Jelang Idul Fitri 2026, Pertamina Tambah Kuota Elpiji 3 Kg di Ponorogo
- account_circle Ega Patria
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 20
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ponorogo — Menjelang Hari Raya Idul Fitri, kebutuhan elpiji bersubsidi di masyarakat terus mengalami peningkatan. Untuk menjaga ketersediaan serta stabilitas pasokan, PT Pertamina menambah kuota elpiji 3 kilogram di Kabupaten Ponorogo hingga puluhan ribu tabung.
Penambahan ini dilakukan seiring meningkatnya aktivitas rumah tangga dan pelaku usaha kecil yang membutuhkan elpiji lebih banyak dibandingkan hari biasa.
Sebagai bentuk pengawasan, Pertamina bersama Pemerintah Kabupaten Ponorogo serta aparat TNI dan Polri melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) yang berada di Jalan Teratai, Kecamatan Siman, Ponorogo.
Dalam sidak tersebut, petugas melakukan pengecekan proses pengisian tabung elpiji 3 kilogram guna memastikan standar keamanan dan kelayakan tabung sebelum didistribusikan ke pangkalan-pangkalan resmi.
Sales Branch Manager Kediri 6 Gas PT Pertamina, Gatot Subroto, menjelaskan bahwa pihaknya menambah alokasi elpiji 3 kilogram sebanyak 70.562 tabung untuk periode 17 hingga 22 Maret.
“Penambahan dilakukan secara bertahap menyesuaikan dengan peningkatan kebutuhan masyarakat menjelang Lebaran,” ujarnya.
Gatot juga mengimbau masyarakat untuk membeli elpiji di pangkalan resmi dengan harga sesuai ketentuan pemerintah agar tetap terjangkau.
Sementara itu, pengelola SPBE Jalan Teratai Ponorogo, Ramza, mengungkapkan bahwa terjadi lonjakan permintaan yang cukup signifikan menjelang Idul Fitri.
Pada hari normal, distribusi elpiji mencapai 27 lot atau sekitar 15.120 tabung per hari. Namun saat ini meningkat menjadi 33 lot atau sekitar 18.480 tabung per hari.
Dengan adanya tambahan pasokan tersebut, Pertamina memastikan kebutuhan elpiji masyarakat Ponorogo selama perayaan Idul Fitri 2026 akan tercukupi.
Selain itu, harga elpiji 3 kilogram di tingkat pangkalan resmi dipastikan tetap stabil sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni sekitar Rp18.000 per tabung. (Ega)
- Penulis: Ega Patria
- Editor: Diez







