Kamis, 15 Okt 2026
Trending Tags

Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Monumen Kresek, Pemkab Madiun Ingin Generasi Muda Pahami Sejarah Lokal

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Kamis, 1 Okt 2026
  • visibility 122
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Upacara Hari Kesaktian Pancasila digelar di Monumen Kresek Madiun. (1/10/2026), Foto : Tova-Sinergia

Sinergia | Madiun — Pemerintah Kabupaten Madiun  berupaya meluruskan stigma sejarah yang selama ini melekat pada daerahnya. Pesan itu disampaikan Bupati Madiun Hari Wuryanto saat memimpin upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Monumen Kresek, Kecamatan Wungu, Kamis (1/10/2026).

Di lokasi yang menjadi pengingat Peristiwa Madiun 1948 itu, Hari Wuryanto menegaskan bahwa masyarakat Kabupaten Madiun bukan pihak yang melakukan pemberontakan, melainkan menjadi korban kekerasan dalam konflik yang terjadi pada September 1948.

“Kita ingin meluruskan bahwa Madiun itu bukan pemberontak, tapi Madiun itu adalah korban keganasan PKI pada saat itu,” kata Hari.

Menurut dia, pesan tersebut penting disampaikan kepada generasi muda agar mereka memahami sejarah daerahnya secara utuh. Terlebih, masih ada stigma di tengah masyarakat yang mengaitkan Madiun secara langsung dengan PKI.

Hari mengatakan, peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Monumen Kresek bukan sekadar seremoni. Momentum tersebut sekaligus menjadi pengingat agar masyarakat, terutama generasi muda, memahami pentingnya mempertahankan Pancasila sebagai ideologi negara.

Image Not Found
Bupati Madiun Hari Wuryanto memimpin upacara di Monumen Kresek. Foto : Tova-Sinergia

“Kita semua harus menjaga Pancasila. Itu pertama. Yang kedua, kita juga ingin meluruskan bahwa Madiun itu bukan pemberontak,” ujarnya.

Pemkab Madiun juga berencana memperkuat pemahaman sejarah lokal kepada pelajar melalui pembelajaran di sekolah.

Menurut Hari, edukasi tersebut penting agar generasi muda tidak hanya memahami sejarah Indonesia secara nasional, tetapi juga mengetahui peristiwa sejarah yang terjadi di daerahnya.

“Terus kita berikan kegiatan itu. Termasuk kemarin, pada saat kita memberikan wawasan kebangsaan kepada anak-anak kita, kita juga sampaikan,” jelasnya.

Ia menyebut pemahaman sejarah lokal akan menjadi bagian dari upaya pendidikan wawasan kebangsaan bagi pelajar di Kabupaten Madiun. Dengan demikian, siswa diharapkan memahami bahwa masyarakat Madiun memiliki pengalaman sejarah sebagai bagian dari korban konflik pada 1948.

Hari juga menyinggung posisi Musso dan Amir Sjarifuddin yang bukan berasal dari Madiun. Monumen Kresek di Desa Kresek, Kecamatan Wungu, merupakan salah satu situs yang berkaitan dengan Peristiwa Madiun 1948.

Peristiwa tersebut bermula pada 18 September 1948 ketika kelompok kiri yang dipimpin Musso mengambil alih Madiun. Pemerintah Republik Indonesia kemudian melakukan operasi militer dan berhasil merebut kembali Madiun pada akhir September 1948.

Kawasan Kresek menjadi salah satu lokasi terjadinya kekerasan terhadap sejumlah tokoh masyarakat, ulama, prajurit TNI dan warga. Monumen tersebut kemudian dibangun sebagai pengingat atas korban dan peristiwa sejarah tersebut.

Image Not Found
Monumen Kresek menjadi lokasi peringatan Hari Kesaktian Pancasila. Foto : Tova-Sinergia

Karena itu, bagi Pemkab Madiun, Monumen Kresek tidak hanya menjadi tempat mengenang masa lalu, tetapi juga ruang edukasi bagi generasi muda.

Hari Wuryanto berharap pemahaman sejarah tersebut dapat membangun kepercayaan diri generasi muda Madiun. Ia bahkan menyinggung bahwa stigma masa lalu sempat membuat sebagian anak muda merasa minder ketika hendak mendaftar sebagai anggota TNI maupun Polri.

“Alhamdulillah saat ini sudah mulai. Mereka sudah percaya diri. Kalau dulu mau daftar TNI/Polri minder, tapi sekarang alhamdulillah sudah bisa kita luruskan,” ujarnya.

Hari kembali meminta masyarakat membantu menyampaikan narasi sejarah tersebut secara proporsional kepada generasi berikutnya.

“Sampaikan, bantu untuk menginformasikan kepada seluruh masyarakat bahwa Kabupaten Madiun itu sebagai korban, bukan sebagai pemberontak,” pungkasnya. (Tov)

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wartawan Laporkan Dugaan Intimidasi Pegawai SPPG Bintang Mantingan

    Wartawan Laporkan Dugaan Intimidasi Pegawai SPPG Bintang Mantingan

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 277
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Upaya peliputan terkait pengambilan sampel makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh Dinas Kesehatan Ngawi berujung pada pelaporan dugaan intimidasi. Delapan wartawan dari berbagai media, mulai dari portal berita hingga televisi, resmi mengadukan tindakan seorang pegawai SPPG Bintang Mantingan ke kepolisian pada Jumat (05/12/2025). Insiden terjadi ketika jurnalis tengah mendokumentasikan proses […]

    Bagikan
  • Bazar Murah TNI, Sarana Kembangkan Potensi dan Kreativitas Persit

    Bazar Murah TNI, Sarana Kembangkan Potensi dan Kreativitas Persit

    • calendar_month Rabu, 26 Mar 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Bazar murah TNI dalam rangka menyambut hari raya Idul Fitri 1446 H digelar di Pahlawan Business Center (PBC) Kota Madiun. Bazar itu digelar selama 2 hari, 25-26 Maret 2025. Puluhan stand UMKM digelar, mulai dari stand UMKM yang berasal dari masyarakat umum, hingga stand UMKM dari jajaran Persit KCK Koorcab […]

    Bagikan
  • Resahkan Warga, Polisi Amankan 200 Selongsong Petasan dari Rumah Warga di Jenangan

    Resahkan Warga, Polisi Amankan 200 Selongsong Petasan dari Rumah Warga di Jenangan

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 286
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Aparat kepolisian mengamankan ratusan selongsong petasan dari sebuah rumah warga di Kelurahan Singosaren, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, Senin (16/3/2026). Penemuan tersebut bermula dari laporan masyarakat yang mengaku resah dan merasa tidak nyaman dengan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar. Informasi dari warga itu kemudian ditindaklanjuti petugas dengan melakukan patroli dan pengecekan langsung […]

    Bagikan
  • PWI Jatim Lantik Kepengurusan PWI Madiun Raya Periode 2025-2028

    PWI Jatim Lantik Kepengurusan PWI Madiun Raya Periode 2025-2028

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 200
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kepengurusan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Madiun Raya resmi berganti. Hal itu sesuai dengan hasil Konferensi III dan Pelantikan yang digelar di Hotel Aston Madiun yang dihadiri langsung oleh Ketua PWI Jawa Timur, Lutfil Hakim dan Wakil Ketua Bidang Organisasi, Machmud Suhermono pada Kamis (04/12/2025). Turut hadir Wakil Wali Kota Madiun, […]

    Bagikan
  • UNIPMA Luluskan 1.165 Wisudawan, Jadi Generasi Adaptif dan Inovatif

    UNIPMA Luluskan 1.165 Wisudawan, Jadi Generasi Adaptif dan Inovatif

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 206
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Universitas PGRI Madiun (UNIPMA) kembali menorehkan prestasi dengan meluluskan 1.165 wisudawan dalam Wisuda Program Diploma, Sarjana, dan Sekolah Pascasarjana Periode XVII, yang digelar di Graha Cendekia UNIPMA, Sabtu (25/10/2025). Acara wisuda ini menjadi momentum penting bagi para lulusan untuk memasuki dunia kerja dan kehidupan profesional yang sesungguhnya. Dalam sambutannya, Rektor […]

    Bagikan
  • BMKG Prediksi Kemarau 2026 di Madiun Raya Lebih Panjang, Warga Diminta Hemat Air

    BMKG Prediksi Kemarau 2026 di Madiun Raya Lebih Panjang, Warga Diminta Hemat Air

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 293
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau 2026 di wilayah Madiun Raya akan berlangsung lebih panjang dan lebih kering dibandingkan kondisi normal. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh penguatan monsun Australia yang membawa massa udara kering serta potensi kemunculan fenomena El Niño pada semester kedua tahun ini. Pengamat Meteorologi dan Geofisika […]

    Bagikan
expand_less