Berita Terkini
Trending Tags

BPBD Magetan Siaga Hadapi Kemarau Panjang, Petakan Wilayah Rawan Kekeringan dan Karhutla

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 62
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
BPBD Magetan siaga hadapi ancaman kemarau panjang 2026. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan mulai meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau 2026 yang diperkirakan berlangsung lebih kering dan lebih panjang dibanding tahun sebelumnya. Langkah tersebut dilakukan melalui rapat koordinasi kesiapsiagaan yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan guna mengantisipasi potensi bencana kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Magetan, Eka Radityo, mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari upaya memperkuat koordinasi lintas sektor sebelum memasuki puncak musim kemarau yang diprediksi terjadi pada Agustus dan berlangsung hingga November 2026.

Menurut Eka, penanganan bencana kekeringan maupun karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja. Karena itu, BPBD mengundang seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), TNI, Polri, Lanud Iswahjudi, para camat, Danramil, Kapolsek, hingga relawan kebencanaan agar memiliki langkah penanganan yang terkoordinasi.

“Ini merupakan upaya kesiapsiagaan awal menghadapi musim kemarau yang diperkirakan lebih kering dan berlangsung lebih lama. Penanganan kekeringan dan karhutla menjadi tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan,” ujar Eka.

BPBD juga telah memetakan sejumlah wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap kebakaran hutan dan lahan berdasarkan data historis kejadian. Kawasan tersebut meliputi Kecamatan Plaosan, Poncol, Panekan, Parang, dan Kawedanan.

Sementara untuk potensi kekeringan, wilayah yang menjadi perhatian di antaranya Kecamatan Parang, Lembeyan, Karas, dan Poncol.

Meski demikian, hingga pertengahan Juli 2026 BPBD mengaku belum menerima laporan masyarakat terkait kekeringan yang membutuhkan bantuan distribusi air bersih maupun munculnya titik api kebakaran hutan.

“Kami bersyukur sampai sekarang belum ada laporan kekeringan yang membutuhkan dropping air ataupun kebakaran hutan. Mudah-mudahan kondisi ini terus terjaga,” katanya.

BPBD menduga sejumlah kejadian pohon terbakar yang sempat ditangani di lapangan memiliki indikasi akibat ulah oknum yang sengaja melakukan pembakaran. Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, terutama di kawasan hutan maupun lahan kering.

Untuk mengantisipasi kebutuhan air bersih apabila terjadi kekeringan, BPBD telah menyiapkan sekitar 30 unit tandon air dengan kapasitas antara 1.200 hingga 2.300 liter. Distribusi bantuan nantinya akan diprioritaskan bagi desa-desa yang benar-benar mengalami kesulitan memperoleh air bersih.

Selain armada milik BPBD, proses pendistribusian air juga akan didukung oleh Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Lingkungan Hidup, serta Perumda Air Minum (PDAM) yang memiliki armada tangki air.

Eka menjelaskan, penyaluran bantuan akan mempertimbangkan kondisi riil di lapangan. Wilayah yang masih memiliki akses jaringan PDAM, sumur bor, maupun sumber air alternatif tidak akan menjadi prioritas utama.

“Kami akan memastikan bantuan diberikan kepada daerah yang benar-benar membutuhkan. Kami juga akan memantau kondisi sumur warga, apakah mengalami penurunan debit atau kedalaman air yang signifikan akibat musim kemarau,” jelasnya.

Ia menambahkan, dampak kekeringan tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan air minum masyarakat, tetapi juga berpengaruh terhadap sektor pertanian, khususnya ketersediaan air irigasi yang menjadi penopang produksi pangan.

BPBD berharap koordinasi yang telah dibangun sejak awal musim kemarau mampu mempercepat respons apabila sewaktu-waktu terjadi bencana, sekaligus meminimalkan dampak yang ditimbulkan bagi masyarakat. Hingga saat ini, kondisi di Kabupaten Magetan masih dinilai relatif aman dan belum memerlukan penanganan darurat terkait kekeringan maupun kebakaran hutan dan lahan. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Madiun Luncurkan Kampung Kendali Penyakit Tidak Menular

    Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Madiun Luncurkan Kampung Kendali Penyakit Tidak Menular

    • calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Upaya menekan angka Penyakit Tidak Menular (PTM) di Kota Madiun terus digencarkan. Salah satunya melalui peresmian Kampung Kendali PTM yang berada di Kelurahan Banjarejo, Kecamatan Taman, Kota Madiun pada Kamis (20/11/2025). Program ini diinisiasi Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes-PPKB) yang diresmikan langsung oleh Wali Kota Madiun, Maidi. […]

    Bagikan
  • Kronologi Anak 7 Tahun Jatuh dari Lantai Atas RS Hermina Madiun, Polisi Cek CCTV

    Kronologi Anak 7 Tahun Jatuh dari Lantai Atas RS Hermina Madiun, Polisi Cek CCTV

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 439
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Seorang anak laki-laki berusia 7 tahun dilaporkan terjatuh dari lantai atas di Rumah Sakit Hermina Madiun, Jalan Ring Road Barat, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, Rabu (29/4/2026). Peristiwa tersebut kini dalam penyelidikan pihak kepolisian. Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula saat korban menjalani terapi di Klinik Tumbuh Kembang di rumah sakit […]

    Bagikan
  • Jelang Ramadhan, Harga Cabai Tembus Rp. 95 Ribu per Kg, Ayam Potong Rp. 35 Ribu per Kg

    Jelang Ramadhan, Harga Cabai Tembus Rp. 95 Ribu per Kg, Ayam Potong Rp. 35 Ribu per Kg

    • calendar_month Kamis, 27 Feb 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 161
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Menjelang bulan suci Ramadhan, harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Legi Ponorogo, Jawa Timur, mengalami kenaikan signifikan. Kenaikan harga paling mencolok terjadi pada cabai rawit yang kini menembus Rp95 ribu per kilogram, dari sebelumnya Rp70 ribu per kilogram. Selain cabai rawit, kenaikan juga terjadi pada jenis cabai lainnya. Cabai merah […]

    Bagikan
  • Ribuan Pendaki Ikuti Upacara Kemerdekaan di Puncak Gunung Lawu

    Ribuan Pendaki Ikuti Upacara Kemerdekaan di Puncak Gunung Lawu

    • calendar_month Minggu, 17 Agt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 109
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Peringatan Hari Ulang Tahun ke-87 Kemerdekaan Republik Indonesia berlangsung khidmat di Puncak Gunung Lawu, Minggu (17/08/2025). Lebih dari seribu pendaki ikut serta dalam upacara bendera yang digelar di ketinggian 3.265 mdpl tersebut. Asisten Perhutani BKPH Lawu Selatan, Mulyadi, menyampaikan jumlah pendaki yang mengikuti upacara di puncak mencapai sekitar 1.017 orang. “Data […]

    Bagikan
  • Bupati Madiun, Hari Wur : Stok Bahan Pokok Aman, Harga Stabil

    Bupati Madiun, Hari Wur : Stok Bahan Pokok Aman, Harga Stabil

    • calendar_month Rabu, 12 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Bupati Madiun, Hari Wuryanto beserta jajaran Forkopimda Kabupaten Madiun dengan didampingi OPD Pemkab Madiun melakukan pengecekan stok dan harga bahan pokok pada Rabu (12/3/2025). Pengecekan dilakukan di 2 pasar tradisional yakni Pasar Pagotan dan Pasar Besar Caruban. Monitoring ini untuk memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat, termasuk harga yang terjangkau. […]

    Bagikan
  • Pemkot Madiun Maksimalkan Pendataan Kependudukan Lewat Pembangunan Rumah Data di Rejomulyo

    Pemkot Madiun Maksimalkan Pendataan Kependudukan Lewat Pembangunan Rumah Data di Rejomulyo

    • calendar_month Senin, 6 Okt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun terus berupaya memperkuat basis data kependudukan sebagai dasar pelaksanaan berbagai program sosial dan pembangunan. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah pembangunan Rumah Data Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) di Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Kartoharjo. Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes-PPKB) Kota Madiun, Denik Wuryani, […]

    Bagikan
expand_less