Menilik Pasar Kawak di Lapak Gedongan, Nikmati Jajanan Tradisional
- account_circle Kriswanto
- calendar_month Senin, 23 Jun 2025
- visibility 73
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – Destinasi wisata untuk menarik minat wisatawan terus dikembangkan di Kota Madiun. Salah satu destinasi yang kini menjadi perhatian adalah “Pasar Kawak” yang berlokasi di Lapak Gedongan, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mangunharjo, Kota Madiun. Dengan konsep tempo dulu, Pasar Kawak menghadirkan nuansa tradisional melalui aneka jajanan khas.
Mulai dari getuk berbahan dasar ketela dan ubi, hingga jenang atau dodol yang menggugah selera. Yang menarik, sistem transaksi di pasar ini menggunakan alat tukar khusus berupa kayu berwarna, sebagai pengganti uang tunai. Pembeli harus menukar uang mereka terlebih dahulu dengan alat bayar tersebut yang sudah disiapkan oleh pihak pengelola.
Pasar Kawak hanya buka setiap hari Minggu, dan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat maupun wisatawan yang ingin merasakan pengalaman berbelanja tempo dulu. Wali Kota Madiun, Maidi, saat meninjau langsung Pasar Kawak pada Minggu, (22/06/2025) menyampaikan bahwa pasar ini memiliki nilai edukasi dan budaya yang penting bagi generasi muda.
“Pasar Kawak ini tidak hanya menjadi tempat wisata, tetapi juga sarana edukasi. Anak-anak kita harus tahu dan mencintai jajanan tradisional. Jangan sampai mereka lebih mengenal makanan luar dibanding makanan khas kita sendiri,” ungkap Maidi.

Ia juga menambahkan, pihaknya terus mengembangkan destinasi wisata baru untuk meningkatkan daya tarik kota. “Kami sedang menyiapkan destinasi baru seperti Kampung Inggris, Kampung Cina, Kampung India, dan Bukit Buah. Semua akan kami integrasikan dalam rute wisata, supaya bisa menggerakkan roda ekonomi warga sekitar,” tambahnya.
Selain menjadi destinasi wisata, Pasar Kawak juga berperan dalam melestarikan budaya kuliner lokal. Anak-anak diperkenalkan pada jajanan tradisional, agar warisan kuliner Nusantara tidak hilang tergerus zaman dan tidak tergantikan oleh makanan oriental maupun barat.
Surya – Sinergia
- Penulis: Kriswanto





