Berita Terkini
Trending Tags

Pasar Hewan Parang Bakal Direlokasi, Terdampak Pengembangan Sirkuit Parang

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Selasa, 3 Jun 2025
  • visibility 123
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Wakil Bupati Magetan tinjau Pasar Hewan yang berada di sebelah sirkuit Parang, Foto : Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Kab. Magetan – Pemerintah Kabupaten Magetan terus mengkaji rencana relokasi Pasar Hewan Parang yang saat ini berada di sisi area Sirkuit Parang. Wakil Bupati Magetan, Suyatni Priasmoro, bersama dinas terkait, melakukan peninjauan lapangan pada Selasa (03/06/2025) untuk menentukan lokasi baru yang paling tepat dan strategis.

“Kenapa perlu dipindah? Karena lokasinya saat ini berada di dekat sirkuit yang sedang dikembangkan. Ada catatan dari Pemprov bahwa kawasan itu perlu ditata, termasuk pedagang kaki lima,” ujar Suyatni Priasmoro, Wakil Bupati Magetan.

Dalam tinjauan tersebut, terdapat tiga opsi lokasi yang dipertimbangkan, yakni bekas Terminal Parang yang berada tepat di belakang Pasar Parang, lahan milik Pemkab di Desa Bungkuk dan lahan sawah produktif milik Pemkab di Desa Ngunut.

Dari ketiga pilihan, lokasi pertama dinilai paling potensial. Selain memiliki akses yang memadai, kawasan ini juga memiliki nilai strategis untuk pengembangan ruang publik.

Pemerintah mempertimbangkan untuk menjadikan area sirkuit sebagai arena olahraga baru yang mendukung aktivitas masyarakat, seperti lapangan sepak bola, arena jogging, dan fasilitas rekreasi lainnya.

Wakil Bupati Magetan, Suyatni Priasmoro, menjelaskan bahwa selain mengakomodasi kebutuhan relokasi pasar hewan, rencana ini juga diarahkan untuk menciptakan kawasan terpadu yang mendukung kegiatan sosial-ekonomi masyarakat.

“Sekarang ini banyak warga, tidak hanya dari Magetan, tapi juga dari Sampung Ponorogo, yang gemar berolahraga di sekitar area sirkuit. Tapi tempatnya terbatas. Kalau lokasi ini dikembangkan untuk olahraga dan kuliner, tentu bisa mendorong aktivitas ekonomi dan jadi ruang publik yang positif,” jelasnya.

Tak hanya sebagai pusat olahraga, penataan pusat kuliner juga menjadi prioritas dalam pengembangan kawasan tersebut. Pemerintah ingin menjadikan area ini sebagai destinasi rekreatif yang terintegrasi antara olahraga, belanja, dan hiburan, guna menarik minat masyarakat lokal maupun dari daerah tetangga.

Sementara itu, opsi ketiga di Desa Ngunut mulai dikesampingkan karena statusnya sebagai lahan pertanian produktif yang seharusnya mendukung program ketahanan pangan. Sedangkan lahan di Desa Bungkuk masih memerlukan kajian mendalam dari sisi infrastruktur dan aksesibilitas.

“Kami ditugaskan Ibu Bupati untuk meninjau secara menyeluruh dan berkomunikasi dengan banyak pihak. Semua opsi masih terbuka, tapi kami ingin keputusan yang holistik, mempertimbangkan kepentingan masyarakat dan arah pengembangan daerah,” tegas Suyatni.

Ia juga menambahkan, keputusan akhir tidak bisa diambil secara sepihak dan akan dibahas lebih lanjut melalui dialog lintas elemen masyarakat dan instansi teknis.

Jika penataan dilakukan secara tepat, kawasan di sekitar sirkuit Parang ini tidak hanya akan menjadi pusat kegiatan olahraga dan kuliner, tetapi juga ikon baru ruang publik di Kabupaten Magetan.

Kusnanto – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polisi Ungkap Trik Perampok Minimarket di Magetan Saat Kabur dari Kejaran

    Polisi Ungkap Trik Perampok Minimarket di Magetan Saat Kabur dari Kejaran

    • calendar_month Senin, 22 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Aksi perampokan minimarket yang terjadi di Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan, awal September lalu mulai terkuak. Dari empat pelaku, dua di antaranya berhasil dibekuk tim gabungan Resmob Polres Magetan bersama Jatanras Polda Jatim. Penangkapan ini sekaligus membuka fakta baru tentang cara para pelaku berusaha mengelabuhi polisi. Kapolres Magetan, AKBP Raden Erik Bangun […]

    Bagikan
  • Awal 2026, Magetan Dilanda 50 Kejadian Bencana, Cuaca Ekstrem Jadi Pemicu Utama photo_camera 3

    Awal 2026, Magetan Dilanda 50 Kejadian Bencana, Cuaca Ekstrem Jadi Pemicu Utama

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 359
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Awal tahun 2026, Kabupaten Magetan kembali menghadapi tingginya frekuensi kejadian bencana. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Magetan mencatat 50 kejadian bencana dan peristiwa sepanjang 1–31 Januari 2026. Mayoritas di antaranya dipicu oleh cuaca ekstrem. BPBD melaporkan bahwa kejadian bencana terjadi hampir merata di seluruh kecamatan. Kecamatan Magetan menjadi wilayah dengan jumlah […]

    Bagikan
  • Kandang Berisi 15 Ribu Ekor Ayam di Lembeyan Magetan Ludes Terbakar

    Kandang Berisi 15 Ribu Ekor Ayam di Lembeyan Magetan Ludes Terbakar

    • calendar_month Sabtu, 5 Apr 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 111
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Peristiwa kebakaran terjadi di Desa Lembeyan Wetan Kecamatan Lembeyan Kabupaten Magetan pada Sabtu (05/04/2025). Api menghanguskan kandang peternakan ayam milik Karmanto. Sebanyak 15 ribu ternak ayam beserta kandangnya hangus dilalap si jago merah. Menurut keterangan saksi mata, diketahui asap hitam membumbung tinggi sekitar pukul 06.30 WIB. 3 unit mobil pemadam […]

    Bagikan
  • Bhabinkamtibmas Polsek Ngebel Dorong Ketahanan Pangan melalui Pertanian Padi

    Bhabinkamtibmas Polsek Ngebel Dorong Ketahanan Pangan melalui Pertanian Padi

    • calendar_month Kamis, 9 Jan 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 108
    • 0Komentar

    Sinergia – Kab Ponorogo | Dalam mendukung program ketahanan pangan nasional, Bhabinkamtibmas Desa Talun, Kecamatan Ngebel, Bripka Purbayu Satriawan, S.H., melakukan pengecekan lokasi pertanian padi di Dusun Krajan, Desa Talun. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pendampingan dan motivasi kepada petani setempat. Bripka Purbayu mengunjungi lahan milik Bapak Sugito seluas 1.200 m² yang produktif ditanami padi. […]

    Bagikan
  • Eks-Kepala SMK PGRI 2 Ponorogo Dituntut 14,5 Tahun Penjara, Didakwa Rugikan Negara Rp. 25,8 Miliar dari Dana BOS

    Eks-Kepala SMK PGRI 2 Ponorogo Dituntut 14,5 Tahun Penjara, Didakwa Rugikan Negara Rp. 25,8 Miliar dari Dana BOS

    • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 210
    • 0Komentar

    Sinergia | Surabaya – Mantan Kepala SMK PGRI 2 Ponorogo, Syamhudi Arifin, dituntut hukuman 14 tahun 6 bulan penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Ponorogo. Tuntutan tersebut dibacakan dalam sidang perkara tindak pidana korupsi penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun anggaran 2019–2024, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pengadilan Negeri Surabaya, Selasa […]

    Bagikan
  • Pemkab Magetan Usulkan Renovasi Pasar Sayur Jadi Pasar Induk Regional

    Pemkab Magetan Usulkan Renovasi Pasar Sayur Jadi Pasar Induk Regional

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten Magetan tengah mempersiapkan sejumlah kelengkapan administrasi untuk mendukung rencana renovasi Pasar Sayur Magetan yang akan dikembangkan menjadi Pasar Induk Magetan. Langkah ini dilakukan setelah adanya kunjungan dari Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PUPR sebagai tindak lanjut dari hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi DPR RI. Kepala Dinas Perindustrian […]

    Bagikan
expand_less