Tragis, Bocah 9 Tahun di Ponorogo Meninggal Tertimpa Tembok Saat Bermain Petak Umpet
- account_circle Ega Patria
- calendar_month 6 jam yang lalu
- visibility 48
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ponorogo – Nasib tragis dialami R, bocah berusia sembilan tahun di Desa Ketonggo, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo. Korban meninggal dunia setelah tertimpa reruntuhan tembok kamar mandi yang sudah lama tidak digunakan saat bermain petak umpet, Minggu (6/9/2026) siang.
Peristiwa tersebut bermula ketika R bersama tiga temannya bermain petak umpet. Saat permainan berlangsung, korban berlari dan bersembunyi di belakang tembok kamar mandi yang sudah lama tidak terpakai.
Tanpa disadari korban, tembok yang kondisinya telah lapuk tiba-tiba roboh dan menimpa tubuhnya.

Salah seorang warga, Nuryanto, mengatakan dirinya mengetahui kejadian tersebut setelah diberitahu cucunya bahwa ada temannya yang tertimpa tembok. Ia kemudian bersama cucunya bergegas menuju lokasi.
Setibanya di lokasi, Nuryanto mendapati korban sudah tertimpa reruntuhan tembok. Bersama orang tua korban dan warga lainnya, tubuh korban kemudian dievakuasi dari reruntuhan.
“Lukanya di kepala. Kepalanya belakang, sepertinya ndak sadar,” kata Nuryanto.
Korban selanjutnya dibawa ke puskesmas untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, nyawa korban tidak berhasil diselamatkan dan korban dinyatakan meninggal dunia.
Bangunan kamar mandi tersebut diketahui milik warga setempat dan sudah lama tidak digunakan. Rumah yang menjadi bagian dari bangunan tersebut juga telah lama kosong. Kondisi tembok yang sudah lapuk diduga menjadi penyebab bangunan roboh.
Warga menyebut saat kejadian tidak terjadi angin kencang maupun cuaca buruk yang dapat memicu robohnya tembok.
“Ndak, ndak ada. Ndak ada angin,” ungkap Nuryanto.
Kanit Reskrim Polsek Bungkal AIPDA Hermansyah membenarkan kejadian tersebut. Polisi menerima laporan dari masyarakat terkait seorang anak yang tertimpa reruntuhan tembok bangunan yang sudah usang dan rusak.
“Ya, tadi memang benar kami mendapatkan informasi dari masyarakat tentang adanya anak yang tertimpa reruntuhan tembok karena temboknya sudah usang dan rusak,” ujar Hermansyah.
Hermansyah menjelaskan, saat kejadian empat anak sedang bermain petak umpet. Salah seorang anak kemudian bersembunyi di dekat kamar mandi yang kondisi temboknya sudah tidak layak.
“Tembok tersebut roboh. Dengan adanya kejadian tersebut, kemudian keluarga bersama masyarakat untuk korban dibawa ke puskesmas dan akhirnya meninggal dunia,” jelasnya.
Akibat tertimpa reruntuhan, korban mengalami sejumlah luka, di antaranya pada bagian kaki, tangan, kepala, dan pelipis.
Pihak kepolisian menyebut keluarga korban telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan tidak menuntut pihak mana pun.
“Dari pihak keluarga tidak menuntut dari pihak mana pun dan sudah menerima dengan adanya kejadian tersebut dianggap sebagai musibah,” pungkas Hermansyah. (Ega)
- Penulis: Ega Patria
- Editor: Diez





