Berita Terkini
Trending Tags

Harga Mawar di Magetan Melonjak Lebih dari 100 Persen Jelang Ramadan

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
  • visibility 220
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
petani mawar di Desa Sidomulyo, Kecamatan Sidorejo menikmati masa panen. Foto : Kusnanto-Sinergia

Sinergia | Magetan – Menjelang datangnya bulan Ramadan, para petani mawar di Desa Sidomulyo, Kecamatan Sidorejo menikmati masa panen yang membawa berkah besar. Permintaan yang meningkat tajam sejak pertengahan Januari membuat harga mawar meroket lebih dari 100 persen dibanding hari-hari biasa.

Kenaikan harga ini dipicu tradisi masyarakat yang memerlukan bunga mawar untuk ziarah dan berbagai ritual menyambut bulan suci. Kondisi tersebut sekaligus menjadi momentum bagi petani untuk meningkatkan pendapatan mereka.

Peningkatan aktivitas sudah terasa di kebun-kebun mawar yang mulai ramai didatangi para pengepul. Jika pada hari-hari normal harga mawar berkisar Rp50.000–Rp60.000 per tenggok. Namun menjelang Ramadan angka tersebut melonjak hingga Rp250.000 per tenggok.

“Sejak pertengahan bulan ini panen terus berjalan, tapi dua hari menjelang puasa bunga sudah mulai habis,” ujar Kami, salah satu petani mawar di Desa Sidomulyo.

Ia menuturkan, panen pada periode Ramadan memang menjadi masa paling sibuk, karena permintaan melonjak tak hanya untuk kebutuhan lokal, tetapi juga dari luar daerah.

Dalam kondisi puncak panen, seorang petani mampu menghasilkan hingga 20 tenggok mawar per hari. Jumlah tersebut bahkan dapat bertambah bila tanaman sedang berada pada masa produktif.

“Kalau sekali panen bisa sampai dua puluh tenggok, kadang lebih,” ungkap Kami.

Image Not Found
kebun bunga mawar di Desa Sidomulyo, Kecamatan Sidorejo. Foto : Kusnanto-Sinergia

Menurutnya, harga juga berubah sangat cepat mengikuti kondisi pasar. Dalam hitungan jam, nilai jual mawar bisa melonjak drastis.

Kami menjelaskan bahwa fluktuasi harga terjadi hampir setiap hari. “Pagi harganya sekitar seratus ribu. Menjelang siang naik jadi seratus lima puluh, lalu setengah jam kemudian bisa naik lagi sampai dua ratus lima puluh ribu per tenggok,” tuturnya.

Kenaikan harga ekstrem ini biasanya berlangsung menjelang Ramadan, IdulFitri, dan bulan Sura — periode ketika permintaan bunga berada di titik tertinggi.

Lonjakan permintaan membuat para pedagang tidak lagi menunggu di pasar. Mereka justru aktif mendatangi kebun-kebun mawar untuk membeli langsung dari petani dan memetik bunga di lokasi.

“Sekarang pedagang malah datang sendiri ke tegalan (kebun). Begitu lihat ada bunga yang siap petik, mereka langsung minta dipanen,” kata Kami.

Dengan sistem penjemputan langsung ini, petani tak perlu bersusah payah mencari pembeli. Transaksi pun berlangsung lebih cepat dan efisien.

Musim ramai penjualan mawar biasanya terjadi sejak awal Ramadan hingga 10 hari menjelang Idulfitri. Pada periode tersebut, aktivitas petani meningkat drastis mengikuti permintaan pasar.

Meski kenaikan harga hanya terjadi pada waktu tertentu dalam setahun, momen ini memberikan dampak signifikan terhadap ekonomi keluarga petani.

“Alhamdulillah, panen menjelang puasa seperti ini sangat membantu. Walau musiman, hasilnya bisa menambah pendapatan kami,” ujar Kami.

Selain budidaya mawar, petani juga menerapkan sistem tumpang sari dengan tanaman lain, sehingga tetap memperoleh pemasukan meski harga mawar menurun pada hari biasa.(Kusnanto).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Buyung

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jembatan Roboh, Warga Terpaksa Melintasi Jembatan Bambu

    Jembatan Roboh, Warga Terpaksa Melintasi Jembatan Bambu

    • calendar_month Sabtu, 29 Mar 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Hujan deras yang mengguyur Ponorogo sepanjang hari menyebabkan Jembatan Mingging di Desa Grogol, Kecamatan Sawoo, roboh pada Sabtu (29/03/2025) dini hari sekitar pukul 02.30 WIB. Jembatan sepanjang 12 meter dengan lebar 6 meter itu tak mampu menahan derasnya arus sungai yang meluap akibat curah hujan tinggi. Akibatnya, ratusan warga di Dusun […]

    Bagikan
  • Pemkab Madiun Rumuskan Strategi Pengelolaan Sampah Terpadu, Jajaki Gandeng Badan Usaha

    Pemkab Madiun Rumuskan Strategi Pengelolaan Sampah Terpadu, Jajaki Gandeng Badan Usaha

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 197
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Sampah menjadi persoalan yang tidak bisa dianggap remeh oleh pemerintah. Dampak sampah tidak hanya soal lingkungan, namun juga merambah ke berbagai aspek krusial lainnya yang mempengaruhi kehidupan manusia. Seperti halnya sektor kesehatan, ekonomi, sosial dan keamanan serta perubahan iklim. Berkaca pada hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) tengah […]

    Bagikan
  • Ratusan Rumah di Kecamatan Wungu Terendam Banjir, Akses Jalan Terputus

    Ratusan Rumah di Kecamatan Wungu Terendam Banjir, Akses Jalan Terputus

    • calendar_month Minggu, 16 Mar 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 111
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab Madiun – Banjir merendam ratusan rumah di Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, pada Sabtu (15/3/2025) malam. Selain menggenangi permukiman, banjir juga menyebabkan terputusnya akses jalan alternatif dari Madiun menuju Surabaya. Seperti banjir di Desa Mojorayung sekitar pukul 19.30 WIB akibat hujan deras yang turun sejak pukul 17.00 WIB. Ketinggian air di […]

    Bagikan
  • Pasca Insiden KA Bangunkarta Anjlok, KAI Madiun Gelar Diklat Tenaga Perawatan Jalur dan Bangunan

    Pasca Insiden KA Bangunkarta Anjlok, KAI Madiun Gelar Diklat Tenaga Perawatan Jalur dan Bangunan

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun menggelar pelatihan intensif bagi petugas perawatan jalur guna meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api. Kegiatan bertajuk Diklat Refreshing Tenaga Perawatan Jalur dan Bangunan telah berlangsung selama dua hari, 8–9 April 2026. Pelatihan diikuti sejumlah unsur internal, mulai dari tim quality control, SDM, […]

    Bagikan
  • Cegah Insiden Serupa Al-Khoziny, Pemkab Ponorogo Siapkan Asesmen Bangunan Pesantren

    Cegah Insiden Serupa Al-Khoziny, Pemkab Ponorogo Siapkan Asesmen Bangunan Pesantren

    • calendar_month Jumat, 10 Okt 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Pemerintah Kabupaten Ponorogo mulai menindaklanjuti langkah pencegahan terhadap potensi insiden bangunan roboh di lingkungan pesantren. Hal ini menyusul peristiwa robohnya gedung di salah satu pondok pesantren di Sidoarjo beberapa waktu lalu. Melalui Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP), Pemkab Ponorogo menggelar pertemuan bersama Kementerian Agama (Kemenag) serta perwakilan pondok […]

    Bagikan
  • Ini Skema Gaji dan Penempatan 1.119 PPPK Paruh Waktu Magetan

    Ini Skema Gaji dan Penempatan 1.119 PPPK Paruh Waktu Magetan

    • calendar_month Selasa, 16 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 428
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Setelah mengikuti apel penyerahan SK secara simbolis di Alun-alun Magetan, sebanyak 1.119 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu akhirnya menerima berkas fisik Surat Keputusan (SK) pengangkatan di Pendopo Surya Graha, Selasa (16/12/2025). Ribuan PPPK Paruh Waktu tersebut terdiri dari 38 tenaga pendidik (guru) dan 1.081 tenaga teknis yang akan […]

    Bagikan
expand_less