Berita Terkini
Trending Tags

Jembatan Ponorogo–Trenggalek Putus, Warga Bertaruh Nyawa di Atas Kereta Gantung Darurat

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
  • visibility 312
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Warga membangun jembatan gantung darurat akibat jembatan penghubung putus. Foto : Ega-Sinergia

Sinergia | Ponorogo – Deru arus Sungai Jabak yang mengganas usai hujan lebat pada awal Januari 2026 menjadi saksi runtuhnya harapan warga Dusun Purworejo, Desa Gedangan, Kecamatan Ngrayun, Ponorogo. Jembatan penghubung utama antara Ponorogo dan Trenggalek yang selama puluhan tahun menjadi urat nadi kehidupan masyarakat, ambruk diterjang banjir pada 2 Januari 2026 lalu.

Jembatan sepanjang 70 meter dengan lebar 2,7 meter itu tak mampu menahan derasnya debit air. Infrastruktur yang selama ini menjadi tumpuan ribuan langkah kaki warga akhirnya patah di bagian tengah, lalu hanyut terbawa arus sungai.

Sejak saat itu, ratusan warga seolah terkurung di wilayahnya sendiri. Akses menuju sekolah, pasar, tempat kerja, hingga fasilitas kesehatan terputus. Selama hampir sepekan, aktivitas masyarakat lumpuh total. Anak-anak tak bisa bersekolah, pedagang kehilangan pelanggan, dan warga yang sakit harus menahan perih di rumah.

Tak ingin terus terisolasi, warga kemudian bergerak bersama. Dengan peralatan seadanya, mereka membangun jembatan gantung darurat sepanjang sekitar 40 meter. Tali baja, kayu jati, dan besi bekas dirangkai menjadi satu-satunya jalan harapan untuk menyeberangi Sungai Jabak yang terus mengalir deras.

Image Not Found
Warga membangun jembatan gantung darurat akibat jembatan penghubung putus. Foto : Ega-Sinergia

Hingga kini, jembatan gantung sederhana itu menjadi tumpuan hidup warga Dusun Purworejo untuk terhubung dengan Dusun Pegat, Desa Depok, Kecamatan Panggul, Trenggalek.

Setiap pagi, ketakutan menjadi teman setia bagi Riski Kurniawan. Pelajar kelas XII SMAN 1 Bodag itu harus menyeberangi jembatan gantung tersebut demi mengejar cita-citanya.

“Sejak kecil saya sekolah di Trenggalek. Sekarang kelas XII. Setiap lewat sini selalu takut, tapi mau bagaimana lagi. Kalau tidak lewat sini, saya tidak bisa sekolah,” tutur Riski lirih, Sabtu (14/2/2026).

Kecemasan serupa dirasakan warga lainnya. Suyanto, pengelola kereta gantung darurat, mengatakan jembatan itu menjadi satu-satunya akses tercepat menuju pusat pendidikan, ekonomi, dan layanan kesehatan.

Ia mengenang, jembatan awalnya dibangun secara swadaya pada 2010 dengan anyaman bambu, lalu diperkuat menjadi beton pada 2014. Semua hasil gotong royong masyarakat.

“Semua kami bangun sendiri. Tapi awal Januari kemarin, banjir besar membuatnya ambrol lagi,” ujarnya.

Menurut Suyanto, warga lebih banyak bergantung pada fasilitas di Trenggalek karena jaraknya lebih dekat dibandingkan ke pusat kota Ponorogo. Dalam kondisi darurat, warga bahkan harus menggendong orang sakit menyeberangi sungai.

“Kalau sungai tidak deras, ya digendong lewat air. Kalau deras, terpaksa mutar lebih dari 20 kilometer. Kadang kasihan orang sakit harus nunggu,” katanya.

Setiap hari, sekitar 30 hingga 50 warga melintasi jembatan gantung darurat tersebut. Pada hari-hari tertentu, jumlahnya bisa melonjak hingga 100 orang. Mereka melangkah perlahan, menggenggam tali erat, sembari berharap tak terjadi kesalahan sedikit pun.

Di balik derasnya aliran Sungai Jabak, tersimpan kegelisahan warga yang setiap hari mempertaruhkan keselamatan demi bertahan hidup.

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Ponorogo segera turun tangan membangun kembali jembatan permanen. Bagi mereka, jembatan bukan sekadar bentangan besi dan beton, melainkan jalan menuju masa depan, pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan.

Tanpa jembatan, mereka hanya memiliki satu pilihan: terus bertaruh nyawa di atas seutas harapan.(Ega).

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria
  • Editor: kris

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hari Jadi ke-529 Ponorogo Diwarnai Panggung Budaya dan Kreativitas Pelajar Hidupkan Kota

    Hari Jadi ke-529 Ponorogo Diwarnai Panggung Budaya dan Kreativitas Pelajar Hidupkan Kota

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 70
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Rangkaian peringatan Hari Jadi ke-529 Kabupaten Ponorogo memasuki malam kedua dengan suguhan seni yang menyala di dua titik pusat kota, Senin malam (04/08/2025). Dari panggung utama Alun-alun hingga Jalan Alun-alun Timur, budaya dan kreativitas pelajar tampil menyatu dalam semarak identitas Bumi Reog. Di Alun-alun, pentas Teatrikal Babad Ponorogo memikat perhatian penonton. […]

    Bagikan
  • Kejari Kota Madiun Gelar Pasar Murah, Sediakan 1.500 Paket Sembako Terjangkau

    Kejari Kota Madiun Gelar Pasar Murah, Sediakan 1.500 Paket Sembako Terjangkau

    • calendar_month Rabu, 20 Agt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 38
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Dalam rangka bakti sosial memperingati Hari Lahir Kejaksaan RI ke-80 sekaligus HUT ke-80 Kemerdekaan RI, Kejaksaan Negeri Kota Madiun menggelar pasar murah di halaman kantor Kejari, Rabu (20/08/2025). Kepala Kejaksaan Negeri Kota Madiun, Dede Sutisna, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau. […]

    Bagikan
  • Sebatas Usulkan Lokasi Sekolah Rakyat, Magetan Tunggu Petunjuk Teknis dari Pemerintah Pusat

    Sebatas Usulkan Lokasi Sekolah Rakyat, Magetan Tunggu Petunjuk Teknis dari Pemerintah Pusat

    • calendar_month Kamis, 29 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 71
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Pemerintah Kabupaten Magetan melalui Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dindikpora) menyatakan tengah menunggu petunjuk teknis (Juknis) dari pemerintah pusat terkait rencana pendirian Sekolah Rakyat. Program ini merupakan inisiasi Kementerian Sosial yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, dengan konsep sekolah berasrama (boarding school). Kepala Dindikpora Magetan, Suwata, menyampaikan bahwa pihaknya […]

    Bagikan
  • Jelang Ramadhan, Satpol PP Gelar Operasi Pekat Amankan Puluhan Botol Miras

    Jelang Ramadhan, Satpol PP Gelar Operasi Pekat Amankan Puluhan Botol Miras

    • calendar_month Rabu, 26 Feb 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 56
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Menjelang bulan suci Ramadan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Madiun menggelar Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) untuk menegakkan ketertiban dan ketentraman masyarakat. Dalam operasi yang berlangsung di beberapa wilayah Kabupaten Madiun, petugas berhasil mengamankan berbagai jenis minuman keras (miras) dari beberapa lokasi. Dari tiga lokasi operasi Satpol PP berhasil […]

    Bagikan
  • Dua Pengendara Motor Tewas Adu Banteng di Jalur Ponorogo–Pacitan

    Dua Pengendara Motor Tewas Adu Banteng di Jalur Ponorogo–Pacitan

    • calendar_month Rabu, 17 Sep 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 72
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Kecelakaan maut kembali terjadi di jalur Ponorogo–Pacitan. Tepatnya di Desa Balong, Kecamatan Balong, Rabu dini hari (17/9/2025). Dua pengendara sepeda motor tewas di lokasi setelah kendaraannya terlibat tabrakan depan alias adu banteng. Salah satu korban diketahui bernama Ahmad Atfa Mutathowi’ah, pelajar 17 tahun asal Dukuh Sukamaju, Desa Ngilo-ilo, Kecamatan Slahung. Ahmad […]

    Bagikan
  • Raih Sederet Prestasi, Begini Ekosistem Pendidikan Berkarakter SDN Sukosari 02

    Raih Sederet Prestasi, Begini Ekosistem Pendidikan Berkarakter SDN Sukosari 02

    • calendar_month Kamis, 1 Jan 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 63
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Prestasi SDN Sukosari 02 Dagangan, Sekolah Berkarakter yang Tumbuh Bersama Lingkungan Di lereng Gunung Wilis dengan kehidupan pedesaan Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun. Sebuah sekolah dasar negeri terus menorehkan jejak prestasi yang tak biasa. SDN Sukosari 02 Dagangan bukan sekadar tempat belajar membaca dan berhitung, tetapi ruang tumbuhnya karakter, disiplin, serta kepedulian […]

    Bagikan
expand_less