Berita Terkini
Trending Tags

Pengawasan Satpol PP di Telaga Sarangan, Polemik Pedagang Keliling Kembali Mencuat

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Sabtu, 16 Agt 2025
  • visibility 165
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Gabungan petugas melakukan pengawasan dan pembinaan di kawasan wisata Telaga Sarangan, Foto : Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Magetan – Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Magetan bersama Dinas Pariwisata, Dinas Perhubungan, serta pengawas danau melakukan pengawasan dan pembinaan di kawasan wisata Telaga Sarangan, Sabtu (16/8/2025). Langkah ini diambil menyusul adanya laporan dugaan pelanggaran yang meresahkan pengunjung maupun pengelola wisata.

Kabid Penegak Perda Satpol PP Magetan, Gunindar, menyampaikan bahwa laporan tersebut berisi aduan soal praktik dagang yang dinilai mengganggu kenyamanan wisatawan. “Tugas kami menjaga ketertiban wilayah, termasuk kawasan pariwisata. Beberapa waktu lalu kami menerima laporan adanya indikasi pelanggaran yang mengganggu keamanan dan kenyamanan pengunjung maupun pedagang,” ujarnya.

Dalam pengawasan, petugas menekankan aturan harga agar tidak ada pedagang yang menjual di luar ketentuan. Selain itu, kawasan wisata juga dipastikan bebas dari pengamen maupun pengemis. “Harapannya, Sarangan ini bisa nyaman. Kalau nyaman tentu akan banyak wisatawan yang datang,” imbuh Gunindar.

Langkah pembinaan ini tak lepas dari polemik yang sempat mencuat antara pedagang kios dan pedagang keliling. Beberapa waktu terakhir, muncul keluhan pedagang kios yang merasa dirugikan karena pedagang keliling kerap berhenti dan menjajakan barang di dekat lapak tetap. Situasi ini bahkan sempat viral dan menimbulkan perdebatan di media sosial.

Gunindar menegaskan pedagang keliling tetap diperbolehkan mencari nafkah, namun harus mematuhi aturan. “Pedagang keliling bagian dari pemberdayaan masyarakat. Namun harus benar-benar keliling, tidak boleh berhenti dekat kios atau restoran karena bisa memicu salah paham,” tegasnya.

Painem (74), salah seorang pedagang makanan yang sudah lebih dari 50 tahun berjualan di Sarangan, mengakui kondisi sempat memanas lantaran keberadaan pedagang keliling yang tidak disiplin. “Orang yang dagang keliling itu harus keliling, tidak boleh dekat kios. Kasihan yang sudah tetap bayar tempat,” ungkapnya.

Meski begitu, ia menyambut baik adanya pembinaan agar lapak lebih tertata. Painem juga memastikan harga dagangan sesuai standar. “Nasi pecel komplit Rp15 ribu, kalau tidak lengkap Rp10 ribu. Minuman kopi atau teh Rp5 ribu. Itu harga biasa di sini,” tuturnya.

Satpol PP menekankan bahwa salah paham di lapangan harus dicegah dengan komunikasi. “Permasalahan kemarin sebenarnya lebih karena miskomunikasi. Kalau salah paham bisa diselesaikan, tapi kalau paham yang salah itu yang sulit,” ujar Gunindar.

Ia menambahkan, pengawasan rutin akan terus dilakukan agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan. “Semua kami ajak menahan diri, mengambil jalan tengah yang tidak merugikan kedua belah pihak,” tandasnya.

Kusnanto – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bau Sampah dan Lalat Berterbangan Dikeluhkan Puluhan Pedagang Pasar Burung Caruban Madiun

    Bau Sampah dan Lalat Berterbangan Dikeluhkan Puluhan Pedagang Pasar Burung Caruban Madiun

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle Mandor
    • visibility 197
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Puluhan pedagang pasar burung di Caruban Kabupaten Madiun mengeluhkan munculnya lalat disertai bau kurang sedap dari timbunan sampah. Sejak dua minggu ini, lokasi TPS di pasar burung tidak boleh dipakai membuang sampah. Larangan ditandai memakai bambu dan baner yang dipasang pada tembok TPS. Joko Harianto, salah satu pedagang burung mengaku sejak […]

    Bagikan
  • Polisi Ungkap Tabrak Lari di Magetan, Pelaku Diamankan Kurang dari 12 Jam

    Polisi Ungkap Tabrak Lari di Magetan, Pelaku Diamankan Kurang dari 12 Jam

    • calendar_month Rabu, 18 Jun 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 104
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Kecelakaan tabrak lari yang menewaskan satu pejalan kaki di Desa Sumberagung, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, pada Rabu (18/6/2025) pukul 04.45 WIB berhasil diungkap kurang dari 12 jam oleh Satlantas Polres Magetan. Korban atas nama GN (73), warga Dusun Genggong, Desa Randugede meninggal dunia dalam peristiwa itu. Sementara SYN (65), warga […]

    Bagikan
  • Plt Wali Kota Semprot Kinerja Disperkim, Bakal Dipantau dan Diawasi CCTV

    Plt Wali Kota Semprot Kinerja Disperkim, Bakal Dipantau dan Diawasi CCTV

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 209
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, F Bagus Panuntun, memberikan peringatan tegas terhadap kinerja Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim), khususnya terkait pelayanan di lapangan yang dinilai masih kurang optimal. Hal itu ditegaskan saat pembinaan terhadap pegawai Disperkim di Aula Asrama Haji Kota Madiun pada Jum’at (17/4/2026). Peringatan tersebut […]

    Bagikan
  • Kapolres Ponorogo Tuntaskan 3 Jembatan Presisi, Akses Warga Dipastikan Aman

    Kapolres Ponorogo Tuntaskan 3 Jembatan Presisi, Akses Warga Dipastikan Aman

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 133
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Kapolres Ponorogo, AKBP Andin Wisnu Sudibyo, memastikan pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi di sejumlah titik telah berjalan sesuai target. Dari empat lokasi yang direncanakan, tiga jembatan kini telah rampung dan siap digunakan masyarakat. AKBP Andin menjelaskan, pembangunan jembatan tersebut merupakan hasil sinergi antara Polres Ponorogo dan Pemerintah Kabupaten Ponorogo. Program ini difokuskan […]

    Bagikan
  • Jumlah Penumpang Daop 7 Madiun Naik 8 Persen Selama Masa Angkutan Lebaran 2025

    Jumlah Penumpang Daop 7 Madiun Naik 8 Persen Selama Masa Angkutan Lebaran 2025

    • calendar_month Rabu, 9 Apr 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Selama masa angkutan Lebaran yang berlangsung dari tanggal 21 Maret hingga 8 April 2025, jumlah penumpang di stasiun wilayah KAI Daop 7 Madiun tercatat mencapai 186.894 penumpang. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 8 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2024 yang tercatat sebanyak 173.598 penumpang. Manajer Humas Daop 7 […]

    Bagikan
  • Modus Mengaku Dukun, Residivis Kasus Asusila Anak di Magetan Ditangkap

    Modus Mengaku Dukun, Residivis Kasus Asusila Anak di Magetan Ditangkap

    • calendar_month Selasa, 8 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Satreskrim Polres Magetan menangkap seorang pria berinisial Agung Laksono, 26 tahun, warga Karangrejo, Magetan, yang diduga melakukan tindakan asusila terhadap anak di bawah umur. Tersangka menggunakan modus mengaku sebagai dukun yang dapat memindahkan janin akibat kehamilan gaib untuk menipu korban. Kasus ini terbongkar setelah keluarga korban, siswi SMP berinisial EL, melaporkan kejadian tersebut. […]

    Bagikan
expand_less