Berita Terkini
Trending Tags

Gerbong Kertapati, Daya Tarik Monumen Soco yang Menyimpan Luka Sejarah

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Rabu, 1 Okt 2025
  • visibility 92
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Gerbong kereta uap berwarna perak dan hitam menjadi pusat perhatian setiap pengunjung, Foto : Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Magetan – Di area Monumen Soco, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan, sebuah gerbong kereta uap berwarna perak dan hitam menjadi pusat perhatian setiap pengunjung. Gerbong yang dikenal dengan nama Gerbong Kertapati itu bukan sekadar benda tua, melainkan saksi bisu tragedi Madiun 1948 saat pemberontakan PKI yang merenggut ratusan nyawa.

Juru kunci Monumen Soco, Ahmad Sukir (71), menuturkan gerbong ini dahulu dipakai untuk mengangkut tahanan dari Pabrik Gula Redjosari, Gorang-gareng, Kawedanan menuju Desa Soco. Mereka terdiri atas aparat kepolisian, tokoh agama, pejabat, hingga warga sipil.

“Setibanya di Soco, para tahanan itu dieksekusi massal. Jasad korban kemudian dimasukkan ke dalam sumur yang kini menjadi ikon monumen,” kata Sukir, Rabu (01/10/2025).

Ia menjelaskan, para korban awalnya dijebak melalui undangan palsu yang dibuat kelompok Front Demokrasi Rakyat (FDR). Usai dikumpulkan di Pabrik Gula Redjosari, mereka diberondong tembakan. Sebagian yang masih hidup lalu dimasukkan ke Gerbong Kertapati untuk dibawa menuju lokasi eksekusi.

Tragedi tersebut membuat gerbong ini tak bisa dilepaskan dari sejarah kelam bangsa. Pada 1989, kawasan Soco dibangun menjadi monumen, dan gerbong dipindahkan dari lokasi awalnya agar generasi penerus dapat menyaksikan langsung bukti nyata peristiwa itu.

“Dulu gerbong ini dipindahkan dengan cara didorong di atas rel yang ditata dari Redjosari ke Soco. Sampai sekarang, relnya masih ada di bawah gerbong,” ungkap Sukir.

Monumen Soco kemudian diresmikan pada 1992 dan dinamai Komplek Tetenger Soco 1. Sekitar satu kilometer dari lokasi tersebut, terdapat Monumen Soco 2 dengan prasasti tanpa nama korban sebagai pengingat.

Selain menjadi tempat mengenang sejarah, keberadaan gerbong itu juga menarik perhatian wisatawan. Baik di hari biasa maupun akhir pekan, banyak pengunjung datang untuk berfoto atau membaca kisah singkat tragedi Madiun 1948.

“Biasanya orang ingin melihat langsung peninggalan asli yang pernah digunakan untuk membawa korban ke tempat eksekusi,” ujar Sukir.

Gerbong Kertapati kini bukan hanya benda bersejarah, melainkan simbol penderitaan sekaligus pengingat agar tragedi kelam pemberontakan PKI 1948 tak terulang kembali.

Kusnanto – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Deteksi Pesawat Asing, TNI AU Paksa Mendarat di Lanud Iswahjudi

    Deteksi Pesawat Asing, TNI AU Paksa Mendarat di Lanud Iswahjudi

    • calendar_month Minggu, 23 Feb 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 69
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Satuan radar di bawah kendali Komando Sektor II (Kosek II) Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Iswahjudi mendeteksi keberadaan pesawat asing. Pesawat tersebut terdeteksi memasuki wilayah udara Indonesia tanpa izin terbang (Flight Clearance), sehingga memicu respons cepat dari unsur pertahanan udara. Komandan Lanud Iswahjudi segera menginstruksikan unsur tempur Skadron Udara 15 […]

    Bagikan
  • Ironis ! Operasi Pekat Ciduk 9 PSK, 4 Diantaranya Positif HIV

    Ironis ! Operasi Pekat Ciduk 9 PSK, 4 Diantaranya Positif HIV

    • calendar_month Sabtu, 4 Okt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Tim gabungan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Madiun bersama Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, dan Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) menggelar operasi penyakit masyarakat (pekat) di sejumlah warung remang-remang Kecamatan Jiwan, Jumat malam (03/10/2025). Dari hasil operasi, sembilan pekerja seks komersial (PSK) diamankan. Kepala Bidang Penegakan Peraturan Daerah Satpol […]

    Bagikan
  • Pemasungan ODGJ Masih Terjadi, Dinkes Magetan Lakukan Pendekatan Keluarga

    Pemasungan ODGJ Masih Terjadi, Dinkes Magetan Lakukan Pendekatan Keluarga

    • calendar_month Jumat, 25 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 53
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Praktik pemasungan terhadap orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) masih terjadi di Kabupaten Magetan. Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat mencatat, hingga Juli 2025 terdapat sepuluh ODGJ yang dipasung oleh keluarganya karena dianggap membahayakan lingkungan sekitar. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Magetan, Suwantiyo, menjelaskan sepuluh ODGJ tersebut berada di enam kecamatan, […]

    Bagikan
  • Jalan Rusak Berserakan, DPRD Ponorogo Desak Pemkab Bertindak

    Jalan Rusak Berserakan, DPRD Ponorogo Desak Pemkab Bertindak

    • calendar_month Rabu, 11 Jun 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Kondisi jalan di wilayah Kabupaten Ponorogo yang rusak membuat wakil rakyat mengelus dada. Dari total panjang jalan kabupaten sepanjang 916,11 kilometer, sebanyak 30,24 persen atau sekitar 277,03 kilometer di antaranya dalam kondisi rusak. DPRD Ponorogo mendesak pemerintah kabupaten agar tidak tinggal diam. Wakil Ketua DPRD Ponorogo, Anik Suharto, menegaskan bahwa […]

    Bagikan
  • Manajemen RSUD Caruban Siap Sukseskan Program Bupati-Wabup Madiun “Mas Pur”

    Manajemen RSUD Caruban Siap Sukseskan Program Bupati-Wabup Madiun “Mas Pur”

    • calendar_month Kamis, 20 Feb 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 58
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Manajemen RSUD Caruban siap mendukung penuh program “Mas Pur” yang digagas oleh Bupati dan Wakil Bupati Madiun Hari Wuryanto dan dr Purnomo Hadi. Program ini merupakan bagian dari misi pasangan Harmonis ketiga yang bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui berbagai inisiatif, termasuk peningkatan sarana dan prasarana kesehatan di wilayah […]

    Bagikan
  • Emak-Emak Ponorogo Putar Otak, Harga Sayur hingga Bapokting Naik di Awal Ramadan

    Emak-Emak Ponorogo Putar Otak, Harga Sayur hingga Bapokting Naik di Awal Ramadan

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo — Memasuki awal Ramadan 1447 Hijriah, kenaikan harga sejumlah bahan pokok dan penting (bapokting) mulai dirasakan masyarakat di Kabupaten Ponorogo. Lonjakan harga paling terasa terjadi pada komoditas sayur mayur, bumbu dapur, hingga produk peternakan. Berdasarkan pantauan di Pasar Legi Ponorogo, Jumat (20/2/2026), sejumlah kebutuhan dapur mengalami kenaikan bertahap sejak sepekan terakhir menjelang […]

    Bagikan
expand_less