Ekskul Tari SDN Balerejo 01 Jadi Ruang Pelestarian Budaya Lokal di Tengah Arus Globalisasi
- account_circle Tova Pradana
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 22
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun – Pesatnya arus informasi dan masuknya budaya asing di era globalisasi menjadi tantangan tersendiri bagi keberlangsungan budaya lokal. Dunia pendidikan pun dituntut menghadirkan ruang yang mampu menanamkan nilai-nilai budaya daerah kepada generasi muda. Salah satunya melalui kegiatan ekstrakurikuler seni tari.
Upaya tersebut dilakukan SDN Balerejo 01, Kabupaten Madiun, yang menjadikan kegiatan ekstrakurikuler (ekskul) seni tari sebagai sarana penguatan karakter sekaligus pelestarian budaya lokal bagi peserta didik.
Kepala SDN Balerejo 01, Adi Nugroho, mengatakan bahwa kegiatan seni tari tidak hanya berfungsi sebagai wadah pengembangan bakat dan minat siswa, tetapi juga menjadi media internalisasi nilai-nilai luhur budaya daerah.
“Kegiatan ini tidak hanya sebagai sarana pengembangan bakat, tetapi juga sebagai media pelestarian budaya lokal agar tetap dikenal dan dicintai generasi muda,” ujarnya, Selasa (17/2/2026).
Ekskul seni tari di SDN Balerejo 01 tidak berhenti sebagai kegiatan rutin sekolah. Para siswa secara aktif tampil dalam berbagai kegiatan di luar sekolah, mulai dari festival seni hingga acara budaya di tingkat kecamatan.

Beberapa di antaranya yakni partisipasi dalam Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat Kabupaten Madiun, Pawai Ta’aruf Tahun Baru Islam 1447 H, serta berbagai pentas seni daerah. Keikutsertaan tersebut menjadi pengalaman belajar sekaligus ruang aktualisasi bagi siswa.
Pada FLS2N tahun 2024 tingkat kabupaten, sekolah ini berhasil meraih juara II melalui penampilan Tari Kreasi Tapak Jompong. Prestasi tersebut dinilai bukan hanya soal perolehan piala, melainkan proses pembelajaran yang dilalui siswa.
“Yang paling penting adalah prosesnya. Anak-anak belajar disiplin, kerja sama, dan semangat berlatih,” kata Adi.
Kegiatan seni tari dinilai mampu membentuk karakter peserta didik melalui latihan yang menuntut ketekunan, kekompakan, dan rasa tanggung jawab. Di tengah perubahan zaman, minat siswa terhadap seni tradisional menjadi harapan tersendiri bagi keberlanjutan budaya daerah.
Sekolah pun terus memberikan dukungan dengan menyediakan fasilitas dan ruang apresiasi bagi siswa yang memiliki minat di bidang seni tari. Langkah ini diharapkan mampu menarik lebih banyak generasi muda untuk mengenal sekaligus melestarikan seni budaya lokal.
Melalui kegiatan tersebut, SDN Balerejo 01 berharap seni tari tidak hanya menjadi kegiatan ekstrakurikuler, tetapi juga menjadi bagian dari pembentukan identitas budaya peserta didik di tengah tantangan globalisasi.(Tova).
- Penulis: Tova Pradana
- Editor: Buyung/Kris


