Berita Terkini
Trending Tags

Harga Mawar di Magetan Melonjak Lebih dari 100 Persen Jelang Ramadan

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
  • visibility 295
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
petani mawar di Desa Sidomulyo, Kecamatan Sidorejo menikmati masa panen. Foto : Kusnanto-Sinergia

Sinergia | Magetan – Menjelang datangnya bulan Ramadan, para petani mawar di Desa Sidomulyo, Kecamatan Sidorejo menikmati masa panen yang membawa berkah besar. Permintaan yang meningkat tajam sejak pertengahan Januari membuat harga mawar meroket lebih dari 100 persen dibanding hari-hari biasa.

Kenaikan harga ini dipicu tradisi masyarakat yang memerlukan bunga mawar untuk ziarah dan berbagai ritual menyambut bulan suci. Kondisi tersebut sekaligus menjadi momentum bagi petani untuk meningkatkan pendapatan mereka.

Peningkatan aktivitas sudah terasa di kebun-kebun mawar yang mulai ramai didatangi para pengepul. Jika pada hari-hari normal harga mawar berkisar Rp50.000–Rp60.000 per tenggok. Namun menjelang Ramadan angka tersebut melonjak hingga Rp250.000 per tenggok.

“Sejak pertengahan bulan ini panen terus berjalan, tapi dua hari menjelang puasa bunga sudah mulai habis,” ujar Kami, salah satu petani mawar di Desa Sidomulyo.

Ia menuturkan, panen pada periode Ramadan memang menjadi masa paling sibuk, karena permintaan melonjak tak hanya untuk kebutuhan lokal, tetapi juga dari luar daerah.

Dalam kondisi puncak panen, seorang petani mampu menghasilkan hingga 20 tenggok mawar per hari. Jumlah tersebut bahkan dapat bertambah bila tanaman sedang berada pada masa produktif.

“Kalau sekali panen bisa sampai dua puluh tenggok, kadang lebih,” ungkap Kami.

Image Not Found
kebun bunga mawar di Desa Sidomulyo, Kecamatan Sidorejo. Foto : Kusnanto-Sinergia

Menurutnya, harga juga berubah sangat cepat mengikuti kondisi pasar. Dalam hitungan jam, nilai jual mawar bisa melonjak drastis.

Kami menjelaskan bahwa fluktuasi harga terjadi hampir setiap hari. “Pagi harganya sekitar seratus ribu. Menjelang siang naik jadi seratus lima puluh, lalu setengah jam kemudian bisa naik lagi sampai dua ratus lima puluh ribu per tenggok,” tuturnya.

Kenaikan harga ekstrem ini biasanya berlangsung menjelang Ramadan, IdulFitri, dan bulan Sura — periode ketika permintaan bunga berada di titik tertinggi.

Lonjakan permintaan membuat para pedagang tidak lagi menunggu di pasar. Mereka justru aktif mendatangi kebun-kebun mawar untuk membeli langsung dari petani dan memetik bunga di lokasi.

“Sekarang pedagang malah datang sendiri ke tegalan (kebun). Begitu lihat ada bunga yang siap petik, mereka langsung minta dipanen,” kata Kami.

Dengan sistem penjemputan langsung ini, petani tak perlu bersusah payah mencari pembeli. Transaksi pun berlangsung lebih cepat dan efisien.

Musim ramai penjualan mawar biasanya terjadi sejak awal Ramadan hingga 10 hari menjelang Idulfitri. Pada periode tersebut, aktivitas petani meningkat drastis mengikuti permintaan pasar.

Meski kenaikan harga hanya terjadi pada waktu tertentu dalam setahun, momen ini memberikan dampak signifikan terhadap ekonomi keluarga petani.

“Alhamdulillah, panen menjelang puasa seperti ini sangat membantu. Walau musiman, hasilnya bisa menambah pendapatan kami,” ujar Kami.

Selain budidaya mawar, petani juga menerapkan sistem tumpang sari dengan tanaman lain, sehingga tetap memperoleh pemasukan meski harga mawar menurun pada hari biasa.(Kusnanto).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Buyung

Rekomendasi Untuk Anda

  • Relokasi 100 KK Korban Bencana di Kabupaten Madiun Baru Dieksekusi 2027, Terkendala Izin Kawasan Hutan

    Relokasi 100 KK Korban Bencana di Kabupaten Madiun Baru Dieksekusi 2027, Terkendala Izin Kawasan Hutan

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 168
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) terus mematangkan rencana relokasi bagi warga yang tinggal di kawasan rawan bencana. Sebanyak 100 kepala keluarga (KK) dari dua desa menjadi sasaran relokasi, namun pelaksanaan fisiknya diperkirakan baru dapat dimulai pada 2027 karena masih menunggu proses perizinan penggunaan kawasan hutan. Kepala Disperkim […]

    Bagikan
  • Viral CCTV Tabrakan KA Logawa dan Truk di Perlintasan Bagor–Saradan, Diduga Palang Pintu Perlintasan Belum Tertutup Sempurna

    Viral CCTV Tabrakan KA Logawa dan Truk di Perlintasan Bagor–Saradan, Diduga Palang Pintu Perlintasan Belum Tertutup Sempurna

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 511
    • 0Komentar

    Sinergia | Nganjuk – Rekaman CCTV detik-detik tabrakan antara KA Logawa dengan sebuah truk di perlintasan sebidang resmi terjaga (JPL 103) KM 126+428 petak jalan Bagor–Saradan, Kabupaten Nganjuk, Kamis (9/7/2026), viral di media sosial. Video tersebut memicu perhatian publik karena memperlihatkan palang pintu perlintasan belum tertutup sempurna ketika sejumlah kendaraan masih melintas. Beberapa saat kemudian, […]

    Bagikan
  • Tabrak Bak Truk dari Arah Berlawanan, Pemotor di Madiun Tewas

    Tabrak Bak Truk dari Arah Berlawanan, Pemotor di Madiun Tewas

    • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 352
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Kebonsari-Geger, Desa Balerejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Rabu (19/8/2026) malam. Seorang pengendara sepeda motor tewas setelah menabrak bagian samping bak truk yang melaju dari arah berlawanan. Korban diketahui bernama Rendi Dwi Ristianto (22), warga Desa Balerejo, Kecamatan Kebonsari. Saat kejadian, Rendi mengendarai sepeda motor Yamaha […]

    Bagikan
  • 3 Warung di Telaga Sarangan Magetan Rusak Tertimpa Pohon

    3 Warung di Telaga Sarangan Magetan Rusak Tertimpa Pohon

    • calendar_month Senin, 20 Jan 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 129
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Hujan deras disertai angin kencang melanda kawasan Telaga Sarangan Magetan pada Senin dini hari (20/1/2025). Dampaknya 3 warung milik pedagang di Telaga Sarangan rusak parah tertimpa Pohon. BPBD Magetan mencatat pemilik 3 warung itu diantaranya Ipan, Midi, dan Saeran, warga Desa Ngancar, Kecamatan Plaosan. “Saat kejadian kondisi warung tengah kosong. […]

    Bagikan
  • Tuntut Reklamasi Tambang Pasir Mangkrak, Warga Dua Desa di Magetan Luruk Dewan

    Tuntut Reklamasi Tambang Pasir Mangkrak, Warga Dua Desa di Magetan Luruk Dewan

    • calendar_month Selasa, 18 Feb 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Warga Desa Sobontoro dan Desa Sumursongo, Kecamatan Karas luruk Gedung DPRD Magetan, Senin (17/02/2025) pukul 12.00 WIB. Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) ini dihadiri Komisi D, Ketua DPRD Kabupaten Magetan Suratno, pemilik tambang, dan sejumlah OPD terkait. Warga 2 desa itu mengeluhkan keberadaan bekas tambang pasir yang dinilai mangkrak. Perwakilan […]

    Bagikan
  • Terima Mobil Siaga Ambulance, Kades Slambur Madiun Langsung Brokohan

    Terima Mobil Siaga Ambulance, Kades Slambur Madiun Langsung Brokohan

    • calendar_month Sabtu, 19 Jul 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Pasangan Harmonis yang kini menjabat sebagai Bupati dan Wakil Bupati Madiun memenuhi janji kampanyenya. 15 mobil siaga ambulance diserah terimakan kepada 15 Kepala Desa (Kades) bersamaan HUT ke-457 Kabupaten Madiun, pada Jumat (18/07/2025) di halaman pendopo, Ronggo Jumeno. Salah satu penerima adalah Desa Slambur Kecamatan Geger. Kades Slambur, Sugeng Wahono […]

    Bagikan
expand_less