Hasil Otopsi Terungkap Luka Sayatan di Leher Nur Aini, Anak Korban Jadi Terduga Pelaku
- account_circle Ega Patria
- calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
- visibility 36
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ponorogo – Fakta baru terungkap dalam kasus kematian Nur Aini (55), warga Desa Golan, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo. Hasil autopsi menyimpulkan korban meninggal akibat luka sayatan di leher hingga kehabisan darah. Selain itu juga disertai sejumlah luka akibat benturan benda tumpul di bagian kepala dan tangan.
Autopsi dilakukan oleh tim dokter forensik Labfor DVI Polda Jawa Timur. Dari pemeriksaan medis, luka paling fatal berada di bagian leher akibat benda tajam. Kasat Reskrim Polres Ponorogo AKP Imam Mujali mengatakan, hasil autopsi memperkuat dugaan bahwa korban meninggal akibat tindakan kekerasan.
“Di bagian kepala ada luka tumpul dan sayatan, sementara di leher terdapat luka sayatan hingga hampir putus. Kesimpulan dokter, korban meninggal akibat kehabisan darah dari luka di leher,” ujarnya, Selasa (27/1).
Polisi menduga kuat pelaku pembunuhan adalah anak kandung korban sendiri, berinisial Aji Saputro (29), yang saat ini masih dalam pengejaran. Berdasarkan hasil pendalaman penyidik, posisi terakhir terduga pelaku terdeteksi berada di wilayah Gunung Kidul.
Dugaan tersebut semakin menguat setelah polisi menemukan unggahan media sosial milik terduga pelaku. Dalam unggahan tersebut, Aji secara terbuka mengakui telah membunuh ibu kandungnya sendiri serta menyebut perbuatannya dilatarbelakangi dendam dan konflik keluarga sejak kecil.
Dalam unggahannya, terduga pelaku juga menyampaikan permohonan maaf kepada sang ibu dan menuliskan harapan agar korban mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan. Ia mengaku tidak mampu menyelesaikan persoalan keluarga yang menurutnya telah menimbulkan trauma berkepanjangan hingga memengaruhi kehidupannya.
AKP Imam Mujali membenarkan bahwa unggahan media sosial tersebut kini menjadi salah satu bahan pendalaman penyidik.
“Pengakuan di media sosial itu kami jadikan petunjuk awal. Namun proses hukum tetap mengacu pada alat bukti, keterangan saksi, dan hasil penyelidikan,” tegasnya.
Selain memburu terduga pelaku, polisi juga telah mengamankan sejumlah barang bukti yang ditemukan di wilayah Gunung Kidul, Jawa Tengah. Barang bukti tersebut antara lain sebuah kampak dan sepeda motor yang diduga digunakan terduga pelaku saat melarikan diri.
Hingga kini, Polres Ponorogo masih melakukan pengejaran intensif dan mengimbau masyarakat yang mengetahui keberadaan terduga pelaku agar segera melapor ke pihak kepolisian.(ega).
- Penulis: Ega Patria

