Berita Terkini
Trending Tags

Stadion GBK Ponorogo Dikaji Jadi Lokasi Konser, Pemkab Cari Jalan Tengah antara Ekonomi dan Kualitas Rumput

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
  • visibility 138
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Pemkab kaji GBK Ponorogo jadi lokasi konser musik. Foto : Kris-Sinergia

Sinergia | Ponorogo – Stadion Gelora Batoro Katong (GBK) Ponorogo kembali menjadi sorotan. Pemerintah Kabupaten Ponorogo tengah mengkaji kemungkinan penggunaan stadion sebagai lokasi konser musik berskala besar. Di satu sisi, konser dinilai mampu menggerakkan perekonomian daerah. Namun di sisi lain, pemerintah juga harus menjaga kualitas rumput stadion yang baru direvitalisasi dengan standar lapangan sepak bola yang lebih baik.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Ponorogo, Judha Slamet Sarwo Edi, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima sejumlah permohonan dari event organizer (EO) untuk menggelar konser di Stadion Gelora Batoro Katong. Salah satu agenda yang diajukan rencananya akan digelar pada akhir Agustus 2026.

Meski demikian, hingga kini belum ada keputusan final. Pemerintah masih melakukan kajian terhadap berbagai risiko, terutama terkait perlindungan aset stadion.

“Secara prosedur, event organizer mengajukan permohonan untuk melakukan event di stadion. Karena kita ini belum mempunyai fasilitas yang memadai untuk konser. Sudah lama Ponorogo tidak ada konser,” ujar Judha, Rabu (15/7/2026).

Menurut Judha, penyelenggaraan konser tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Berbagai kegiatan berskala besar dinilai dapat meningkatkan perputaran uang di daerah dan menggerakkan sektor usaha masyarakat.

“Dengan adanya event-event itu mampu mengungkit perekonomian dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Ini tentunya juga harus kita pikirkan bersama,” katanya.

Ia menjelaskan, penggunaan Alun-Alun Ponorogo sebagai lokasi konser dinilai kurang efektif karena membutuhkan biaya tambahan yang besar, terutama untuk pemasangan pagar pembatas dan pemenuhan persyaratan teknis. Kondisi tersebut membuat banyak penyelenggara lebih memilih stadion sebagai lokasi acara.

“Prinsipnya kita memfasilitasi. Ini demi masyarakat dan demi perekonomian supaya tetap berputar. Ketika Ponorogo tidak ada event, daerah ini terasa sepi,” ungkapnya.

Meski membuka peluang penggunaan stadion, Disbudparpora menegaskan tidak akan memberikan izin tanpa kajian yang matang. Saat ini pemerintah sedang menyusun skema agar konser dapat berlangsung tanpa merusak fasilitas olahraga yang baru dibenahi.

“Kita tidak serta-merta memberikan izin. Tentunya perlu kajian, termasuk soal tanggung jawab apabila terjadi kerusakan. Kami juga sedang studi ke Madiun dan beberapa daerah lain yang sudah pernah menggelar konser di stadion,” jelas Judha.

Selain perlindungan aset, pemerintah juga mempertimbangkan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Selama beberapa tahun terakhir, pengelolaan Stadion Gelora Batoro Katong disebut belum memberikan pemasukan yang signifikan.

“Banyak event organizer yang menginginkan stadion. Di sisi lain stadion juga memiliki target pendapatan. Selama beberapa tahun ini pendapatannya masih nol, sehingga kami berharap ada kontribusi untuk PAD,” tegasnya.

Di balik peluang tersebut, kondisi rumput stadion tetap menjadi perhatian utama. Rumput Stadion Gelora Batoro Katong baru saja direvitalisasi dan dipersiapkan untuk mendukung aktivitas olahraga. Pemerintah tidak ingin kualitas lapangan menurun akibat penyelenggaraan konser.

“Yang kita khawatirkan memang kondisi rumput. Kemarin baru direvitalisasi. Harapannya olahraga tetap berjalan, jogging track juga kita benahi, tetapi kegiatan event juga bisa difasilitasi,” katanya.

Judha berharap nantinya dapat ditemukan solusi yang mengakomodasi kepentingan olahraga sekaligus kebutuhan ekonomi daerah.

“Mudah-mudahan event-event seperti ini mampu mengungkit perekonomian Ponorogo. Dampaknya kesejahteraan masyarakat meningkat, olahraga hidup, kebudayaan hidup, pariwisata hidup, dan pendapatan daerah juga bertambah,” pungkasnya.

Sebagai informasi, rumput Stadion Gelora Batoro Katong menggunakan jenis Zoysia japonica yang didatangkan dari Jepang dengan nilai sekitar Rp678 juta. Rumput tersebut ditanam pada Agustus 2024 sebagai bagian dari revitalisasi stadion. Saat itu, penggunaan stadion untuk konser sempat dilarang demi menjaga kualitas lapangan. Kini, kebijakan tersebut kembali dikaji seiring meningkatnya kebutuhan menghadirkan konser musik berskala besar di Ponorogo. (Ega)

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hadapi Cuaca Ekstrem, Pemkot Madiun Perketat Kesiapsiagaan Bencana

    Hadapi Cuaca Ekstrem, Pemkot Madiun Perketat Kesiapsiagaan Bencana

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemkot Madiun menyatakan kesiapsiagaannya dalam menghadapi potensi bencana alam yang diprediksi meningkat pada penghujung tahun 2025. Hal itu ditegaskan Wali Kota Madiun, Maidi dalam apel siaga hidrometeorologi yang digelar di Balai Kota Madiun, Senin (08/12/2025). Maidi mengungkapkan bahwa risiko bencana di wilayahnya cukup tinggi ketika curah hujan meningkat. Selain angin […]

    Bagikan
  • Aduan Proyek RPH Manguharjo Masuk DPRD Kota Madiun, Komisi III Siapkan Verifikasi

    Aduan Proyek RPH Manguharjo Masuk DPRD Kota Madiun, Komisi III Siapkan Verifikasi

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 182
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Proyek pembangunan Rumah Potong Hewan (RPH) di Kecamatan Manguharjo menuai sorotan. Pada Kamis (30/4/2026), perwakilan organisasi masyarakat Squad Nusantara mengadukan hasil pembangunan tahap I kepada Komisi III DPRD Kota Madiun. Ketua Komisi III DPRD Kota Madiun, Nur Salim, mengatakan laporan tersebut berasal dari elemen masyarakat dan mencakup sejumlah aspek, mulai dari […]

    Bagikan
  • Akomodir Lonjakan Pemudik, KAI Daop 7 Madiun Operasikan 1 KA Tambahan Lebaran PP

    Akomodir Lonjakan Pemudik, KAI Daop 7 Madiun Operasikan 1 KA Tambahan Lebaran PP

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 356
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun telah membuka pemesanan tiket kereta api (KA) tambahan untuk masa Angkutan Lebaran 2026. Penambahan perjalanan ini dilakukan untuk mengakomodasi lonjakan mobilitas masyarakat pada periode mudik dan arus balik. KA Tambahan Lebaran berangkatan dari Daop 7 yakni KA Brantas relasi Blitar-Pasar […]

    Bagikan
  • Nguri-Uri Budaya Jawa, Pemerintah Kota Madiun Gelar Lomba Tata Rias Pengantin Adat Jawa 2026

    Nguri-Uri Budaya Jawa, Pemerintah Kota Madiun Gelar Lomba Tata Rias Pengantin Adat Jawa 2026

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Keseriusan, ketelitian dan kesibukan para perias memenuhi ruangan sejak pagi. Di balik sentuhan kuas dan ketelitian membentuk paes, tersimpan semangat besar untuk menjaga warisan budaya Jawa agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman. Sebanyak 18 peserta dari berbagai salon dan makeup artist (MUA) di Kota Madiun ambil bagian dalam Lomba […]

    Bagikan
  • Musim Entong Tiba! Warga Banyubiru Berburu ‘Lauk Gurih’, Laris Dijual Rp20 Ribu Segelas

    Musim Entong Tiba! Warga Banyubiru Berburu ‘Lauk Gurih’, Laris Dijual Rp20 Ribu Segelas

    • calendar_month Sabtu, 22 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 179
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Datangnya musim hujan membawa aktivitas khas bagi warga di sekitar kawasan hutan jati Desa Banyubiru, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi. Tumpukan daun jati kering yang berserakan di lantai hutan berubah menjadi habitat entong—kepompong ulat jati berwarna cokelat. Tidak hanya sebagai sumber pangan sekaligus rezeki musiman bagi warga. Sejak pagi, para ibu rumah […]

    Bagikan
  • Evakuasi Sopir Truk Tertimbun Longsor di Magetan Terkendala Medan Sulit

    Evakuasi Sopir Truk Tertimbun Longsor di Magetan Terkendala Medan Sulit

    • calendar_month Sabtu, 27 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Proses pencarian sopir truk yang tertimbun material longsor tambang di Desa Trosono, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, masih terus dilakukan hingga Sabtu (27/09/2025) malam. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil. Kapolsek Parang, AKP Sukarno, menyebutkan bahwa dua alat berat sudah dikerahkan, tetapi medan yang sempit serta banyaknya material longsoran membuat […]

    Bagikan
expand_less