Berita Terkini
light_mode
Trending Tags

Jelang Ramadan, Warga Serbu Pasar Sembako Murah di Magetan

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 18
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
puluhan warga yang mayoritas ibu rumah tangga memadati pasar sembako murah yang digelar Pemerintah Kabupaten Magetan. Foto : Kusnanto-Sinergia

Sinergia | Magetan – Menjelang bulan Ramadan, puluhan warga yang mayoritas ibu rumah tangga memadati pasar sembako murah yang digelar Pemerintah Kabupaten Magetan di Lapangan Desa Bogem, Kecamatan Sukomoro, Rabu (11/2/2026) pagi. Sejak pasar dibuka pukul 09.00 WIB, antrean panjang langsung terbentuk karena tingginya minat warga untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasaran.

Dalam kegiatan ini, warga memborong berbagai komoditas seperti beras, gula, minyak goreng, telur, hingga daging ayam. Semua barang dijual dengan harga lebih rendah dibanding pasar tradisional, sehingga banyak warga memanfaatkan momentum tersebut untuk persiapan kebutuhan rumah tangga selama Ramadan.

Salah satu komoditas yang paling diburu adalah beras ukuran 5 kilogram yang dihargai Rp55.000, atau lebih murah Rp5.000 dari harga pasar yang mencapai Rp60.000. Sementara itu, selisih harga sejumlah kebutuhan pokok lainnya berkisar Rp2.000 hingga Rp4.000 per kilogram.

Di Pasar Sayur Magetan, misalnya, harga daging ayam kini mencapai Rp39.000 dari sebelumnya Rp36.000 per kilogram. Daging sapi juga naik dari Rp130.000 menjadi Rp135.000 per kilogram. Kenaikan serupa terjadi pada telur ayam yang kini dibanderol Rp30.000 per kilogram dari sebelumnya Rp27.000.

Kenaikan harga bumbu dapur juga tak terhindarkan. Cabai rawit yang sebelumnya Rp82.000 kini menembus Rp85.000 per kilogram.

Warga mengaku terbantu dengan adanya pasar murah ini. “Di sini harganya lebih miring, Mas. Saya tadi beli macam-macam, termasuk gula dan minyak goreng untuk kebutuhan jelang Ramadan,” ujar Nina Nadiningsih, salah seorang warga.

Di sisi lain, para pedagang juga mengakui bahwa kenaikan harga sudah mulai terasa. “Menjelang Ramadan ini semua naik—telur, gula, minyak goreng. Ya mau tidak mau kami ikut menyesuaikan,” kata Sumilah, salah satu pedagang sembako.

Pemerintah Kabupaten Magetan memastikan kegiatan pasar murah akan digelar secara berkelanjutan di sejumlah titik hingga Idulfitri. Upaya ini dilakukan untuk menekan lonjakan harga kebutuhan pokok serta memberikan akses bahan pangan terjangkau bagi masyarakat.

Kegiatan ini juga menjadi salah satu strategi pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan di tengah tingginya permintaan menjelang bulan suci.(Kusnanto).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Kris

Rekomendasi Untuk Anda

  • Petani Madiun Keluhkan Harga Tomat Anjlok, Pemkab Serap Hasil Panen

    Petani Madiun Keluhkan Harga Tomat Anjlok, Pemkab Serap Hasil Panen

    • calendar_month Jumat, 3 Okt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 8
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Sejumlah petani di Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, mengeluhkan lambatnya penyerapan hasil panen tomat oleh pemerintah daerah. Akibatnya, sebagian hasil panen terancam tidak terserap dan berpotensi terbuang. Padahal, pada Jumat (26/09/2025) lalu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa telah menginstruksikan Pemkab Madiun segera membeli tomat hasil panen petani dengan […]

    Bagikan
  • Kurang Konsentrasi, Pemotor Tabrak Mobil Mundur di Ponorogo

    Kurang Konsentrasi, Pemotor Tabrak Mobil Mundur di Ponorogo

    • calendar_month Selasa, 26 Agt 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 7
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Seorang pengendara motor mengalami patah kaki setelah menabrak sebuah mobil yang hendak mundur di Jalan Jendral Sudirman, Ponorogo, Selasa (26/8/2025) pagi. Kecelakaan ini sempat membuat arus lalu lintas menuju pusat kota tersendat. Korban diketahui bernama Supeno, seorang guru asal Kecamatan Pulung, Ponorogo. Saat kejadian, korban sedang melaju kencang dari arah Pulung […]

    Bagikan
  • Dugaan Korupsi Kolam Renang Sukosari Masuk Tahap Penyidikan, Tapi Belum Ada Tersangka

    Dugaan Korupsi Kolam Renang Sukosari Masuk Tahap Penyidikan, Tapi Belum Ada Tersangka

    • calendar_month Jumat, 13 Jun 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 3
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Madiun terus mendalami kasus dugaan korupsi proyek pembangunan kolam renang di Desa Sukosari, Kecamatan Dagangan. Meski telah memasuki tahap penyidikan, Kejari belum menetapkan satu pun tersangka dalam perkara ini. “Masih dalam proses penyidikan. Kami mohon dukungan semua pihak agar kasus ini segera tuntas,” ujar Kasi Pidana […]

    Bagikan
  • Polres Madiun Kota Catat Angka Kriminalitas Tahun 2024 Turun

    Polres Madiun Kota Catat Angka Kriminalitas Tahun 2024 Turun

    • calendar_month Rabu, 1 Jan 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 9
    • 0Komentar

    KOTA MADIUN – Angka kriminalitas sepanjang 2024 di wilayah hukum Polres Madiun Kota tercatat menurun dibandingkan tahun 2023. Dalam rilis akhir tahun 2024, Kapolres Madiun Kota, AKBP Agus Dwi Suryanto didamping Wakapolres serta Kasat Reskrim membeberkan selama 2024 tercatat sebanyak 183 perkara dengan 163 di antaranya sudah terselesaikan. Sementara, 20 perkara lainnya masih dalam proses. […]

    Bagikan
  • Pemprov Jatim Evaluasi Tambang di Magetan, Pj Bupati: Kami yang Punya Wilayah, Kami yang Rugi

    Pemprov Jatim Evaluasi Tambang di Magetan, Pj Bupati: Kami yang Punya Wilayah, Kami yang Rugi

    • calendar_month Senin, 19 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 5
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) berencana mengevaluasi aktivitas tambang di Desa Sayutan, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan. Tambang tersebut mendapat izin dari Provinsi Jawa Tengah, namun beroperasi di wilayah Jawa Timur. Evaluasi ini dilakukan menyusul keluhan Pj Bupati Magetan, Nizhamul, terkait kerusakan infrastruktur akibat kegiatan pertambangan tersebut. Wakil Gubernur Jawa […]

    Bagikan
  • Usai Dilantik 6 Februari, Mendagri Beri Lampu Hijau Merombak Pejabat Sesuai Chemistry

    Usai Dilantik 6 Februari, Mendagri Beri Lampu Hijau Merombak Pejabat Sesuai Chemistry

    • calendar_month Sabtu, 25 Jan 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 6
    • 0Komentar

    Sinergia | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mempersilahkan kepala daerah terpilih hasil Pilkada Serentak 2024 untuk mengganti pejabat di lingkungan pemerin­tahan yang dipim­pinnya usai dilantik. Kepala Daerah yang akan dilantik pada 06 Februari mendatang, tidak harus menunggu lama atau enam (6) bulan setelah pelantikan apabila hendak merombak pejabat di organisasi perangkat daerah […]

    Bagikan
expand_less