Lantai 2 Pasar Besar Madiun Sepi, Pemkot Siapkan Konsep Baru untuk Tarik Pengunjung
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 45
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun — Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun menyiapkan rencana penataan kembali lantai 2 Pasar Besar Madiun (PBM) yang selama ini dinilai masih sepi pengunjung. Pemkot berencana menyusun konsep baru agar area tersebut kembali memiliki daya tarik bagi masyarakat. Hal itu ditegaskan Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, F Bagus Panuntun usai meninjau langsung kondisi PBM, khususnya lantai 2.
Menurutnya, kondisi lantai 2 Pasar Besar menjadi salah satu perhatian setelah dirinya melihat langsung aktivitas perdagangan dan berdialog dengan sejumlah pedagang.
“Memang kondisinya dari beberapa pedagang yang saya ajak ngobrol tadi sepi,” kata Bagus.
Menurut dia, salah satu persoalan yang perlu dipecahkan adalah belum adanya sesuatu yang cukup menarik masyarakat untuk naik ke lantai 2. Karena itu, Pemkot Madiun akan mengkaji kemungkinan melakukan perombakan konsep kawasan tersebut.
Bagus menegaskan, rencana tersebut bukan berarti menggusur pedagang yang saat ini berjualan di lantai 2.
“Bukan saya ngusir pedagang, enggak. Saya ngerombak, supaya ada nanti sesuatu yang menarik di situ,” ujarnya.
Ia menyebut, lantai 2 PBM sebenarnya telah memiliki sejumlah potensi, termasuk keberadaan kuliner legendaris. Salah satunya Rawon Bu Wolo dan sejumlah warung soto yang selama ini memiliki pelanggan.

Namun, aktivitas kuliner tersebut cenderung ramai pada malam hari sehingga belum sepenuhnya mampu menghidupkan aktivitas lantai 2 sepanjang waktu.
Pemkot juga telah melakukan sejumlah upaya untuk meningkatkan keramaian di kawasan Pasar Besar, salah satunya dengan memindahkan aktivitas pedagang ojokan ke area tersebut.
Ke depan, kata Bagus, fungsi lantai 2 yang selama ini banyak ditempati pedagang garmen dan konveksi juga akan kembali dihidupkan sesuai karakter dan fungsi kawasan.
“Teman-teman perdagangan sudah berusaha meramaikan, pedagang ojokan dinaikkan, tetapi fungsi nanti lantai 2 ini yang banyak ke garmen, konveksi, ini akan dihidupkan lagi sesuai dengan fungsinya,” jelasnya.
Bagus mengatakan, persoalan utama yang harus dijawab dalam penataan lantai 2 adalah membuat masyarakat tertarik untuk naik terlebih dahulu, sebelum kemudian memutuskan berbelanja.
Menurutnya, kecenderungan masyarakat enggan naik ke lantai atas merupakan persoalan yang juga banyak ditemui di pasar tradisional di berbagai daerah.
“Bagaimana orang itu, satu, bisa tertarik untuk naik dulu. Bukan untuk beli, tapi untuk naik ke lantai 2,” katanya.
Karena itu, konsep baru nantinya dapat memadukan berbagai bentuk daya tarik, mulai dari kuliner, penataan fisik, hingga inovasi pelayanan.
Bagus meminta jajaran terkait mulai menyiapkan perencanaan untuk penataan lantai 2 PBM pada 2027. Konsep tersebut nantinya akan digodok dengan mempertimbangkan perkembangan kebutuhan masyarakat dan kondisi perdagangan.
“Ini yang nanti akan kita create. Macam-macam nanti akan coba kami bikin. Kita matangman konsep dan perencanaan nya dulu,” pungkas Bagus. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez



