Sabtu, 17 Okt 2026
Trending Tags

SiLPA Kota Madiun 2025 Tembus Rp154,79 Miliar, DPRD Soroti Perencanaan APBD dan Optimalisasi Aset

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
  • visibility 173
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
DPRD soroti SiLPA Kota Madiun capai Rp154,79 miliar. Foto : Kris-Sinergia

Sinergia | Kota Madiun – Tingginya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun tahun anggaran 2025 menjadi sorotan dalam rapat paripurna DPRD Kota Madiun dengan agenda Pemandangan Umum (PU) Fraksi terhadap Laporan Pertanggungjawaban (LPj) Pelaksanaan APBD 2025, Jumat (10/7/2026). Legislatif menilai besarnya SiLPA harus menjadi bahan evaluasi bersama agar kualitas perencanaan dan pelaksanaan anggaran semakin baik.

Berdasarkan dokumen LPj APBD 2025, SiLPA Kota Madiun tercatat mencapai Rp154,79 miliar atau sekitar 12,2 persen dari total dana tersedia. Nilai tersebut naik Rp41,48 miliar dibandingkan SiLPA tahun 2024 yang sebesar Rp113,31 miliar.

Ketua DPRD Kota Madiun Armaya mengatakan seluruh catatan dan masukan fraksi akan menjadi bahan pembahasan lanjutan antara legislatif dan eksekutif.

“Terkait dengan SiLPA, tentunya kejadiannya memang beruntun. Itu pun nanti akan kita bahas hari ini dan besok terkait tindak lanjut dari materi paripurna hari ini. Kita gerak cepat, kita gas agar ke depannya lebih baik lagi,” ujarnya.

Menurut Armaya, perbaikan pengelolaan anggaran membutuhkan sinergi seluruh unsur penyelenggara pemerintahan agar pelaksanaan program berjalan sesuai ketentuan.

“Semuanya harus ada sinergi yang kuat antara eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Sehingga progres pelaksanaan anggaran bisa berjalan sesuai rel, aturan, dan regulasi yang ada,” katanya.

Dia menilai secara umum pemandangan fraksi berisi evaluasi sekaligus apresiasi terhadap pelaksanaan APBD 2025. “Ya relatif, ada yang kurang, ada juga plusnya. Ini menjadi pijakan kita semuanya untuk melakukan perbaikan,” imbuhnya.

Dalam pemandangan umum fraksi, besarnya SiLPA dinilai menjadi indikator perlunya peningkatan kualitas perencanaan APBD. 8 Fraksi DPRD Kota Madiun menyoroti tingginya SiLPA yang diduga lebih dipengaruhi rendahnya penyerapan belanja dibanding efisiensi anggaran. Salah satu indikatornya ialah realisasi belanja modal yang hanya mencapai 86,46 persen.

Selain itu, hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mencatat nilai SiLPA sama dengan jumlah kas dan setara kas daerah. Namun, dalam Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK), belum dijelaskan secara rinci porsi SiLPA yang telah terikat penggunaannya maupun yang masih berstatus bebas.

Sorotan juga mengarah pada sejumlah sektor pelayanan dasar. Di bidang pendidikan, kegiatan Pengadaan Perlengkapan Sekolah hanya terealisasi 65,65 persen. Bahkan, Belanja Modal Peralatan dan Mesin pada sektor tersebut tercatat tidak terealisasi sama sekali atau 0 persen.

Sementara itu, di sektor kesehatan, meski tingkat penyerapan anggaran mencapai 95,80 persen, masih terdapat program strategis yang realisasinya rendah. Salah satunya program pengambilan spesimen penyakit berpotensi kejadian luar biasa (KLB) yang hanya terealisasi 40,08 persen.

Menanggapi berbagai catatan fraksi, Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun memastikan seluruh masukan DPRD akan dijawab secara resmi dalam agenda berikutnya sesuai mekanisme pembahasan LPj APBD.

“Nanti terkait pandangan umum yang disampaikan teman-teman fraksi akan dibahas dalam pembahasan. Tindak lanjutnya, kami akan memberikan jawaban pada jadwal berikutnya. Apa pun yang disampaikan dalam pemandangan umum nanti akan kami jawab,” katanya.

Bagus juga merespons masukan DPRD terkait optimalisasi aset daerah yang dinilai belum memberikan kontribusi maksimal terhadap pendapatan maupun pelayanan masyarakat.

Menurut dia, pemerintah kota telah meminta Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) menyiapkan langkah pemanfaatan aset yang belum produktif.

“Beberapa aset sudah saya minta ke BKAD, pertama untuk ditawarkan kepada investor, kedua bisa dimanfaatkan salah satunya untuk memfasilitasi para pelaku UMKM,” ujarnya.

Pembahasan LPj APBD 2025 akan dilanjutkan melalui tahapan jawaban kepala daerah atas pemandangan umum fraksi sebelum memasuki pembahasan bersama DPRD. Hasil evaluasi tersebut diharapkan menjadi dasar perbaikan kualitas perencanaan, penyerapan anggaran, dan pengelolaan aset daerah pada tahun anggaran berikutnya. (Krs)

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Magetan Masih Tanggung Utang Iuran JKN Rp6 Miliar, Dampak Aturan Berlaku Surut dan Tekanan Fiskal

    Pemkab Magetan Masih Tanggung Utang Iuran JKN Rp6 Miliar, Dampak Aturan Berlaku Surut dan Tekanan Fiskal

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan masih memiliki kewajiban membayar tunggakan iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kepada BPJS Kesehatan senilai sekitar Rp6 miliar. Kewajiban tersebut menjadi salah satu konsekuensi tekanan fiskal yang dihadapi daerah setelah berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat dalam beberapa tahun terakhir. Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) […]

    Bagikan
  • Libur Sekolah, Penumpang KA di Daop 7 Naik 15 Persen, Ada Promo Spesial

    Libur Sekolah, Penumpang KA di Daop 7 Naik 15 Persen, Ada Promo Spesial

    • calendar_month Selasa, 24 Jun 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 217
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Memasuki libur sekolah tahun ajaran 2024/2025, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun mencatat adanya peningkatan signifikan pada jumlah penumpang kereta api jarak jauh. Manajer Humas KAI Daop 7 Madiun, Rokhmad Makin Zainul, menyebutkan bahwa lonjakan jumlah penumpang mencapai sekitar 15 persen dibandingkan hari-hari normal. “Biasanya, volume harian […]

    Bagikan
  • Gerombolan Pembalak Liar Babat 11 Gelondong Jati Hutan Mruwak

    Gerombolan Pembalak Liar Babat 11 Gelondong Jati Hutan Mruwak

    • calendar_month Jumat, 14 Feb 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Belasan pembalak liar menyatroni hutan jati di petak 42 A, RPH Mruwak, BKPH Brumbun Kec. Dagangan. Aksi kawanan terorganisir ini berhasil digagalkan tim Polhut KPH Madiun, Jumat ( 14/02/2025) menjelang petang. ADM Perhutani KPH Madiun, Panca Sihite mengatakan semua pelaku termasuk sopir yang membawa kayu jati berhasil kabur. “Kita amankan […]

    Bagikan
  • 200 Tukang Becak Di Ponorogo Terima Bantuan Becak Listrik Dari Presiden Prabowo

    200 Tukang Becak Di Ponorogo Terima Bantuan Becak Listrik Dari Presiden Prabowo

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 479
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Presiden Prabowo Subianto melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) memberikan bantuan becak listrik kepada 200 tukang becak di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Senin (9/2/2026). Penyerahan bantuan tersebut diwarnai konvoi becak listrik mengelilingi Kota Ponorogo dan berakhir di Pendopo Kabupaten Ponorogo. Bantuan ini disambut antusias para tukang becak, khususnya mereka yang telah […]

    Bagikan
  • Mahasiswa Soroti Turunnya Kepercayaan Publik terhadap Pemerintah, Rocky Gerung Kritik Pola Komunikasi Istana

    Mahasiswa Soroti Turunnya Kepercayaan Publik terhadap Pemerintah, Rocky Gerung Kritik Pola Komunikasi Istana

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 218
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Isu menurunnya tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintah menjadi salah satu topik yang mengemuka dalam forum Soekarno Talk In yang digelar DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan dalam rangka peringatan Bulan Bung Karno. Pertanyaan tersebut disampaikan peserta diskusi kepada filsuf Rocky Gerung, yang kemudian menilai persoalan komunikasi publik menjadi salah satu faktor yang […]

    Bagikan
  • Empat Bocah Tewas Tenggelam di Sungai Terpencil Jambon Ponorogo

    Empat Bocah Tewas Tenggelam di Sungai Terpencil Jambon Ponorogo

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 484
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Tragedi memilukan terjadi di aliran Sungai Sudo, Dusun Sidowayah, Desa Sidoharjo, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, Jumat (6/2/2026). Empat bocah dilaporkan meninggal dunia setelah tenggelam saat mandi di sungai yang berada di kawasan terpencil, jauh dari permukiman warga. Keempat korban masing-masing berinisial JA (7), AW (4), SA (4), dan AR (4). Seluruh […]

    Bagikan
expand_less