Kesiapan Gerai Koperasi Merah Putih di Magetan Capai 90 Persen, Tinggal Tunggu Stok Barang
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 55 menit yang lalu
- visibility 18
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Magetan – Sejumlah gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, mulai menjalani verifikasi kesiapan operasional oleh tim khusus dari TNI. Rata-rata kesiapan gerai dilaporkan telah mencapai 90 persen. Sejumlah lokasi kini tinggal menunggu pengisian barang dagangan sebelum mulai melayani masyarakat.
Verifikasi dilakukan dengan mendatangi langsung gerai untuk memeriksa kesiapan fasilitas dan kelengkapan operasional. Salah satu lokasi yang menjadi sasaran pemeriksaan berada di Desa Madigondo, Kecamatan Takeran.
Ketua KDKMP Desa Madigondo, Lasito, mengatakan persiapan infrastruktur gerai di wilayahnya telah memasuki tahap akhir. Meski demikian, koperasi tersebut belum dapat beroperasi secara optimal karena masih menunggu ketersediaan barang dagangan.
Ia berharap proses pemenuhan kebutuhan operasional segera rampung sehingga koperasi dapat diluncurkan dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat desa.
“Harapan saya, baik secara pribadi maupun untuk keberadaan Koperasi Merah Putih Madigondo ini, segera launching, segera terwujud, dan mudah-mudahan juga bermanfaat demi kemakmuran masyarakat Desa Madigondo secara umum,” ujar Lasito.
Menurut dia, keberadaan KDKMP diharapkan tidak sekedar menjadi gerai perdagangan, tetapi juga menjadi salah satu fasilitas ekonomi yang mendekatkan akses masyarakat terhadap kebutuhan sehari-hari.
Lasito menilai lokasi gerai KDKMP Madigondo memiliki potensi pasar yang cukup menjanjikan. Gerai tersebut berada di kawasan yang berdekatan dengan pasar, jalan raya, lapangan, serta gedung olahraga (GOR) yang menjadi pusat aktivitas masyarakat.

Ramainya kegiatan warga di sekitar fasilitas tersebut dinilai dapat membuka peluang bagi koperasi untuk mengembangkan usaha dan menjangkau konsumen lebih luas.
“Kalau pasarnya, saya rasa dengan kondisi di sini dekat dengan pasar, dekat dengan jalan raya, dekat dengan lapangan, dekat dengan GOR. Apalagi GOR itu juga sangat ramai, ada sekolah bola voli dan segala macam. Itu sangat-sangat potensial,” katanya.
Dengan dukungan lokasi tersebut, pengelola berharap KDKMP Madigondo mampu menjadi alternatif tempat berbelanja sekaligus melengkapi fasilitas ekonomi yang tersedia di desa.
Dari sisi layanan, KDKMP Madigondo direncanakan menyediakan berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari bahan pokok hingga komoditas tertentu yang penyalurannya diatur pemerintah. Lasito menyebut pengisian barang dagangan menjadi tahapan yang masih ditunggu sebelum koperasi dapat menjalankan kegiatan usahanya.
“Barang isinya, isinya, dan nanti juga menyalurkan barang-barang subsidi seperti pupuk, LPG, bahkan mungkin bahan sembako,” jelasnya.
Meski demikian, penyaluran pupuk bersubsidi maupun LPG tidak dapat dilakukan secara otomatis hanya karena koperasi telah beroperasi. Pelaksanaannya harus mengikuti ketentuan distribusi, persyaratan, dan penunjukan atau kerja sama dengan pihak berwenang sesuai komoditas masing-masing. Karena itu, kepastian pasokan dan mekanisme distribusi menjadi faktor penting agar rencana layanan tersebut dapat direalisasikan sesuai aturan.
Selain menjalankan kegiatan perdagangan, pengelola KDKMP Madigondo berharap koperasi ke depan dapat mendukung kemudahan akses masyarakat terhadap layanan yang berkaitan dengan program pemerintah.
Lasito menyebut koperasi diharapkan bisa berperan dalam penyediaan kebutuhan masyarakat yang berkaitan dengan bantuan pemerintah, termasuk bantuan langsung tunai (BLT), sepanjang sesuai dengan kebijakan dan petunjuk resmi.
“Jadi, terkait dengan hak-hak yang diberikan oleh pemerintah seperti BLT dan lain sebagainya, sesuai dengan arah koordinasi dan petunjuk dari pimpinan atau pemerintah, koperasi yang harus menyediakan,” ujarnya.
Untuk mendukung rencana pengembangan layanan tersebut, pengelola juga mempertimbangkan penyediaan fasilitas tambahan, termasuk anjungan tunai mandiri (ATM). Fasilitas itu diharapkan dapat mempermudah masyarakat mengakses layanan keuangan sekaligus berbelanja di lokasi yang berdekatan.
“Karena itu, kelengkapan-kelengkapan menuju pelayanan ke situ juga sudah kita kondisikan sedini mungkin, mungkin ATM dan lain sebagainya, sehingga penerima BLT itu tidak jauh-jauh. Bisa mengambil uang tunai sekaligus berbelanja,” imbuhnya.
Dengan kesiapan infrastruktur yang disebut telah mencapai tahap akhir, pengelola berharap KDKMP Madigondo segera dapat beroperasi. Tahap berikutnya adalah memastikan ketersediaan barang dagangan, kesiapan sistem pengelolaan, serta kelengkapan layanan agar koperasi mampu menjalankan usaha secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Madigondo. (Kus)
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Krz/Diez





