
Sinergia | Ponorogo — Banjir di Kabupaten Ponorogo meluas seiring tingginya curah hujan yang terjadi sejak beberapa hari terakhir. Pada Jumat (2/1/2026) pagi, banjir menggenangi Jalan Raya Ponorogo–Pacitan tepatnya di Desa Ngampel, Kecamatan Balong. Genangan air mulai naik sejak pukul 07.00 WIB dengan ketinggian sekitar 15 sentimeter.
Kondisi tersebut sempat menghambat arus lalu lintas di jalur utama penghubung antar wilayah, meski kendaraan masih dapat melintas dengan kecepatan terbatas. Dari pantauan Sinergia, hingga pukul 14.00 WIB air masih mengalami peningkatan.
Selain merendam badan jalan, banjir juga masuk ke dalam rumah warga. Salah satunya dialami Sukarmi (65), warga Desa Ngampel, yang terpaksa mengevakuasi sejumlah barang berharga ke tempat aman guna menghindari kerusakan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Ponorogo, Agung Prasetya, mengatakan banjir dilaporkan masuk ke empat rumah warga. Sementara kondisi jalan raya masih dinilai aman untuk dilalui. “Untuk jalan raya masih aman dan bisa dilewati, namun pengendara kami imbau tetap waspada,” ujar Agung.
Agung menambahkan, berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan dengan intensitas tinggi diperkirakan masih berpotensi terjadi pada 1 hingga 4 Januari 2026. Oleh karena itu, masyarakat di wilayah rawan diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi. BPBD Ponorogo terus melakukan pemantauan di sejumlah titik serta bersiaga apabila terjadi peningkatan debit air maupun perluasan wilayah terdampak banjir.(ega)