
Sinergia | Kab. Madiun – Rangkaian peringatan Hari Jadi ke-457 Kabupaten Madiun ditutup dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk di halaman Pendopo Ronggo Djumeno, Minggu malam (27/07/2025). Dalang kondang asal Karanganyar, Ki Cahyo Kuntadi, diundang secara khusus membawakan lakon Wahyu Darma yang sarat pesan moral dan kepemimpinan.
Ribuan warga tumpah ruah menyaksikan pentas budaya tersebut. Tak hanya masyarakat, sejumlah tokoh penting juga turut hadir, termasuk mantan Bupati Madiun periode 1993–1998 S. Kadiono dan Bupati 2008–2018 Muhtarom. Kehadiran mereka disebut sebagai bentuk penghormatan atas jasa para pendahulu sekaligus memperkuat semangat kolektif membangun Kabupaten Madiun.
Dalam kesempatan itu pula, diumumkan pemenang lomba inovasi desain busana surjan Kampung Pesilat, yang kini ditetapkan sebagai bagian dari kurikulum di seluruh satuan pendidikan di Kabupaten Madiun. Inisiatif ini menjadi simbol penguatan identitas lokal yang menyatu dalam pendidikan formal.
Bupati Hari Wuryanto menyebut peringatan hari jadi tahun ini sebagai momen reflektif dan wujud rasa syukur atas perjalanan panjang Kabupaten Madiun. Ia berharap masyarakat terus menjaga nilai-nilai luhur dan menjadikan budaya sebagai fondasi pembangunan yang berkelanjutan.
“Kami persembahkan acara ini untuk seluruh masyarakat Kabupaten Madiun. Semoga seni dan budaya terus hidup dan menjadi ruang apresiasi bersama,” kata Hari.
Lakon Wahyu Darma yang dibawakan malam itu mengisahkan Puntadewa, Raja Amarta, yang mendapat anugerah dari para dewa berkat kesabaran dan ketulusannya menghadapi penderitaan dan tekanan dari Kurawa. Cerita tersebut menegaskan pentingnya pemimpin yang adil, welas asih, dan mendahulukan kepentingan rakyat.
Menutup sambutannya, Hari mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan.
“Mari bergandengan tangan, melangkah bersama membangun Kabupaten Madiun yang bersahaja,” pungkasnya.
Tova Pradana – Sinergia