Bocah TK di Ponorogo Tewas Tenggelam di Sungai Sekayu, Sang Ibu Menangis Histeris
- account_circle Ega Patria
- calendar_month 48 menit yang lalu
- visibility 27
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ponorogo – Seorang bocah berusia lima tahun, Mohammad Tohip Sabilul Haq, meninggal dunia setelah tenggelam di Sungai aliran Sekayu, Desa Nambangrejo, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Jumat (9/10/2026). Korban ditemukan warga setelah dilakukan pencarian selama sekitar satu jam.
Suasana duka menyelimuti keluarga korban saat jasad bocah tersebut berhasil ditemukan. Sang ibu, Sofi Nganurohmah (39), menangis histeris ketika melihat putra semata wayangnya itu telah meninggal dunia. Rumah keluarga korban berjarak sekitar 50 meter dari sungai tempat peristiwa nahas tersebut terjadi.
Berdasarkan keterangan kepolisian, korban diduga tenggelam saat bermain di sungai bersama dua orang temannya tanpa pengawasan orang tua maupun orang dewasa.
Kapolsek Sukorejo, Iptu Agus Tri Cahyo Wiyono, menjelaskan, korban bersama kedua temannya bermain di sungai dengan maksud berenang. Namun, korban diduga tidak bisa berenang hingga akhirnya tenggelam.
“Kronologinya dia dengan dua temannya tanpa pengawasan keluarga atau orang yang lebih tua, bermain-main di sungai, bermaksud berenang dan korban ternyata tidak bisa berenang. Akhirnya terjadi laka air,” jelas Iptu Agus.
Mengetahui adanya kejadian tersebut, warga setempat berupaya mencari korban hingga ke dasar sungai. Proses pencarian dilakukan dengan menyelami bagian sungai yang diduga menjadi lokasi korban tenggelam.
Salah seorang warga yang ikut melakukan pencarian, Arif Efendi, mengaku sempat merasakan bagian tubuh korban saat menyelam. Namun, jasad korban tidak dapat langsung diangkat karena diduga tersangkut di dasar sungai.
“Saya tadi nyelam, terus kerasa ada tangan. Saya tarik nggak bisa karena kejepit, akhirnya saya keluarkan dulu baru saya angkat ke atas. Yang terlihat pertama kali ini kakinya,” jelas Arif.
Jasad korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 10.43 WIB. Penemuan tersebut terjadi kurang lebih satu jam setelah peristiwa tenggelam dilaporkan atau diketahui warga.
Kapolsek Sukorejo mengatakan, lokasi penemuan jasad tidak jauh dari titik awal korban diduga tenggelam. Meski demikian, proses pencarian membutuhkan waktu karena kondisi sungai yang cukup dalam.
“Jadi antara lokasi tenggelam dengan ditemukannya itu tidak jauh. Memang agak dalam dan butuh proses, tapi alhamdulillah berhasil kita temukan,” urainya.
Iptu Agus menyebut, sungai aliran Sekayu memiliki kedalaman sekitar lima meter. Kondisi tersebut menjadi salah satu hal yang perlu diwaspadai, terutama bagi anak-anak yang bermain di sekitar sungai.
Kepolisian memastikan peristiwa tersebut merupakan kecelakaan air. Dari keterangan awal, korban bermain bersama dua temannya tanpa didampingi keluarga atau orang yang lebih tua.
Atas kejadian ini, Iptu Agus mengimbau para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, khususnya ketika bermain di sekitar sungai maupun lokasi perairan lainnya.
Ia mengingatkan agar anak-anak tidak dibiarkan bermain di sungai tanpa pendampingan orang dewasa, terlebih di lokasi yang memiliki kedalaman cukup tinggi dan berpotensi membahayakan keselamatan.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi orang tua untuk selalu memastikan keselamatan anak saat bermain, termasuk menjauhkan mereka dari area sungai yang berbahaya tanpa pengawasan.(ega).
- Penulis: Ega Patria
- Editor: Krz/Byg





