Berita Terkini
Trending Tags

Hari Batik Nasional 2026, Regenerasi Pembatik di Kota Madiun Masih Jadi Tantangan

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month 54 menit yang lalu
  • visibility 20
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Motif batik khas Madiun terus dikembangkan oleh para perajin lokal. Foto : Kris-Sinergia

Sinergia | Kota Madiun — Peringatan Hari Batik Nasional setiap 2 Oktober menjadi momentum untuk melihat perkembangan industri batik sekaligus tantangan regenerasi perajin. Di Kota Madiun, batik terus berkembang dengan beragam motif khas, namun minat generasi muda untuk menekuni profesi sebagai pembatik masih dinilai rendah.

Kepala Bidang Perindustrian Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disnaker KUKM) Kota Madiun, Anang Wibowo, mengatakan mayoritas pembatik yang mengikuti pelatihan peningkatan kemampuan masih berusia di atas 40 tahun.

Menurut Anang, kondisi tersebut terlihat dalam kegiatan up skill atau peningkatan kemampuan membatik yang digelar pemerintah daerah bulan sebelumnya. Kegiatan itu diikuti sekitar 30 pembatik yang telah memiliki dasar atau menjalankan usaha batik.

“Kemarin ada 30 orang pembatik kita berikan pelatihan selama tiga hari untuk melatih meningkatkan kemampuan membuat pola sampai jadi kain batiknya. Memang rata-rata usia di atas 40 tahun,” kata Anang.

Ia menyebut minat generasi muda untuk terjun langsung menjadi perajin batik masih perlu ditingkatkan. Pemerintah Kota Madiun sebelumnya juga telah berupaya mengenalkan batik dan kerajinan kepada anak muda melalui berbagai kegiatan.

Salah satunya melalui kegiatan di Teras Kriya Gedung Dekranasda. Selain membatik, kegiatan tersebut juga mengenalkan berbagai aktivitas kriya seperti menggambar, membuat manik-manik, dan kerajinan lainnya.

Anang menilai regenerasi pembatik tidak hanya berkaitan dengan keterampilan teknis, tetapi juga ketertarikan terhadap seni.

“Batik itu perlu seni. Memang mungkin dari passion-nya anak-anak muda sekarang untuk menjadi seni masih kurang. Harus menjiwai seni, menumpahkan ide dalam bentuk pola,” ujarnya.

Karena itu, ia mendorong agar pengenalan batik kepada generasi muda dilakukan sejak lingkungan sekolah. Salah satu upaya yang dinilai dapat dilakukan adalah memperbanyak kompetisi menciptakan desain atau motif batik baru.

“Sering mengadakan kompetisi di tingkat sekolahan mungkin perlu kita tingkatkan. Cipta-cipta batik baru,” katanya.

Disnaker KUKM Kota Madiun mencatat terdapat sekitar 30 pembatik yang aktif saat ini. Pembinaan terhadap pelaku batik tidak hanya dilakukan melalui pelatihan. Pemerintah juga memberikan kesempatan mengikuti pameran serta memfasilitasi tempat untuk memajang produk di Gedung Dekranasda Kota Madiun.

Image Not Found
Regenerasi pembatik muda menjadi tantangan di Kota Madiun. Foto : Kris-Sinergia

“Hasil-hasil kreasi pembatik Madiun ada di situ. Hasil kreasi motif-motif pembatik Kota Madiun ada semua di sana,” jelas Anang.

Selain pengembangan sumber daya manusia dan pemasaran, pemerintah juga memberikan dukungan berupa fasilitasi peralatan. Tahun ini, Disnaker KUKM Kota Madiun menyiapkan meja kaca yang digunakan untuk membantu proses pembuatan pola batik.

“Ini sementara baru 10,” kata Anang terkait jumlah meja yang disiapkan.

Di tengah persoalan regenerasi, batik Kota Madiun juga terus dikembangkan melalui penciptaan motif yang merepresentasikan identitas daerah.

Anang mengatakan sejumlah motif batik hasil kreasi pembatik Kota Madiun telah didaftarkan untuk memperoleh perlindungan hak kekayaan intelektual (HAKI). Berdasarkan data yang ia ketahui, terdapat sekitar tujuh motif yang telah didaftarkan.

“Setahu saya tujuh motif. Ada motif pecel hingga motif kereta api juga,” ujarnya.

Plt Kepala Disnaker KUKM Kota Madiun Angga Wahyu Nurcahyo menambahkan, upaya regenerasi pembatik tidak dapat dilakukan oleh satu organisasi perangkat daerah (OPD) saja.

Menurut dia, pemerintah daerah menggandeng OPD lain, termasuk Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora), untuk menggelar kegiatan yang sekaligus menjadi ruang promosi bagi batik Madiun dan pembatik generasi muda.

Salah satunya melalui kegiatan Madiun Batik Heritage hingga Desain Batik Competition.

“Regenerasi itu sebenarnya kita tidak bisa kerja sendiri. Makanya kita selalu menggandeng OPD-OPD terkait. Seperti lewat event-event seperti Madiun Batik Heritage pada Hari Jadi ke-108,” kata Angga.

Ia menjelaskan pembagian peran antar-OPD dilakukan sesuai kewenangan masing-masing. Disnaker KUKM lebih berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan, sementara kegiatan yang bersifat promosi dan pengangkatan potensi batik dapat dilakukan melalui OPD lain.

“Kita lebih ke peningkatan kualitas SDM-nya. Tapi event-nya nanti yang membantu mengangkat dari Disparpora,” ujarnya.

Ke depan, Pemerintah Kota Madiun berencana terus mengembangkan batik melalui kegiatan dan event yang mengangkat potensi batik daerah, termasuk pengembangan tema atau karakter batik Madiun.

Dengan demikian, tantangan batik Madiun tidak hanya mempertahankan motif dan produk yang telah berkembang, tetapi juga memastikan keterampilan membatik dapat diteruskan kepada generasi berikutnya. (Krs)

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Musrenbang RKPD Kota Madiun 2027, Fokus Utama Penguatan SDM Menuju Kota Maju Mendunia bersama Masyarakat

    Musrenbang RKPD Kota Madiun 2027, Fokus Utama Penguatan SDM Menuju Kota Maju Mendunia bersama Masyarakat

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 200
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rancangan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 di Hotel Mercure Madiun, Selasa (17/3/2026). Tema RKPD 2027 kali ini yakni Penguatan Transformasi Ekonomi, Sosial, dan Tata Kelola yang Inklusif dan Berkelanjutan Bersama Masyarakat Membangun Kota Mendunia.  Kegiatan yang dibuka Pelaksana Tugas (Plt) […]

    Bagikan
  • Tiyas Maulana, Perajin Barongan dari Magetan yang Tekun Merawat Warisan Budaya

    Tiyas Maulana, Perajin Barongan dari Magetan yang Tekun Merawat Warisan Budaya

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 276
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Di sudut Desa Sidomulyo, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan, suara ketukan halus dari pahat kayu terdengar nyaris setiap hari. Dari rumah sederhana itulah Tiyas Maulana (22) menyalurkan ketekunan dan kecintaannya pada seni tradisi. Membuat singa barong, topeng besar ikonik kesenian Reog. Tidak pernah terlintas dalam benaknya bahwa keisengan masa remaja akan berubah […]

    Bagikan
  • Pelatihan Metode GASING Diluncurkan di Magetan, Perkuat Fondasi Numerasi Sejak Dini

    Pelatihan Metode GASING Diluncurkan di Magetan, Perkuat Fondasi Numerasi Sejak Dini

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 302
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Upaya meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya kemampuan numerasi siswa, terus diperkuat Pemerintah Kabupaten Magetan. Salah satunya melalui peluncuran pelatihan pendidikan berjenjang metode GASING (Gampang, Asyik, dan Menyenangkan) yang digelar di Pendopo Surya Graha, Senin (4/5/2026). Program ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor, melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, serta praktisi pendidikan. […]

    Bagikan
  • Diterjang Hujan Deras, Rumah Senen Roboh, Lima Orang Mengungsi

    Diterjang Hujan Deras, Rumah Senen Roboh, Lima Orang Mengungsi

    • calendar_month Sabtu, 10 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Cuaca ekstrem kembali memicu bencana di Kabupaten Magetan. Rumah dan kandang kambing milik Senen warga di Desa Terung RT 04 RW 01, Kecamatan Panekan, roboh diterjang hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak Jumat (9/5/2025) siang hingga malam. Peristiwa tragis yang terjadi sekitar pukul 18.40 WIB, menyebabkan kerusakan berat pada bangunan […]

    Bagikan
  • Bunda Rita Sambangi Ponorogo City Expo, Apresiasi Karya Pelajar dan UMKM

    Bunda Rita Sambangi Ponorogo City Expo, Apresiasi Karya Pelajar dan UMKM

    • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 104
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Plt Bupati Ponorogo, Bunda Lisdyarita, menyambangi gelaran Ponorogo City Expo (PCE) 2026 di Alun-Alun Ponorogo, Minggu (6/9/2026). Dalam kunjungannya, Bunda Rita berkeliling melihat berbagai stand yang menampilkan produk unggulan pelaku UMKM maupun lembaga pendidikan. Ia juga menyempatkan berdialog langsung dengan para pelaku usaha dan pelajar yang berada di stand. Salah satu […]

    Bagikan
  • Pemkot Madiun Gandeng Kejaksaan dan Kepolisian Kawal Transparansi Dana Rp. 10 Juta per RT

    Pemkot Madiun Gandeng Kejaksaan dan Kepolisian Kawal Transparansi Dana Rp. 10 Juta per RT

    • calendar_month Kamis, 1 Okt 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 81
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun — Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun menggandeng Kejaksaan Negeri (Kejari) dan Polres Madiun Kota untuk memberikan penguatan dan pengawasan dalam pelaksanaan program pengelolaan sampah lingkungan yang didukung anggaran Rp10 juta untuk setiap rukun tetangga (RT). Hal itu ditegaskan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun Bagus Panuntun dalam Sosialisi Penguatan Peran Pokmas […]

    Bagikan
expand_less