Kemiskinan di Ngawi Turun Tipis, Pemkab Perkuat Program “Gerbang Sejahtera”
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 29
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ngawi – Angka kemiskinan di Kabupaten Ngawi kembali menunjukkan tren penurunan pada 2025. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi mencatat, persentase penduduk miskin turun dari 13,81 persen pada 2024 menjadi 13,62 persen di tahun ini.
Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono, menyebut penurunan tersebut menjadi indikator bahwa berbagai program penanggulangan kemiskinan yang dijalankan pemerintah daerah mulai menunjukkan hasil positif.
“Penurunan ini mencerminkan efektivitas program perlindungan sosial, pemberdayaan ekonomi masyarakat, peningkatan layanan dasar, serta pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan,” ujarnya.
Meski demikian, Ony menegaskan bahwa penanganan kemiskinan tetap menjadi prioritas utama Pemkab Ngawi. Upaya tersebut dilakukan melalui sinergi lintas sektor dan pendekatan terintegrasi agar hasilnya lebih optimal dan berkelanjutan.
Salah satu langkah strategis yang ditempuh pada 2025 adalah peluncuran inovasi Gerbang Sejahtera (Gerakan Bangkit Sejahtera untuk Kemandirian dan Tuntas Kemiskinan). Program ini dirancang tidak hanya menekan angka kemiskinan secara statistik, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
“Melalui Gerbang Sejahtera, kami ingin membentuk rumah tangga yang mandiri secara ekonomi, berdaya secara sosial, dan mampu mempertahankan kesejahteraan secara berkelanjutan,” jelasnya.
Keberhasilan program ini diukur melalui sejumlah indikator, diantaranya peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), bertambahnya jumlah keluarga yang keluar dari kemiskinan, integrasi program lintas organisasi perangkat daerah (OPD), serta meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pembangunan.
Selain itu, Pemkab Ngawi juga menekankan penguatan sektor ekonomi lokal melalui pembangunan infrastruktur sosial-ekonomi, dukungan terhadap UMKM lewat akses pembiayaan dan pasar, serta peningkatan transparansi dan akuntabilitas dengan melibatkan masyarakat dalam proses pemantauan.
Ony menambahkan, Gerbang Sejahtera dijalankan melalui tahapan yang sistematis, mulai dari persiapan, pemetaan, sinkronisasi program, implementasi, hingga monitoring dan evaluasi berbasis data.
“Inovasi ini menjadi bagian dari perubahan paradigma, dari pendekatan bantuan menuju pemberdayaan. Masyarakat tidak lagi menjadi objek, tetapi subjek pembangunan yang aktif, kreatif, dan mandiri,” tegasnya.
Dengan pendekatan tersebut, Pemkab Ngawi optimistis upaya pengentasan kemiskinan dapat berjalan lebih efektif sekaligus memperkuat fondasi pembangunan daerah yang inklusif dan partisipatif. (Kus)
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Diez






