Becak Listrik dari Presiden RI, Pemkot Madiun Optimalkan Untuk Mendukung Transportasi Pariwisata
- account_circle Kriswanto
- calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
- visibility 119
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – Sebanyak 200 tukang becak di Kota Madiun menerima bantuan becak listrik dari Presiden RI, Prabowo Subianto melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) pada Minggu (08/02/2026). Secara simbolis penyerahan bantuan becak listrik ini dilakukan oleh Nanik S. Deyang selaku perwakilan Yayasan GSN sekaligus Presiden Becak Listrik Indonesia dengan didampingi Plt Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun. Juga diserahkan oleh jajaran Forkopimda Kota Madiun kepada para tukang becak.
“Bantuan ini untuk tukang becak berusia diatas 60 tahun. Sebagai bentuk perhatian dari Presiden Prabowo bagi tukang becak yang masih kerja keras untuk memenuhi kebutuhan. Becak listrik ini bisa mempermudah mereka untuk bekerja,” ujar Nanik S. Deyang.
Lebih lanjut, kebutuhan becak listrik di Kota Madiun sesuai data Pemkot Madiun sekitar 300 lebih tukang becak. Untuk itu, bantuan becak listrik akan di berikan lagi secara bertahap.
“Nanti secara bertahap kita akan penuhi. Sekarang masih produksi sekitar 70 ribu becak listrik oleh PT. Pindad. Ini upaya pak Presiden untuk menstimulus tukang becak tetap bisa bekerja kedepannya,” imbuhnya.

Menurutnya, becak-becak ini nantinya akan membantu mobilitas tukang becak mengantar masyarakat. Terlebih juga mendukung program pariwisata yang digagas oleh Pemkot Madiun. “Kami sangat support terhadap program pariwisata di Kota Madiun ini. Jadi tukang becak ini bisa menjangkau titik-titik wisata yang ada di Kota Madiun lebih mudah,” tegasnya.
Plt Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun mengungkapkan bahwa pemerintah kota tengah serius dalam menggerakkan pariwisata daerah. Pihaknya juga mengapresiasi bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo ini bagi warga Kota Madiun. “Dengan adanya becak ini kita bisa kolaborasi untuk menjangkau kelurahan-kelurahan. Ini sedang kita kaji untuk menggerakkan sektor ekonomi dan pariwisata,” tuturnya.
Tidak hanya itu, Pemkot Madiun akan menggandeng Yayasan GSN ini agar becak listrik yang telah dibagikan ini menjadi becak wisata keliling Kota Pendekar. Peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat menjadi program prioritas Pemkota Madiun.
“Kita akan fokus di wisata seperti di Masjid Kuncen dan Masjid Besar Kuno Taman yang nanti kita bisa langsung uji coba. Mungkin H-7 Ramadhan kita bisa trial. Segera kita berkoordinasi bagaimana tukang becak ini bisa ditempatkan,” kata Bagus.
Pemkot Madiun pun akan menyiapkan beberapa infrastruktur pendukung untuk becak listrik tersebut. Seperti halte becak listrik maupun tempat charge atau pengisian daya baterai.
“Nanti kita coba bikin semacam halte atau pangkalannya. Juga kalau di mobil listrik ada SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum-red). Nah nanti SPKLU versi untum becak listriknya. Makanya kita akan berkoordinasi dengan Bu Nanik selaku perwakilan Yayasan GSN,” pungkasnya.
Pemkot Madiun berharap upaya pemerintah daerah bersama Yayasan GSN ini dapat mendorong perekonomian dan pariwisata di Kota Pecel semakin meningkat. Hal ini akan memiliki dampak bagi kesejahteraan masyarakat.(Kris).
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Buyung

