Berita Terkini
Trending Tags

Harga Mawar di Magetan Melonjak Lebih dari 100 Persen Jelang Ramadan

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
  • visibility 283
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
petani mawar di Desa Sidomulyo, Kecamatan Sidorejo menikmati masa panen. Foto : Kusnanto-Sinergia

Sinergia | Magetan – Menjelang datangnya bulan Ramadan, para petani mawar di Desa Sidomulyo, Kecamatan Sidorejo menikmati masa panen yang membawa berkah besar. Permintaan yang meningkat tajam sejak pertengahan Januari membuat harga mawar meroket lebih dari 100 persen dibanding hari-hari biasa.

Kenaikan harga ini dipicu tradisi masyarakat yang memerlukan bunga mawar untuk ziarah dan berbagai ritual menyambut bulan suci. Kondisi tersebut sekaligus menjadi momentum bagi petani untuk meningkatkan pendapatan mereka.

Peningkatan aktivitas sudah terasa di kebun-kebun mawar yang mulai ramai didatangi para pengepul. Jika pada hari-hari normal harga mawar berkisar Rp50.000–Rp60.000 per tenggok. Namun menjelang Ramadan angka tersebut melonjak hingga Rp250.000 per tenggok.

“Sejak pertengahan bulan ini panen terus berjalan, tapi dua hari menjelang puasa bunga sudah mulai habis,” ujar Kami, salah satu petani mawar di Desa Sidomulyo.

Ia menuturkan, panen pada periode Ramadan memang menjadi masa paling sibuk, karena permintaan melonjak tak hanya untuk kebutuhan lokal, tetapi juga dari luar daerah.

Dalam kondisi puncak panen, seorang petani mampu menghasilkan hingga 20 tenggok mawar per hari. Jumlah tersebut bahkan dapat bertambah bila tanaman sedang berada pada masa produktif.

“Kalau sekali panen bisa sampai dua puluh tenggok, kadang lebih,” ungkap Kami.

Image Not Found
kebun bunga mawar di Desa Sidomulyo, Kecamatan Sidorejo. Foto : Kusnanto-Sinergia

Menurutnya, harga juga berubah sangat cepat mengikuti kondisi pasar. Dalam hitungan jam, nilai jual mawar bisa melonjak drastis.

Kami menjelaskan bahwa fluktuasi harga terjadi hampir setiap hari. “Pagi harganya sekitar seratus ribu. Menjelang siang naik jadi seratus lima puluh, lalu setengah jam kemudian bisa naik lagi sampai dua ratus lima puluh ribu per tenggok,” tuturnya.

Kenaikan harga ekstrem ini biasanya berlangsung menjelang Ramadan, IdulFitri, dan bulan Sura — periode ketika permintaan bunga berada di titik tertinggi.

Lonjakan permintaan membuat para pedagang tidak lagi menunggu di pasar. Mereka justru aktif mendatangi kebun-kebun mawar untuk membeli langsung dari petani dan memetik bunga di lokasi.

“Sekarang pedagang malah datang sendiri ke tegalan (kebun). Begitu lihat ada bunga yang siap petik, mereka langsung minta dipanen,” kata Kami.

Dengan sistem penjemputan langsung ini, petani tak perlu bersusah payah mencari pembeli. Transaksi pun berlangsung lebih cepat dan efisien.

Musim ramai penjualan mawar biasanya terjadi sejak awal Ramadan hingga 10 hari menjelang Idulfitri. Pada periode tersebut, aktivitas petani meningkat drastis mengikuti permintaan pasar.

Meski kenaikan harga hanya terjadi pada waktu tertentu dalam setahun, momen ini memberikan dampak signifikan terhadap ekonomi keluarga petani.

“Alhamdulillah, panen menjelang puasa seperti ini sangat membantu. Walau musiman, hasilnya bisa menambah pendapatan kami,” ujar Kami.

Selain budidaya mawar, petani juga menerapkan sistem tumpang sari dengan tanaman lain, sehingga tetap memperoleh pemasukan meski harga mawar menurun pada hari biasa.(Kusnanto).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Buyung

Rekomendasi Untuk Anda

  • Viral Pembawa Keranda Lewati Sungai, Ini Solusi Kang Giri Untuk Lahan Pemakaman di Wates

    Viral Pembawa Keranda Lewati Sungai, Ini Solusi Kang Giri Untuk Lahan Pemakaman di Wates

    • calendar_month Rabu, 23 Apr 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko mengambil langkah cepat dengan membelikan lahan pemakaman bagi warga Dukuh Bukul, Desa Wates, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Langkah ini dilakukan setelah video viral yang memperlihatkan warga membawa keranda jenazah melintasi sungai karena tak bisa melalui jalur biasa, meski secara infrastruktur tidak ada kerusakan. Masalah bermula […]

    Bagikan
  • Kebut Capaian Kinerja, Puskesmas Dagangan Gencarkan Program Pelita ASI Untuk Tekan Angka Stunting

    Kebut Capaian Kinerja, Puskesmas Dagangan Gencarkan Program Pelita ASI Untuk Tekan Angka Stunting

    • calendar_month Kamis, 28 Agt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 211
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Puskesmas Dagangan mencatat capaian signifikan dalam pelayanan kesehatan semester pertama 2025 sekaligus meluncurkan program inovasi untuk mempercepat penurunan angka stunting di Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun. Dalam rapat lintas sektor yang dihadiri Muspika, kepala desa, PKK Kecamatan, dan Desa, Kepala Puskesmas Dagangan dr. Yanti Umi Anggraeni melaporkan bahwa program Cek Kesehatan […]

    Bagikan
  • Unik! Seserahan Pernikahan di Ponorogo Berupa Sepasang Domba Merino

    Unik! Seserahan Pernikahan di Ponorogo Berupa Sepasang Domba Merino

    • calendar_month Minggu, 9 Agt 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 134
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Seserahan pernikahan umumnya berupa perlengkapan alat salat, perhiasan, pakaian, atau kebutuhan rumah tangga. Namun, pasangan pengantin di Desa Paringan, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, ini memilih seserahan yang tidak biasa. Wilujeng Sri Utami dan Malindo Agus Sutrisno menghadirkan sepasang domba jenis Merino sebagai hadiah pernikahan. Momen tersebut berlangsung saat resepsi […]

    Bagikan
  • Soal Penghentian Produksi Beras Premium Bulan Emas, DKPP Madiun : Demi Kepatuhan Aturan

    Soal Penghentian Produksi Beras Premium Bulan Emas, DKPP Madiun : Demi Kepatuhan Aturan

    • calendar_month Kamis, 14 Agt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 203
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Madiun menegaskan bahwa penghentian produksi beras premium bermerek Bulan Emas, Palur, Palur Pink oleh CV Martindo Rice bukan karena pelanggaran, melainkan bentuk kepatuhan terhadap regulasi mutu beras. “Sebenarnya tidak ada masalah dengan CV Martindo Rice. Mereka hanya berusaha taat aturan dan memberi contoh […]

    Bagikan
  • Lupa Matikan Kompor, Rumah Mbah Siman Dilalap Si Jago Merah

    Lupa Matikan Kompor, Rumah Mbah Siman Dilalap Si Jago Merah

    • calendar_month Senin, 17 Feb 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun  – Kebakaran melanda rumah sekaligus toko kelontong milik Siman (76) dan Sutari (75) di Jalan Gajah Mada, Kota Madiun, pada Senin (17/2/2025) sekitar pukul 10.58 WIB. Petugas pemadam kebakaran dari Satpol PP dan Damkar Kota Madiun menerjunkan 2 unit mobil penembak dan 2 unit mobil suplai dalam peristiwa ini. Kobaran api […]

    Bagikan
  • Masih Banyak SPPG di Madiun Belum Kantongi Sertifikasi Kebakaran dan SLF

    Masih Banyak SPPG di Madiun Belum Kantongi Sertifikasi Kebakaran dan SLF

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 257
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Madiun mengungkap masih banyak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang belum mengantongi sertifikasi mitigasi kebakaran dan Sertifikat Laik Fungsi (SLF). Padahal, dua dokumen tersebut menjadi syarat wajib dalam kelengkapan administrasi operasional dapur program makan bergizi gratis (MBG). Kepala Bidang Kesiapsiagaan dan Pengendalian Bahaya Kebakaran Damkar Kabupaten Madiun, […]

    Bagikan
expand_less