Insiden Maut Rombongan PSS Sleman di Tol Madiun, PT JNK Angkat Suara
- account_circle Tova Pradana
- calendar_month 13 jam yang lalu
- visibility 207
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun – Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan minibus dan truk bermuatan bibit kelapa terjadi di KM 616+100 jalur A Tol Ngawi–Kertosono, Minggu (18/10/2026) pagi. Insiden tersebut diduga dipicu pengemudi minibus yang mengantuk saat berkendara.
Melalui keterangan press rilis, PT Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri (JNK) menjelaskan kronologi minibus hiace yang melaju dari arah barat menuju timur melalui lajur 1. Saat tiba di lokasi kejadian, kendaraan tersebut menabrak bagian belakang truk bermuatan bibit kelapa yang berada di lajur yang sama.
Plt GM Teknik dan Operasi PT JNK, Albertus Ryan Krisnanto, mengatakan petugas segera bergerak setelah menerima informasi kecelakaan. Penanganan dilakukan dengan mengutamakan keselamatan pengguna jalan maupun petugas di lapangan.
“Petugas operasional PT JNK menerima laporan kecelakaan pada pukul 08.12 WIB. Tim Mobile Customer Service (MCS) tiba di lokasi pada pukul 08.30 WIB untuk mengamankan lajur dan memasang rambu peringatan guna mengantisipasi risiko kecelakaan lanjutan,” kata Albertus.
Akibat kecelakaan itu, sejumlah korban mengalami luka-luka dan dievakuasi ke RSUD Caruban untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Dan dilaporkan sejumlah penumpang meninggal dunia.
Penanganan kemudian diperkuat petugas operasional PT JNK bersama Patroli Jalan Raya (PJR) Jatim VI yang tiba di lokasi sekitar pukul 09.00 WIB. Petugas membantu proses evakuasi korban sekaligus memastikan situasi di sekitar tempat kejadian perkara tetap terkendali.
Proses penanganan dinyatakan selesai pada pukul 10.40 WIB. Lokasi kecelakaan juga telah dibersihkan sehingga penanganan di tempat kejadian perkara (TKP) tidak lagi berlangsung.
“Kami selalu mengingatkan kepada pengendara agar memastikan kondisi tubuh tetap prima sebelum melakukan perjalanan, terutama saat melintasi jalan tol yang membutuhkan konsentrasi tinggi.” ucapnya.
Bagi pengemudi yang merasa lelah atau mengantuk diminta tidak memaksakan diri melanjutkan perjalanan.
” Pengguna jalan dapat memanfaatkan rest area terdekat untuk beristirahat sebelum kembali berkendara,” tambah Ryan.
PT JNK mengingatkan bahwa menjaga kondisi fisik dan beristirahat ketika mengantuk merupakan langkah penting untuk melindungi keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya. (Tov)
- Penulis: Tova Pradana
- Editor: Krz/Diez





