Berita Terkini
Trending Tags

Cuaca Panas dan Suhu Tak Menentu, Dinkes Madiun Ingatkan Warga Waspadai ISPA

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
  • visibility 182
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun dr Hery Setyana. Foto : Tova-Sinergia

Sinergia | Madiun — Cuaca panas yang terjadi selama musim kemarau membuat masyarakat Kabupaten Madiun diminta lebih waspada terhadap berbagai gangguan kesehatan. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Madiun mengingatkan salah satu penyakit yang perlu diantisipasi adalah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Kepala Dinkes Kabupaten Madiun, dr. Hery Setyana, mengatakan ISPA merupakan penyakit endemis yang dapat muncul sepanjang tahun. Namun, perubahan kondisi cuaca, terutama perbedaan suhu yang cukup terasa antara siang dan malam, dapat berkaitan dengan munculnya gangguan pernapasan tersebut.

“ISPA itu kan endemis, pasti ada di setiap bulan. Yang jelas biasanya ada korelasi dengan cuaca yang kadang malam-malam dingin, kalau siang panas itu,” kata Hery, Selasa (18/8/2026).

Meski demikian, Hery memastikan kondisi ISPA di Kabupaten Madiun saat ini masih terkendali. Hingga kini belum ada laporan mengenai kematian maupun komplikasi akibat ISPA.

“Selama ini masih terkendali. Belum ada laporan tentang kematian atau komplikasi akibat ISPA,” ujarnya.

Selain ISPA, cuaca panas dan kondisi kekeringan juga berpotensi memicu gangguan kesehatan lain. Salah satunya diare, terutama ketika ketersediaan air bersih berkurang sehingga dapat memengaruhi penerapan pola hidup bersih, termasuk kebiasaan mencuci tangan.

Kelompok lanjut usia juga diminta mendapat perhatian lebih selama periode cuaca panas. Terlebih bagi lansia yang memiliki penyakit penyerta seperti hipertensi maupun diabetes. Kondisi cuaca yang ekstrem dikhawatirkan dapat memperburuk penyakit yang sudah diderita.

Untuk menekan risiko gangguan kesehatan, masyarakat diimbau memperbanyak konsumsi air putih dan membatasi paparan langsung terhadap terik matahari. Saat harus beraktivitas di luar rumah, warga dianjurkan menggunakan payung atau topi.

Kebersihan tangan juga perlu tetap dijaga, terutama ketika aktivitas sehari-hari dilakukan di tengah keterbatasan air akibat musim kemarau.

Jika mulai mengalami keluhan kesehatan, masyarakat dianjurkan memperbanyak minum, beristirahat cukup, serta memenuhi kebutuhan nutrisi. Namun, warga tidak disarankan mengabaikan gejala yang berlangsung terus-menerus.

Hery meminta masyarakat segera mendatangi puskesmas apabila mengalami demam tinggi atau batuk yang tidak kunjung membaik. Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan penyebab keluhan dan menentukan apakah pasien membutuhkan penanganan lebih lanjut.

“Kalau panas tinggi atau batuk yang enggak sembuh-sembuh, ya segera periksa,” tegas Hery. (Tov)

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Petani Magetan Keluhkan Pupuk Subsidi Masih Mahal, Diduga Ada “Kreasi Harga” di Kelompok Tani

    Petani Magetan Keluhkan Pupuk Subsidi Masih Mahal, Diduga Ada “Kreasi Harga” di Kelompok Tani

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 283
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kebijakan pemerintah yang menurunkan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi sejak 22 Oktober 2025 seharusnya menjadi angin segar bagi para petani. Namun di lapangan, realitas justru berbanding terbalik. Di sejumlah wilayah Kabupaten Magetan, harga pupuk masih melambung. Petani pun mengeluh belum dapat merasakan manfaat dari kebijakan tersebut. Alih-alih menurun, harga pupuk […]

    Bagikan
  • Petani Lereng Gunung Lawu Merugi, Tanaman Membusuk dan Harga Anjlok

    Petani Lereng Gunung Lawu Merugi, Tanaman Membusuk dan Harga Anjlok

    • calendar_month Jumat, 16 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan — Cuaca ekstrem yang terus menghantam kawasan lereng Gunung Lawu, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, selama dua pekan terakhir berdampak serius pada sektor pertanian. Kabut tebal dan curah hujan tinggi yang turun hampir setiap hari menyebabkan kerusakan parah pada tanaman sayuran. Hal itu membuat para petani kelimpungan menghadapi gagal panen dan anjloknya […]

    Bagikan
  • Plt Wali Kota Cek Fasum serta Pasar Mojorejo, Matangkan Konsep Penataan

    Plt Wali Kota Cek Fasum serta Pasar Mojorejo, Matangkan Konsep Penataan

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 185
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun meninjau sejumlah fasilitas umum (Fasum) bersama Sekretaris Daerah (Sekda) dan OPD terkait pada Selasa (9/6/2026). Seperti pengecekan fasum di Jalan Janoko, Kelurahan Mojorejo Kecamatan Kartoharjo yang sebelumnya telah dibersihkan bersama masyarakat. “Setelah dibersihkan tadi saya cek. Nanti fasum ini bisa dimanfaatkan lagi untuk […]

    Bagikan
  • Harga Bahan Pokok Melonjak, Sambal Kacang Ikut “Pedas” Pedagang Kecil Tertekan

    Harga Bahan Pokok Melonjak, Sambal Kacang Ikut “Pedas” Pedagang Kecil Tertekan

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 231
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kenaikan harga bahan baku kembali menghantam pelaku usaha mikro, khususnya penjual sambal pecel. Lonjakan harga komoditas seperti kacang tanah, cabai, hingga gula membuat biaya produksi meningkat tajam dan berdampak langsung pada harga jual di tingkat pedagang. Berdasarkan pantauan, harga kacang tanah berada di kisaran Rp33 ribu hingga Rp36 ribu per kilogram, […]

    Bagikan
  • Warga Kota Madiun Taat Bayar Pajak, Pemkot Apresiasi dan Terus Gencarkan Sosialisasi

    Warga Kota Madiun Taat Bayar Pajak, Pemkot Apresiasi dan Terus Gencarkan Sosialisasi

    • calendar_month Kamis, 19 Jun 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 168
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun mengapresiasi kesadaran warga dalam membayar pajak, khususnya pajak kendaraan bermotor. Wali Kota Madiun, Maidi, menegaskan bahwa kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak merupakan bagian penting dari kontribusi terhadap pembangunan daerah. “Orang Kota Madiun taat bayar pajak, khususnya kendaraan, karena uang pajak itu untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat,” ujar […]

    Bagikan
  • Tragedi Berulang! Bekas Galian C di Madiun Telan Dua Nyawa Anak, Warga Tuding Pemerintah Desa Tulung Lalai

    Tragedi Berulang! Bekas Galian C di Madiun Telan Dua Nyawa Anak, Warga Tuding Pemerintah Desa Tulung Lalai

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 586
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Tragedi kembali terjadi di Desa Tulung, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun. Bekas tambang galian C yang tak kunjung direklamasi kembali memakan korban jiwa. Total sudah dua anak meninggal dunia akibat lokasi berbahaya yang dibiarkan terbuka tanpa penanganan serius. Warga pun geram. Mereka menilai pemerintah desa terkesan abai meski peringatan sudah berulang kali […]

    Bagikan
expand_less