PSHT Apresiasi Pengamanan di Madiun, Pastikan Aktivitas Organisasi Kembali Normal
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 44
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Pusat Madiun mengapresiasi langkah Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di wilayah Madiun Raya dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat menyusul perkembangan situasi beberapa hari terakhir.
PSHT menilai pengamanan yang dilakukan aparat berjalan baik dan terukur sehingga mampu menjaga kondusivitas serta mencegah terjadinya konflik terbuka di Kota Madiun.
Sekretaris Umum Pusat PSHT, Tono Suharyanto, mengatakan situasi Kota Madiun saat ini telah kembali kondusif. Masyarakat pun dapat menjalankan aktivitas sehari-hari seperti biasa.
“Alhamdulillah, pascabeberapa waktu yang lalu, saat ini kondusivitas di Kota Madiun sesuai harapan kita bersama. Masyarakat tetap nyaman beraktivitas,” kata Tono saat ditemui di Padepokan Agung PSHT, Jalan Merak, Kelurahan Nambangan Kidul, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, Kamis (1/10/2026).
Menurut Tono, terjaganya situasi keamanan tersebut tidak lepas dari kepatuhan berbagai pihak terhadap hasil kesepakatan dalam rapat koordinasi ketenteraman dan ketertiban umum di wilayah Kota Madiun. Rapat tersebut melibatkan Forkopimda Kota dan Kabupaten Madiun, Kabupaten Magetan, serta Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Seiring kondusivitas yang kembali terjaga, PSHT memastikan kegiatan organisasi di tingkat cabang, ranting, hingga rayon kembali berjalan seperti biasa.
Kegiatan tersebut meliputi latihan rutin dan pembinaan siswa untuk menanamkan nilai-nilai budi luhur.
“Kita tetap melaksanakan kegiatan seperti biasa karena kegiatan ini sudah rutin dilakukan. Jadi, kegiatan di cabang, ranting, bahkan rayon, kembali pada aktivitas seperti biasa,” jelasnya.
PSHT juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila aktivitas pengamanan dalam beberapa hari terakhir berdampak terhadap kenyamanan warga, khususnya di sekitar Padepokan Agung PSHT di Jalan Merak Nomor 10 dan 17, Kota Madiun.
Tono menyebut pihaknya telah berkoordinasi dengan masyarakat sekitar padepokan serta aparat terkait untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan. Langkah tersebut dilakukan agar kejadian serupa yang pernah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya tidak terulang.
“Masyarakat berharap hal tersebut tidak terjadi lagi. Karena itu, kita mengupayakan berbagai koordinasi dengan aparat terkait agar hal-hal yang tidak diinginkan, seperti yang terjadi pada 2019, dapat diantisipasi dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Ia mengimbau masyarakat di sekitar padepokan agar tetap tenang dan tidak khawatir dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Selain itu, PSHT mengajak seluruh pihak menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Tono menegaskan bahwa penanganan perkara harus diserahkan kepada pihak berwenang sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.
“Kami menyerahkan seluruh proses tersebut kepada mekanisme dan kewenangan yang berlaku serta mengajak seluruh pihak untuk tetap menjaga ketenangan dan tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban umum,” tegasnya. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez





