Berita Terkini
Trending Tags

Kejaksaan Tak Hadir di Rapat Paripurna DPRD Magetan Picu Spekulasi Publik

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
  • visibility 26
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Rapat Paripurna DPRD Magetan, Foto : Nan/Sinergia

Sinergia | Magetan – Satu pemandangan tidak biasa muncul dalam Rapat Paripurna DPRD Magetan pada Senin siang (29/12/2025). Di tengah proses pengambilan keputusan atas Raperda Perumda Air Minum Lawu Tirta, sebuah kursi yang semestinya diisi perwakilan Kejaksaan Negeri (Kejari) Magetan justru dibiarkan kosong.

Paripurna yang umumnya dihadiri lengkap unsur Forkopimda itu tetap diikuti oleh Pengadilan Negeri, Pengadilan Agama, Kodim 0804/Magetan, hingga Polres Magetan. Namun, perwakilan Kejari tidak terlihat sejak awal sidang hingga penutupan.

Tidak ada penjelasan dari pimpinan DPRD terkait absennya institusi tersebut. Rapat berjalan tanpa kendala, keputusan diambil tanpa klarifikasi di forum. Ketiadaan penjelasan inilah yang kemudian membuka ruang spekulasi publik.

Di tengah suasana politik yang sedang diperbincangkan, masyarakat langsung menghubungkan absennya Kejari dengan proses penyelidikan dugaan penyimpangan pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD Magetan yang sedang ditangani kejaksaan. Situasi tersebut menimbulkan tafsir bahwa ketidakhadiran Kejari bukan hanya faktor administratif, melainkan bagian dari sikap menjaga jarak agar proses hukum tetap steril dari tekanan politik.

Direktur Magetan Center Corruption Watch, Beni Ardi, menilai langkah Kejari cukup tepat. Menurutnya, menjaga independensi adalah prinsip penting dalam penegakan hukum, terlebih saat perkara melibatkan unsur pemerintahan daerah.

“Menurut kami, ini bentuk etika lembaga hukum yang sehat. Mereka menunjukkan independensi dan keseriusan agar prosesnya tidak dipengaruhi pihak mana pun yang sedang diperiksa,” jelas Beni.

Ia juga mengingatkan bahwa integritas harus dijaga ketat dalam perkara korupsi. “Kami berharap tidak ada ruang untuk transaksi gelap. Banyak kasus sebelumnya menunjukkan penegak hukum bisa terjebak, bahkan ada jaksa yang diamankan KPK,” tambahnya.

Saat dimintai keterangan mengenai alasan tidak hadir, pihak Kejari Magetan tidak memberikan pernyataan resmi. Sikap tersebut semakin memperkuat berbagai interpretasi yang berkembang di tengah masyarakat.

Secara legal, kehadiran Kejari bukanlah syarat sahnya paripurna. Namun dalam situasi politik yang sedang diawasi publik, satu kursi kosong itu justru menjadi simbol yang lebih nyaring dari ketukan palu sidang. Di tengah sorotan terhadap proses penyelidikan pokir, absensi tersebut memberi pesan tersendiri sebuah jarak yang tampaknya sengaja dijaga, tetapi tidak dijelaskan.(Nan/Krs).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Antusias Warga Menukarkan Uang yang Diadakan Bank Indonesia

    Antusias Warga Menukarkan Uang yang Diadakan Bank Indonesia

    • calendar_month Selasa, 4 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 11
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Puluhan warga memanfaatkan layanan penukaran uang yang diadakan oleh Bank Indonesia (BI) Kediri di depan Masjid Agung Kota Madiun pada Selasa 4/3/2025. Penukaran uang ini di sambut antusias warga masyarakat yang ingin menukarkan uang menjadi nominal pecahan untuk persiapan Lebaran Idul Fitri mendatang. Tak hanya warga Kota Madiun, namun warga […]

    Bagikan
  • Petani Tembakau Ngawi Terpuruk, Harga Anjlok Panen Merosot

    Petani Tembakau Ngawi Terpuruk, Harga Anjlok Panen Merosot

    • calendar_month Sabtu, 13 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Cuaca ekstrem memukul keras petani tembakau di Kabupaten Ngawi. Selain kualitas daun tembakau yang menurun, luas lahan panen juga menyusut drastis. Data terbaru menyebutkan sekitar 500 hektare lahan gagal panen, sementara produksi yang berhasil dipetik pun jauh di bawah target. Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Ngawi, Sojo, menjelaskan bahwa pada […]

    Bagikan
  • Peringati Hari Jadi ke-107, Pemkot Madiun Gelar Nikah Massal bagi 6 Pasangan

    Peringati Hari Jadi ke-107, Pemkot Madiun Gelar Nikah Massal bagi 6 Pasangan

    • calendar_month Kamis, 19 Jun 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 31
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-107 Kota Madiun, Pemerintah Kota Madiun menggelar acara nikah massal bertajuk Madiun Mantu pada Rabu (19/06/2025). Kegiatan ini dilangsungkan di Rumah Dinas Wali Kota Madiun dan diikuti oleh enam pasangan pengantin dari berbagai latar belakang. Para pasangan tampak bahagia saat menjalani prosesi ijab kabul yang […]

    Bagikan
  • Awal Ramadhan, 5 Desa di Kabupaten Madiun Terendam Banjir

    Awal Ramadhan, 5 Desa di Kabupaten Madiun Terendam Banjir

    • calendar_month Sabtu, 1 Mar 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 28
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Hujan deras mengguyur wilayah Kabupaten Madiun sejak Jumat sore hingga malam (28/2/2025) mengakibatkan puluhan rumah di lima desa, dua kecamatan terendam banjir. Bahkan akses jalan raya dari wilayah Kecamatan Pilangkenceng menuju Kota Caruban tertutup banjir, tepatnya di Desa Kedungmaron Kecamatan Pilangkenceng. Ketinggian air banjir setinggi pinggang orang dewasa atau 1 […]

    Bagikan
  • Aksi Emak-emak Curi Susu di Minimarket Terekam CCTV, Satu Tertangkap, Tiga Kabur

    Aksi Emak-emak Curi Susu di Minimarket Terekam CCTV, Satu Tertangkap, Tiga Kabur

    • calendar_month Rabu, 7 Mei 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo — Aksi pencurian yang dilakukan sekelompok emak-emak di sebuah minimarket wilayah Desa Sampung, Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo, terekam kamera pengawas atau CCTV. Para pelaku yang terdiri dari tiga perempuan dan satu laki-laki itu menjalankan aksinya dengan modus terstruktur dan rapi. Mereka menyasar susu kemasan dan menyembunyikannya di balik rok pelaku perempuan. Kejadian […]

    Bagikan
  • Damai Itu Indah, Akhir Gugatan Bitner kepada Pedagang Sayur Keliling Magetan

    Damai Itu Indah, Akhir Gugatan Bitner kepada Pedagang Sayur Keliling Magetan

    • calendar_month Rabu, 12 Feb 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 16
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Damai. Itulah jawaban dari sidang gugatan pedagang sayur keliling alias pedagang etek, yang berlangsung di Pengadilan Negeri Magetan Rabu (12/2/2025). Sidang dengan agenda Mediasi tahap kedua di ruang Command Center itu dihadiri Pihak Tergugat meliputi Pemerintah Desa Pesu, Kecamatan Maospati, dan 2 Pedagang Sayur Keliling, serta Penggugat sekaligus Warga Desa […]

    Bagikan
expand_less