanan dan masyarakat mengikuti pelatihan yang dirancang untuk memperkuat respons cepat terhadap insiden di lapangan. […]

    Bagikan
  • Imigrasi Madiun Terbitkan 973 Paspor Calon Jemaah Haji, Target Rampung Akhir September

    Imigrasi Madiun Terbitkan 973 Paspor Calon Jemaah Haji, Target Rampung Akhir September

    • calendar_month Kamis, 24 Sep 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Madiun telah menyelesaikan 973 permohonan paspor calon jemaah haji (CJH) dari total 1.618 kuota jemaah di empat kabupaten/kota wilayah kerjanya. Pelayanan paspor haji tersebut ditargetkan rampung sesuai jadwal pada akhir September 2026. Pelayanan khusus CJH ini telah dimulai sejak 19 Agustus 2026 dan menyasar calon […]

    Bagikan
  • Usai OTT oleh KPK, Rumah Kelahiran Bupati Sugiri Terpantau Sepi

    Usai OTT oleh KPK, Rumah Kelahiran Bupati Sugiri Terpantau Sepi

    • calendar_month Sabtu, 8 Nov 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 278
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Wartawan Sinergia Mediatama melakukan penelusuran ke rumah tempat kelahiran Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko di wilayah Desa Gelang Kulon, Kecamatan Sampung, Ponorogo. Dari pantauan di lokasi pada Sabtu (08/11/2025) siang, suasana rumah bercat abu-gelap dengan halaman luas itu tampak sepi. Tak terlihat aktivitas berarti. Salah satu kerabat yang ditemui di sekitar rumah […]

    Bagikan
  • Viral Jukir Tarik Tarif Parkir Rp. 10 Ribu per Motor, Berujung Minta Maaf

    Viral Jukir Tarik Tarif Parkir Rp. 10 Ribu per Motor, Berujung Minta Maaf

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 352
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Malam pergantian Tahun Baru 2026 di Kota Madiun dihebohkan persoalan tarif parkir kendaraan bermotor. Pasalnya, salah satu juru parkir (Jukir) viral di media sosial lantaran menarik tarif sebesar Rp. 10.000 per motor. Padahal, sesuai Peraturan Daerah (Perda) Kota Madiun Nomor 9 Tahun 2023 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) […]

    Bagikan
  • Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadhan 1446 H Jatuh di Tanggal 1 Maret 2025

    Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadhan 1446 H Jatuh di Tanggal 1 Maret 2025

    • calendar_month Rabu, 12 Feb 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Sinergia | Yogyakarta – PP Muhammadiyah telah menetapkan awal Ramadhan 1446 hijriah. Dikutip dari keterangan resmi yang disampaikan Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Muhammad Sayuti melalui konferensi pers dalam website resmi muhammadiyah.or.id Rabu (12/2/2025). Turut hadir pada acara tersebut, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir serta Ketua PP Muhammadiyah Syamsul Anwar dan Agung Danarto. “Muhammadiyah tetapkan 1 Ramadan […]

    Bagikan
expand_less