Berita Terkini
Trending Tags

Soal Penanganan Sampah, Wali Kota Madiun Tegaskan Komitmen Capai Zero Waste 2027

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
  • visibility 113
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Pembahasan (R-APBD) Tahun 2026 Kota Madiun dalam rapat paripurna DPRD bersama Pemerintah Kota Madiun. Foto: Surya Wibawa – Sinergia

Sinergia | Kota Madiun – Pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (R-APBD) Tahun 2026 Kota Madiun mengemuka dengan dua isu besar yakni integritas kepala daerah dan penanganan darurat sampah. Kedua isu tersebut menjadi sorotan utama dalam rapat paripurna DPRD bersama Pemerintah Kota Madiun, Rabu (13/11/2025).

Ketua DPRD Kota Madiun, Armaya, menyebut bahwa dewan menaruh perhatian serius terhadap dua hal tersebut. “Jawaban wali kota mengarah pada keseluruhan isu. Fokusnya tetap pada masalah korupsi dan penanganan sampah. Dua hal ini memang kami soroti karena sangat berdampak pada tata kelola pemerintahan dan lingkungan,” ujarnya.

Menurut Armaya, pihaknya menekankan pentingnya kepemimpinan yang berintegritas serta sistem pengelolaan sampah yang kuat dan berkelanjutan. “Tahun 2027 Kota Madiun harus menuju zero waste. Maka kami memberikan saran agar pengelolaan sampah benar-benar dibenahi dan tidak seperti yang kemarin,” tegasnya.

Meski ada perbedaan pandangan antarfraksi, Armaya menilai ada sikap terbuka dari pihak eksekutif dalam menerima masukan. “Sebagian fraksi menilai jawaban wali kota sudah cukup, sebagian lain memerlukan pendalaman. Tapi yang jelas, ada etika baik dari eksekutif untuk menanggapi kritik dan masukan,” tambahnya.

Sementara itu, Wali Kota Madiun Maidi menjelaskan bahwa sisa lebih pembiayaan anggaran (silpa) tahun 2025 diproyeksikan mencapai Rp. 134 miliar. Angka tersebut berasal dari rata-rata realisasi belanja OPD sekitar Rp. 90 miliar, belanja tidak terduga (BTT) Rp. 7 miliar, lelang pembangunan gedung RSUD Rp. 14 miliar, pengadaan alat pengolah sampah (incinerator) Rp. 16 miliar, serta dana insentif fiskal Rp. 7 miliar.

Maidi mengungkapkan pengadaan incinerator masuk dalam proyeksi silpa karena menunggu rekomendasi dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). “Bukan dibatalkan, tapi kami menyesuaikan dengan aturan pusat. Kota Madiun ini sampahnya tidak sampai 1.000 ton per hari, jadi belum bisa masuk proyek listrik. Sekarang kita fokus pada konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dulu,” jelasnya.

Ia menambahkan, rencana awal memang mengandalkan incinerator untuk mengolah seluruh sampah, tetapi aturan pusat mewajibkan pemilahan terlebih dahulu. “Ternyata tidak boleh semua langsung masuk insinerator. Maka kami kurangi. Yang disiapkan sekarang mesin pencacah, pemilah makanan, mesin pengemas, dan sebagainya,” terang Maidi.

Menurutnya, sampah organik seperti daun, ranting, dan sisa makanan akan diolah menjadi bahan kompos, sedangkan plastik dan kertas akan dipilah. Adapun sampah berbahaya (B3) akan dibakar secara khusus. “Kalau begitu, kita tidak butuh banyak incinerator. Cukup disesuaikan dengan kebutuhan,” ujarnya.

Maidi juga menegaskan bahwa penanganan sampah tetap menjadi prioritas utama Pemkot Madiun. “Sampah ini skala prioritas. Jangan sampai nanti 2027–2028 muncul masalah baru. Kita harus pastikan Madiun siap menuju zero waste,” tegasnya.

Dengan komitmen pemerintah daerah dan dukungan DPRD, diharapkan program pengelolaan sampah di Kota Madiun dapat berjalan lebih efektif, transparan, dan berorientasi pada lingkungan berkelanjutan. (Sur/Krs)

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Bumbu Dapur Meroket Jelang Ramadhan

    Harga Bumbu Dapur Meroket Jelang Ramadhan

    • calendar_month Sabtu, 22 Feb 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Sepekan menjelang bulan suci Ramadhan, harga sejumlah bumbu dapur di Pasar Legi Ponorogo mengalami kenaikan signifikan. Cabai rawit bahkan menembus angka Rp 70.000 per kilogram. Kenaikan ini disebabkan oleh tingginya permintaan konsumen serta terbatasnya stok barang di pasaran. Kenaikan harga bumbu dapur ini mulai dirasakan sejak beberapa hari terakhir. Para […]

    Bagikan
  • Kasus Penganiayaan Ketua PCNU Magetan Resmi Dilaporkan ke Polisi meski Kades Kebonagung Sudah Meminta Maaf

    Kasus Penganiayaan Ketua PCNU Magetan Resmi Dilaporkan ke Polisi meski Kades Kebonagung Sudah Meminta Maaf

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 181
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Polres Madiun resmi menindaklanjuti laporan dugaan penganiayaan terhadap Ketua PCNU Magetan, KH Susanto Khoirul Fatwa. Laporan tersebut masuk pada Minggu (07/12/2025) melalui LBH PCNU Magetan yang mendapat kuasa langsung dari korban. Kasus yang sebelumnya memicu keprihatinan kalangan Nahdliyin ini kini memasuki tahap penyelidikan. Kasatreskrim Polres Madiun, AKP Agus Andi, membenarkan adanya […]

    Bagikan
  • Berangkat Haji, Tiga ASN Dinas Kesehatan Ponorogo Ajukan Cuti

    Berangkat Haji, Tiga ASN Dinas Kesehatan Ponorogo Ajukan Cuti

    • calendar_month Selasa, 6 Mei 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 172
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Tiga aparatur sipil negara (ASN) dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ponorogo mengajukan cuti untuk melaksanakan ibadah haji. Permohonan cuti disampaikan secara daring melalui aplikasi yang disediakan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) setempat. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Pembinaan, Penilaian Kinerja, dan Kesejahteraan ASN BKPSDM Ponorogo, Denik […]

    Bagikan
  • Harga Cabai Naik, Pengusaha Kuliner dan Produsen Sambal Tercekik

    Harga Cabai Naik, Pengusaha Kuliner dan Produsen Sambal Tercekik

    • calendar_month Selasa, 7 Jan 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Harga cabai rawit di Ponorogo, Jawa Timur hingga kini masih tinggi. Bahkan sempat menyentuh angka Rp. 120 Ribu per kilogramnya. Meski kini turun di kisaran harga Rp. 85 Ribu per kilogram, namun itu masih jauh dari harga normal. Kondisi ini memberikan tekanan besar terhadap pelaku usaha kuliner dan produsen sambal […]

    Bagikan
  • Ketahuan Kembali Mencuri, Residivis di Ponorogo Ketagihan Karaoke Bareng LC

    Ketahuan Kembali Mencuri, Residivis di Ponorogo Ketagihan Karaoke Bareng LC

    • calendar_month Senin, 20 Jan 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Seorang residivis kasus pencurian di Ponorogo kembali berulah. Tommy Edy Saputro (28), warga Desa Lembah, Kecamatan Babadan, Ponorogo, ditangkap polisi usai membobol rumah tetangganya sendiri, Novia Martin. Dalam aksinya, Tommy berhasil menggasak sepeda motor, telepon genggam, dan uang tunai Rp. 600.000. Tommy melancarkan aksinya saat malam hari, ketika penghuni rumah […]

    Bagikan
  • Kejari Kabupaten Madiun Musnahkan Puluhan Barang Bukti dari 17 Perkara Pidana

    Kejari Kabupaten Madiun Musnahkan Puluhan Barang Bukti dari 17 Perkara Pidana

    • calendar_month Rabu, 10 Des 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Madiun memusnahkan berbagai barang bukti dari 17 perkara pidana yang telah berkekuatan hukum tetap. Pemusnahan dilakukan sebagai bagian dari pelaksanaan tugas jaksa penuntut umum selaku eksekutor putusan pengadilan. Kepala Kejari Kabupaten Madiun, Achmad Hariyanto Mayangkoro, mengatakan pemusnahan itu merupakan kewajiban institusi kejaksaan dalam menindaklanjuti amar putusan […]

    Bagikan
expand_less