Senin, 19 Okt 2026
Trending Tags

Peringati 2 Tahun Kinerja, DPRD Kota Madiun Gelar Wayang Kulit Semar Mbangun Kahyangan

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month 8 jam yang lalu
  • visibility 61
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Pagelaran wayang kulit Semar Mbangun Kahyangan meriahkan dua tahun kinerja DPRD Kota Madiun. (17/10/2026), Foto : Kris-Sinergia

Sinergia | Kota Madiun – Memperingati dua tahun kinerja DPRD Kota Madiun periode 2024–2029, pagelaran wayang kulit dengan lakon Semar Mbangun Kahyangan digelar di Taman Aspirasi, Sabtu (17/10/2026). Menghadirkan dalang kondang Ki Sigid Ariyanto bersama dalang lokal kebanggaan Kota Madiun, Ki Aditya Krisna, acara ini menjadi ruang pertemuan antara pelestarian budaya, penyampaian pesan moral, dan edukasi kebijakan publik.

Ratusan warga tampak antusias mengikuti pertunjukan seni tradisional tersebut. Tak sekadar menjadi hiburan, pagelaran wayang kulit ini juga membawa pesan tentang pentingnya membangun kehidupan bermasyarakat yang berlandaskan hati nurani, kebijaksanaan, dan keluhuran budi pekerti.

Dalam kesempatan ini juga diserahkan bantuan kepada anak yatim piatu, disabilitas hingga lansia. Bantuan ini sebagai bentuk kepedulian DPRD dan Pemkot Madiun kepada warga yang membutuhkan.

Lakon Semar Mbangun Kahyangan dipilih sebagai refleksi bahwa pembangunan sejati tidak hanya berorientasi pada kemajuan fisik, tetapi juga harus disertai pembenahan moral dan integritas.

Ketua DPRD Kota Madiun, Armaya dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah memberikan kepercayaan kepada lembaga legislatif selama dua tahun terakhir. Ia menegaskan, kritik dan masukan publik merupakan bagian penting dalam menjalankan tugas sebagai wakil rakyat.

Image Not Found
Ki Sigid Ariyanto dan Ki Aditya Krisna tampil dalam pagelaran wayang kulit di Taman Aspirasi. Foto : Kris-Sinergia

“Atas nama pimpinan dan seluruh anggota DPRD Kota Madiun, kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah memercayai kami selama dua tahun ini. Terima kasih juga atas kritikannya, atas demo-demonya. Ini tentunya untuk kebaikan kami, terutama di DPRD, dalam rangka menjadi wakil dari masyarakat Kota Madiun,” ujarnya.

Menurut Armaya, dinamika hubungan antara legislatif dan eksekutif, termasuk kritik terhadap kebijakan pemerintah, perlu dipandang sebagai bagian dari proses demokrasi yang sehat. Perbedaan pandangan seharusnya menjadi pintu dialog untuk menghasilkan kebijakan yang lebih baik.

Ia juga menekankan pentingnya harmonisasi, kolaborasi, dan komunikasi antara DPRD, Pemerintah Kota Madiun, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta instansi vertikal.

“Semua ini untuk Kota Madiun yang bermartabat. Kebijakan harus berintegritas. Karena dengan integritas ini masyarakat bisa bahagia, masyarakat bisa tersenyum, pembangunan bisa terlaksana dengan baik,” tuturnya.

Armaya berharap, semangat kebersamaan tersebut terus diperkuat agar pembangunan Kota Madiun benar-benar berpihak kepada kepentingan masyarakat, bukan kepentingan golongan maupun perorangan.

Ia menjelaskan, pemilihan lakon Semar Mbangun Kahyangan juga selaras dengan harapan agar setiap proses pembangunan dilakukan melalui perencanaan yang matang dan berlandaskan hati nurani.

Nilai edukasi dalam acara ini semakin terasa melalui sesi goro-goro yang dibawakan oleh pelawak Gareng Semarang dan Eka Kebumen. Di sela-sela humor yang mengundang tawa penonton, keduanya turut menyampaikan sosialisasi mengenai kebijakan yang berkaitan langsung dengan perlindungan masyarakat.

Dua regulasi yang disosialisasikan yakni Peraturan Daerah tentang Penyelenggaraan Santunan Kematian bagi masyarakat Kota Madiun serta Peraturan Daerah tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian.

Pendekatan melalui pertunjukan seni tradisional diharapkan dapat membuat informasi kebijakan lebih mudah diterima masyarakat. Dengan suasana yang santai dan menghibur, pesan mengenai perlindungan sosial dapat disampaikan tanpa menghilangkan karakter khas pertunjukan wayang.

Image Not Found
DPRD dan Pemkot Madiun menyerahkan bantuan kepada anak yatim, penyandang disabilitas, dan lansia. Foto : Kris-Sinergia

Plt Wali Kota Madiun, F Bagus Panuntun, menyambut positif penyelenggaraan pagelaran wayang kulit tersebut. Ia menilai, konsistensi DPRD dalam menghadirkan pertunjukan wayang setiap tahun merupakan bentuk dukungan nyata terhadap pelestarian seni dan budaya daerah.

“Saya senang. DPRD sesuai dengan apa yang kami, Pemerintah Kota, harapkan. Seni budaya konsisten dijaga DPRD, tiap tahun ada wayang. Tahun depan harus ada wayang lagi,” katanya.

Bagus menyebut, Pemerintah Kota Madiun saat ini juga tengah mendorong pengembangan seni dan budaya. Dukungan DPRD dinilai dapat memperkuat upaya bersama dalam menjaga kesenian tradisional agar tetap hidup dan diminati masyarakat.

Lebih dari itu, ia melihat pagelaran tersebut mampu menghadirkan manfaat ekonomi bagi warga. Kehadiran penonton memberikan peluang bagi pedagang kaki lima (PKL) di sekitar Taman Aspirasi untuk memperoleh penghasilan tambahan.

“Wayang ini memberikan dampak di sekelilingnya, salah satunya dagangane bakule. Dampak ekonominya dapat,” ujarnya.

Menurut Bagus, penyelenggaraan kegiatan budaya idealnya tidak hanya memberikan pengalaman hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menggerakkan aktivitas ekonomi lokal. Dengan demikian, pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan upaya meningkatkan kesejahteraan warga.

Dalam kesempatan tersebut, Bagus juga mengapresiasi peran DPRD yang selama dua tahun terakhir aktif menyampaikan kritik, saran, dan masukan kepada pemerintah daerah.

Baginya, keberadaan legislatif sebagai mitra sekaligus penyeimbang eksekutif merupakan bagian penting dalam memastikan kebijakan pemerintah tetap berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

“Tentunya setiap program yang ditujukan bagi kepentingan publik akan mendapat dukungan bersama dari Pemerintah Kota Madiun dan DPRD,” tegasnya.

Salah satu agenda yang tengah dipersiapkan adalah pola pembangunan berbasis kelurahan untuk perencanaan tahun 2027. Pendekatan ini diharapkan membuat perencanaan pembangunan lebih dekat dengan kebutuhan warga di setiap wilayah, sejalan dengan arah Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025–2045.

Suasana kebersamaan dalam pagelaran wayang kulit ini turut tercermin dari kehadiran jajaran Forkopimda Kota Madiun, pimpinan instansi, unsur partai politik, akademisi perguruan tinggi, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK), lurah, hingga organisasi penghayat kepercayaan.

Kehadiran berbagai unsur tersebut memperlihatkan bahwa pelestarian budaya dapat menjadi ruang perjumpaan lintas kelompok sekaligus memperkuat komunikasi antarlembaga dan masyarakat. (Krs)

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto
  • Editor: Krz/Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Banjir Berulang di Magetan Tuai Kritik, Aktivis Desak Evaluasi Kinerja OPD

    Banjir Berulang di Magetan Tuai Kritik, Aktivis Desak Evaluasi Kinerja OPD

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 281
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Banjir yang kembali melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Magetan menuai sorotan tajam dari berbagai pihak. Dalam satu tahun terakhir, sejak awal kepemimpinan Bupati Nanik Sumantri bersama Wakil Bupati Suyatni Prihasmoro, kejadian serupa tercatat telah terjadi dua kali. Aktivis LSM Magetan Center, Beni Ardi, menilai kondisi ini tidak bisa lagi dianggap sebagai […]

    Bagikan
  • Penemuan Kerangka Manusia di Hutan Madiun, Diduga Berjenis Kelamin Perempuan

    Penemuan Kerangka Manusia di Hutan Madiun, Diduga Berjenis Kelamin Perempuan

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Warga Desa Nglanduk, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, digemparkan oleh penemuan kerangka manusia di kawasan hutan Petak 202A RPH Bludru BKPH Mojorayung, Dusun Bribis, Kamis (06/11/2025). Penemuan bermula saat seorang warga bernama Agus Samiyono sedang mencari kroto atau pakan burung di area hutan tersebut. Saat berjalan di dekat saluran air, ia […]

    Bagikan
  • KBIHU Ulul Azmi Al Mukarromah Gelar Walimatus Safar Haji, 51 Jemaah Siap Berangkat ke Tanah Suci

    KBIHU Ulul Azmi Al Mukarromah Gelar Walimatus Safar Haji, 51 Jemaah Siap Berangkat ke Tanah Suci

    • calendar_month Senin, 12 Mei 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Menjelang musim haji tahun 2025, Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Ulul Azmi Al Mukarromah Madiun menggelar acara Walimatus Safar Haji bersama 51 calon jemaah pada Senin (12/05/2025). Kegiatan ini bertujuan untuk memantapkan persiapan spiritual dan logistik para jemaah sebelum berangkat menunaikan rukun Islam kelima di Tanah Suci. Dari […]

    Bagikan
  • Curanmor di CFD Viral, Ini Tanggapan Plt Wali Kota Soal Parkir Taman Bantaran

    Curanmor di CFD Viral, Ini Tanggapan Plt Wali Kota Soal Parkir Taman Bantaran

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 300
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang terjadi di kawasan Taman Lalu Lintas Bantaran Kota Madiun saat kegiatan Car Free Day (CFD) pada Minggu (19/4/2026) lalu menuai perhatian publik. Menanggapi hal tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, F Bagus Panuntun, menegaskan bahwa lokasi tersebut bukan merupakan aset Pemerintah Kota (Pemkot) […]

    Bagikan
  • Pembangunan Gerai KDKMP di Magetan Terkendala Administrasi, Baru 24 Titik Siap Beroperasi

    Pembangunan Gerai KDKMP di Magetan Terkendala Administrasi, Baru 24 Titik Siap Beroperasi

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 343
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Upaya memperluas pembangunan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Magetan belum sepenuhnya berjalan mulus. Dari total target 235 titik, baru 24 gerai yang dinyatakan selesai dan siap digunakan. Sejumlah persoalan administrasi serta status lahan masih menjadi hambatan utama di lapangan. Data terbaru menunjukkan masih ada 40 lokasi yang belum […]

    Bagikan
  • Polres Madiun Kota Klaim Angka Kriminal Turun di 2025, Waspadai Kasus Penipuan Online

    Polres Madiun Kota Klaim Angka Kriminal Turun di 2025, Waspadai Kasus Penipuan Online

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 325
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Polres Madiun Kota menggelar konferensi pers capaian kinerja sepanjang 2025 di Gedung Kompol Soenaryo pada Senin (29/12/2025). Kapolres Madiun Kota, AKBP Wiwin Junianto Supriyadi didampingi Wakapolres dan Pejabat Utama (PJU) mengungkapkan angka criminal tercatat 135 kasus, atau turun dibandingkan tahun 2024 yakni 181 kasus. Sementara, tindak pidana korupsi tahun 2025 […]

    Bagikan
expand_less