Berita Terkini
Trending Tags

Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Monumen Kresek, Pemkab Madiun Ingin Generasi Muda Pahami Sejarah Lokal

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 31
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Upacara Hari Kesaktian Pancasila digelar di Monumen Kresek Madiun. (1/10/2026), Foto : Tova-Sinergia

Sinergia | Madiun — Pemerintah Kabupaten Madiun  berupaya meluruskan stigma sejarah yang selama ini melekat pada daerahnya. Pesan itu disampaikan Bupati Madiun Hari Wuryanto saat memimpin upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Monumen Kresek, Kecamatan Wungu, Kamis (1/10/2026).

Di lokasi yang menjadi pengingat Peristiwa Madiun 1948 itu, Hari Wuryanto menegaskan bahwa masyarakat Kabupaten Madiun bukan pihak yang melakukan pemberontakan, melainkan menjadi korban kekerasan dalam konflik yang terjadi pada September 1948.

“Kita ingin meluruskan bahwa Madiun itu bukan pemberontak, tapi Madiun itu adalah korban keganasan PKI pada saat itu,” kata Hari.

Menurut dia, pesan tersebut penting disampaikan kepada generasi muda agar mereka memahami sejarah daerahnya secara utuh. Terlebih, masih ada stigma di tengah masyarakat yang mengaitkan Madiun secara langsung dengan PKI.

Hari mengatakan, peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Monumen Kresek bukan sekadar seremoni. Momentum tersebut sekaligus menjadi pengingat agar masyarakat, terutama generasi muda, memahami pentingnya mempertahankan Pancasila sebagai ideologi negara.

Image Not Found
Bupati Madiun Hari Wuryanto memimpin upacara di Monumen Kresek. Foto : Tova-Sinergia

“Kita semua harus menjaga Pancasila. Itu pertama. Yang kedua, kita juga ingin meluruskan bahwa Madiun itu bukan pemberontak,” ujarnya.

Pemkab Madiun juga berencana memperkuat pemahaman sejarah lokal kepada pelajar melalui pembelajaran di sekolah.

Menurut Hari, edukasi tersebut penting agar generasi muda tidak hanya memahami sejarah Indonesia secara nasional, tetapi juga mengetahui peristiwa sejarah yang terjadi di daerahnya.

“Terus kita berikan kegiatan itu. Termasuk kemarin, pada saat kita memberikan wawasan kebangsaan kepada anak-anak kita, kita juga sampaikan,” jelasnya.

Ia menyebut pemahaman sejarah lokal akan menjadi bagian dari upaya pendidikan wawasan kebangsaan bagi pelajar di Kabupaten Madiun. Dengan demikian, siswa diharapkan memahami bahwa masyarakat Madiun memiliki pengalaman sejarah sebagai bagian dari korban konflik pada 1948.

Hari juga menyinggung posisi Musso dan Amir Sjarifuddin yang bukan berasal dari Madiun. Monumen Kresek di Desa Kresek, Kecamatan Wungu, merupakan salah satu situs yang berkaitan dengan Peristiwa Madiun 1948.

Peristiwa tersebut bermula pada 18 September 1948 ketika kelompok kiri yang dipimpin Musso mengambil alih Madiun. Pemerintah Republik Indonesia kemudian melakukan operasi militer dan berhasil merebut kembali Madiun pada akhir September 1948.

Kawasan Kresek menjadi salah satu lokasi terjadinya kekerasan terhadap sejumlah tokoh masyarakat, ulama, prajurit TNI dan warga. Monumen tersebut kemudian dibangun sebagai pengingat atas korban dan peristiwa sejarah tersebut.

Image Not Found
Monumen Kresek menjadi lokasi peringatan Hari Kesaktian Pancasila. Foto : Tova-Sinergia

Karena itu, bagi Pemkab Madiun, Monumen Kresek tidak hanya menjadi tempat mengenang masa lalu, tetapi juga ruang edukasi bagi generasi muda.

Hari Wuryanto berharap pemahaman sejarah tersebut dapat membangun kepercayaan diri generasi muda Madiun. Ia bahkan menyinggung bahwa stigma masa lalu sempat membuat sebagian anak muda merasa minder ketika hendak mendaftar sebagai anggota TNI maupun Polri.

“Alhamdulillah saat ini sudah mulai. Mereka sudah percaya diri. Kalau dulu mau daftar TNI/Polri minder, tapi sekarang alhamdulillah sudah bisa kita luruskan,” ujarnya.

Hari kembali meminta masyarakat membantu menyampaikan narasi sejarah tersebut secara proporsional kepada generasi berikutnya.

“Sampaikan, bantu untuk menginformasikan kepada seluruh masyarakat bahwa Kabupaten Madiun itu sebagai korban, bukan sebagai pemberontak,” pungkasnya. (Tov)

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gubernur Jatim Khofifah Dorong Pasar Murah Jadi Upaya Jaga Daya Beli Warga di Ponorogo

    Gubernur Jatim Khofifah Dorong Pasar Murah Jadi Upaya Jaga Daya Beli Warga di Ponorogo

    • calendar_month Sabtu, 19 Sep 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Upaya menjaga daya beli masyarakat terus dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Salah satunya melalui program pasar murah yang menyasar langsung masyarakat di berbagai daerah. Kali ini, pasar murah digelar di depan Kantor Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Sabtu sore (19/9/2026). Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, kegiatan tersebut merupakan pasar murah […]

    Bagikan
  • Aksi Emak-emak Curi Susu di Minimarket Terekam CCTV, Satu Tertangkap, Tiga Kabur

    Aksi Emak-emak Curi Susu di Minimarket Terekam CCTV, Satu Tertangkap, Tiga Kabur

    • calendar_month Rabu, 7 Mei 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo — Aksi pencurian yang dilakukan sekelompok emak-emak di sebuah minimarket wilayah Desa Sampung, Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo, terekam kamera pengawas atau CCTV. Para pelaku yang terdiri dari tiga perempuan dan satu laki-laki itu menjalankan aksinya dengan modus terstruktur dan rapi. Mereka menyasar susu kemasan dan menyembunyikannya di balik rok pelaku perempuan. Kejadian […]

    Bagikan
  • Hutan Pinus Lereng Lawu di Jabung Magetan Terbakar, Petugas Berjibaku Cegah Api Meluas

    Hutan Pinus Lereng Lawu di Jabung Magetan Terbakar, Petugas Berjibaku Cegah Api Meluas

    • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 129
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kebakaran melanda kawasan hutan pinus di lereng Gunung Lawu, tepatnya di Desa Jabung, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Senin (14/9/2026). Hingga Senin siang, petugas gabungan masih berupaya memadamkan kobaran api yang membakar sejumlah tegakan pinus. Kebakaran terjadi di petak 50+A1 RPH Bedagung, BKPH Lawu Selatan, KPH Lawu Ds. Api membakar […]

    Bagikan
  • DPRD Ponorogo Panggil Manajemen RSUD dr. Harjono Bahas Kelanjutan RKA 2026

    DPRD Ponorogo Panggil Manajemen RSUD dr. Harjono Bahas Kelanjutan RKA 2026

    • calendar_month Sabtu, 15 Nov 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Komisi D DPRD Ponorogo pada Jumat (14/11/2025) mengundang jajaran manajemen RSUD dr. Harjono dalam sebuah rapat khusus. Pertemuan ini digelar tidak lama setelah Direktur Utama rumah sakit plat merah ini, dr. Yunus Mahatma, resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan gratifikasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Rapat tersebut bertujuan memastikan proses penyusunan Rencana […]

    Bagikan
  • Madiun Berkilau, Siap Sambut Pergantian Tahun 2026 di Kota Madiun

    Madiun Berkilau, Siap Sambut Pergantian Tahun 2026 di Kota Madiun

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 327
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Tidak ada perayaan kembang api saat peringatan tahun baru 2026 di Kota Maidun. Namun, masyarakat jangan khawatir karena Pemerintah Kota Madiun telah menyiapkan pertunjukan spektakuler. Ya, pameran berbasis digitalisasi dengan tema “Madiun Berkilau” akan disuguhkan pada malam pergantian tahun nanti. “Jadi tema untuk kegiatan malam tahun baru di tahun 2026 […]

    Bagikan
  • Banyak Jalan Rusak Belum Tertangani di Madiun, Bupati Minta Maaf, DPRD Dorong Prioritas Perbaikan 

    Banyak Jalan Rusak Belum Tertangani di Madiun, Bupati Minta Maaf, DPRD Dorong Prioritas Perbaikan 

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 440
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun mengakui masih banyak ruas jalan yang belum tertangani secara maksimal akibat keterbatasan anggaran daerah. Dari total panjang jalan kabupaten yang mencapai sekitar 936 kilometer, perbaikan dilakukan secara bertahap menyesuaikan kemampuan keuangan daerah. Bupati Madiun, Hari Wuryanto, mengatakan pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan tetap menjadi prioritas utama pemerintah daerah […]

    Bagikan
expand_less