Berita Terkini
Trending Tags

Magetan Klaim Tak Lagi Kekurangan Guru, P3K Paruh Waktu Jadi Solusi

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
  • visibility 149
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Nanik Endang Rusminiarti, menegaskan bahwa P3K Paruh Waktu menjadi Solusi tentang Isu kekurangan guru di Magetan, Foto: Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Magetan – Isu kekurangan guru yang selama bertahun-tahun menjadi persoalan nasional disebut telah teratasi di Kabupaten Magetan. Bupati Magetan, Nanik Endang Rusminiarti, menegaskan bahwa pengangkatan guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) paruh waktu dalam jumlah besar membuat kebutuhan tenaga kependidikan terisi secara optimal.

“Dengan adanya P3K paruh waktu, insya Allah tenaga kependidikan sudah tercukupi. Karena kita sudah mengangkat P3K paruh waktu banyak sekali. Akhirnya permasalahan kekurangan guru bisa selesai,” ujar Bupati Nanik.

Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan bahwa Magetan saat ini memasuki fase baru dalam penataan tenaga pendidik, setelah sebelumnya bergantung pada sejumlah besar guru honorer.

Ketua PGRI Magetan, Sundarto, menguatkan pernyataan bupati. Ia menyebutkan bahwa hampir seluruh guru di Magetan kini berstatus ASN, baik PNS maupun P3K paruh waktu.

“Hampir semua guru sekarang sudah ASN. Guru honorer tinggal beberapa saja, sebagian besar hanya untuk menggantikan guru yang pensiun,” ungkapnya.

Menurutnya, pengangkatan guru paruh waktu sebelumnya juga berkontribusi mengurangi jumlah honorer. Kini, rekrutmen guru baru oleh kepala sekolah hanya terjadi untuk mengisi kekosongan kelas akibat pensiun. Sundarto turut membeberkan jumlah guru yang ada saat ini.

“Untuk PNS-nya sekitar empat ribu sekian, hampir lima ribu,” jelasnya.

Jumlah tersebut dinilai sudah mampu mendukung kebutuhan belajar mengajar di kabupaten. Meski kekurangan guru diklaim telah teratasi, Magetan masih menghadapi tantangan lain. Beberapa sekolah mengalami penurunan jumlah murid. Kondisi ini membuat peningkatan kompetensi guru menjadi agenda penting.

“Guru harus bersinergi dengan dinas dan PGRI. Pemberdayaan guru harus ditingkatkan supaya tidak ada gap antara guru di sekolah negeri dan swasta,” tegas Sundarto.

Ia menegaskan bahwa guru wajib mengikuti perkembangan zaman. “Guru tidak boleh berada di zona nyaman dan harus terus mengembangkan diri,” katanya.

Dengan tenaga pendidik yang semakin lengkap dan mayoritas berstatus ASN, Magetan kini fokus meningkatkan kualitas, kompetensi, dan kreativitas guru, sambil memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam mendapatkan akses pendidikan.(Nan/Krs).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kemarau Panjang Ancam Lima Kecamatan di Ponorogo, 3.000 Warga Berpotensi Terdampak

    Kemarau Panjang Ancam Lima Kecamatan di Ponorogo, 3.000 Warga Berpotensi Terdampak

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo memetakan lima kecamatan yang berpotensi mengalami kekeringan pada musim kemarau 2026. Sedikitnya sekitar 3.000 jiwa diperkirakan terdampak apabila pasokan air bersih mulai berkurang saat puncak kemarau. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Ponorogo, Agung Prasetyo, mengatakan musim kemarau diprediksi mulai berlangsung pada Juli mendatang. Berdasarkan […]

    Bagikan
  • Jebakan Tikus Makan Korban Lagi! Petani 60 Tahun di Madiun Tewas Tersengat Listrik di Sawah

    Jebakan Tikus Makan Korban Lagi! Petani 60 Tahun di Madiun Tewas Tersengat Listrik di Sawah

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 175
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Jebakan tikus beraliran listrik kembali memakan korban jiwa di wilayah Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Korban diketahui bernama Sukono (60), warga Kelurahan Kelun, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun ditemukan meninggal dunia setelah tersengat aliran listrik dari perangkap tikus yang terpasang di area persawahan. Ia ditemukan tak bernyawa di area persawahan Dusun Sedoro, Desa Tanjungrejo, […]

    Bagikan
  • Pemudik Manfaatkan Pos Kesehatan Gratis di Alun-Alun Ponorogo

    Pemudik Manfaatkan Pos Kesehatan Gratis di Alun-Alun Ponorogo

    • calendar_month Kamis, 27 Mar 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Para pemudik yang melintasi wilayah Ponorogo mulai memanfaatkan pos pelayanan kesehatan gratis yang disediakan oleh pemerintah. Pos kesehatan yang tersebar di beberapa titik ini memberikan layanan pemeriksaan kesehatan bagi pemudik yang kelelahan setelah menempuh perjalanan jauh. Seperti yang terlihat di pos pelayanan kesehatan di Alun-Alun Ponorogo pada Kamis (27/03/2025), sejumlah pemudik […]

    Bagikan
  • Duh ! Ayah dan Anak di Madiun Kompak Curi Burung

    Duh ! Ayah dan Anak di Madiun Kompak Curi Burung

    • calendar_month Sabtu, 8 Nov 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Polisi menangkap ayah dan anak yang terlibat kasus pencurian burung di Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Aksi keduanya sempat viral di media sosial sebelum akhirnya diungkap jajaran Polres Madiun dalam Operasi Sikat Semeru 2025. Kapolres Madiun AKBP Kemas Indra Natanegara mengatakan, pelaku utama berinisial Eko (58) merupakan warga Kabupaten Madiun yang dikenal […]

    Bagikan
  • Bikin Panik ! Belasan Siswa Pingsan di Muhipo, Ternyata Simulasi Keracunan Massal

    Bikin Panik ! Belasan Siswa Pingsan di Muhipo, Ternyata Simulasi Keracunan Massal

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 188
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Suasana panik sempat menyelimuti kegiatan belajar mengajar di SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo (Muhipo), Selasa (5/5/2026) pagi. Belasan siswa kelas XI tiba-tiba pingsan, sebagian lainnya mengalami muntah hingga kejang usai menyantap kue ulang tahun milik salah satu teman sekelas. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 09.00 WIB itu membuat guru dan siswa lainnya kebingungan. […]

    Bagikan
  • Menjelang Idul Adha, KAI Daop 7 Madiun Alami Lonjakan Penumpang hingga 39 Persen

    Menjelang Idul Adha, KAI Daop 7 Madiun Alami Lonjakan Penumpang hingga 39 Persen

    • calendar_month Kamis, 5 Jun 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Memasuki masa libur panjang Hari Raya Idul Adha 1446 H, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun mencatat peningkatan signifikan pada jumlah penumpang yang tiba. Hingga Kamis (05/06/2025) pukul 14.30 WIB, tercatat sebanyak 11.301 penumpang tiba di wilayah Daop 7, naik 39 persen dibandingkan dengan periode libur Kenaikan […]

    Bagikan
expand_less