Berita Terkini
Trending Tags

Kelas Inspirasi 11, Saat Anak-Anak SD di Gemarang Belajar Langsung dari Para Profesional

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
  • visibility 66
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Sejumlah Volunter dari Kelas Inspirasi Madiun mengajar di salah satu SDN di Kecamatan Gemarang Kabupaten Madiun, Foto : Tova Pradana – Sinergia

Sinergia | Kab. Madiun – Suasana belajar di delapan sekolah dasar (SD) di Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun, berubah tidak seperti biasanya. Anak-anak tampak antusias menyambut para tamu istimewa, relawan dari berbagai profesi yang datang bukan untuk mengajar mata pelajaran, melainkan berbagi pengalaman hidup.

Mereka datang sebagai bagian dari Kelas Inspirasi Madiun 11, sebuah kegiatan tahunan yang mempertemukan siswa dengan para profesional dari berbagai bidang. Kegiatan ini melibatkan delapan sekolah diantaranya SDN Durenan 02, SDN Tawangrejo 04, SDN Gemarang 02, SDN Winong 02, SDN Batok 02, SDN Sebayi 01, SDN Durenan 04, dan SDN Nampu 05.

Para relawan berasal dari beragam latar belakang—dokter, dosen, fotografer, jurnalis, wirausaha, hingga pengacara dan konten kreator. Mereka datang dengan semangat sukarela untuk menularkan nilai kerja keras, kejujuran, dan semangat pantang menyerah.

“Para relawan tidak hanya menceritakan profesi mereka, tetapi juga menunjukkan bahwa setiap cita-cita bisa diraih dengan usaha dan ketekunan,” kata Totok Darminto, Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah Kecamatan Gemarang.

Sejak pagi, para siswa tampak bersemangat. Di beberapa sekolah, anak-anak menyiapkan sambutan sederhana, lengkap dengan lagu dan bunga kertas. Di dalam kelas, suasana belajar berubah menjadi lebih hidup—tawa dan tepuk tangan bersahut-sahutan saat para relawan berbagi cerita.

Di SDN Durenan 02, siswa belajar bersama seorang groomer kucing dan melihat langsung cara merawat hewan peliharaan. Di SDN Tawangrejo 04, anak-anak diajari dokter gigi tentang pentingnya menjaga kesehatan mulut.

Sementara di SDN Winong 02, relawan yang berprofesi sebagai konten kreator mengajak siswa membuat video pendek untuk menumbuhkan kepercayaan diri berbicara di depan kamera. Di SDN Durenan 04, seorang pengacara mengajak murid bermain peran menjadi pembela kebenaran.

Kegiatan serupa juga berlangsung di sekolah lain: anak-anak SDN Batok 02 mencoba menjadi penyiar cilik, siswa SDN Nampu 05 belajar dari apoteker tentang dosis obat, dan di SDN Sebayi 01 mereka berinteraksi langsung dengan petugas pemadam kebakaran. Sementara itu, siswa SDN Gemarang 02 mengenal profesi modern seperti data analyst, banker, dan digital marketer—profesi yang mungkin belum pernah mereka dengar sebelumnya.

Menurut Totok, pengalaman semacam ini memberi dampak besar bagi dunia pendidikan di tingkat dasar. Guru-guru bisa belajar dari pendekatan para relawan yang komunikatif dan empatik, sementara siswa belajar melalui contoh nyata.

“Anak-anak jadi tahu bahwa pelajaran yang mereka dapat di sekolah punya manfaat langsung di dunia nyata,” ujarnya.

Selain memperluas wawasan siswa, Kelas Inspirasi juga memperkuat hubungan antara sekolah, masyarakat, dan kalangan profesional. Guru, siswa, dan relawan saling terlibat dalam suasana kolaboratif yang jarang ditemui di kegiatan belajar mengajar rutin.

Pihak sekolah mencatat sejumlah perubahan positif setelah kegiatan berlangsung. Banyak siswa yang lebih aktif bertanya dan mulai berani mengungkapkan cita-citanya. Nilai-nilai karakter seperti kejujuran, tanggung jawab, dan kerja keras pun semakin terlihat.

Kegiatan ini juga mempererat gotong royong antar sekolah di Kecamatan Gemarang. Guru dan kepala sekolah saling membantu menyiapkan kegiatan, berbagi pengalaman, dan berkoordinasi dengan panitia Kelas Inspirasi Madiun.

“Kami merasa dunia pendidikan dasar tidak bisa berjalan sendiri. Dukungan dari para profesional sangat berarti bagi tumbuhnya semangat belajar anak-anak,” kata Totok menegaskan.

Meski hanya berlangsung sehari, Kelas Inspirasi Madiun 11 meninggalkan kesan mendalam. Bagi para siswa, pertemuan itu membuka pandangan baru tentang masa depan. Bagi guru dan relawan, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa inspirasi tak selalu datang dari ruang kelas—kadang dari kehadiran, cerita, dan ketulusan.

“Semoga kegiatan seperti ini bisa menjadi agenda rutin tahunan. Dari sekolah-sekolah sederhana di pelosok, kami percaya akan lahir generasi hebat yang siap membawa perubahan,” tutup Totok.

Kelas Inspirasi Madiun 11 menunjukkan bahwa pendidikan inspiratif tidak harus rumit atau mahal. Cukup dengan kehadiran orang-orang yang peduli dan bersedia berbagi pengalaman hidup, anak-anak bisa melihat dunia dengan cara baru — dan mulai berani bermimpi lebih tinggi. (Tova/Krs)

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana

Rekomendasi Untuk Anda

  • Petani Madiun Keluhkan Harga Tomat Anjlok, Pemkab Serap Hasil Panen

    Petani Madiun Keluhkan Harga Tomat Anjlok, Pemkab Serap Hasil Panen

    • calendar_month Jumat, 3 Okt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 78
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Sejumlah petani di Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, mengeluhkan lambatnya penyerapan hasil panen tomat oleh pemerintah daerah. Akibatnya, sebagian hasil panen terancam tidak terserap dan berpotensi terbuang. Padahal, pada Jumat (26/09/2025) lalu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa telah menginstruksikan Pemkab Madiun segera membeli tomat hasil panen petani dengan […]

    Bagikan
  • Wujudkan Generasi Berakhlak, 2.000 Siswa di Kota Madiun Diwisuda Khatam Al-Qur’an

    Wujudkan Generasi Berakhlak, 2.000 Siswa di Kota Madiun Diwisuda Khatam Al-Qur’an

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 61
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Sebanyak 2.000 siswa tingkat SD dan SMP di Kota Madiun mengikuti wisuda khatam Al-Qur’an, Rabu (05/11/205) di kawasan Pahlawan Religi Center (PRC). Kegiatan tersebut menjadi bentuk apresiasi dari Pemerintah Kota Madiun kepada para pelajar yang telah berhasil menuntaskan bacaan 30 juz Al-Qur’an. Kepala Dinas Pendidikan Kota Madiun, Lismawati, mengatakan kegiatan […]

    Bagikan
  • Diterjang Angin Kencang, Rumah Warga Rusak Tertimpa Pohon Tumbang

    Diterjang Angin Kencang, Rumah Warga Rusak Tertimpa Pohon Tumbang

    • calendar_month Jumat, 17 Okt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah Kabupaten Madiun pada Jumat (17/10/2025) sore. Akibatnya, sebuah rumah milik warga Desa Nglambangan, Kecamatan Wungu, rusak tertimpa pohon berusia ratusan tahun yang tumbang. Peristiwa terjadi sekitar pukul 15.00 WIB saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama kurang lebih 30 menit. Pohon besar yang […]

    Bagikan
  • Jelang Porprov 2025, Atlet Muay Thai dan Kickboxing Kota Madiun Geber Latihan

    Jelang Porprov 2025, Atlet Muay Thai dan Kickboxing Kota Madiun Geber Latihan

    • calendar_month Rabu, 12 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 74
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Meski berpuasa di bulan suci Ramadhan tidak menghalangi atlet-atlet muay thai dan kickboxing Kota Madiun untuk terus berlatih. Mereka lebih memilih latihan untuk mempersiapkan Kejuaraan Pekan Olahraga Provinsi ( Porprov) mendatang. Seperti terlihat di pusat pelatihan kick boxing dan muay thai di Gor Wilis Kota Madiun. Pada latihan ini, para […]

    Bagikan
  • Menyambut Idul Fitri 2025, Wali Kota Madiun Tegaskan Kesiapan Pelayanan Maksimal 

    Menyambut Idul Fitri 2025, Wali Kota Madiun Tegaskan Kesiapan Pelayanan Maksimal 

    • calendar_month Senin, 24 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 56
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Hari Raya Idul Fitri 2025 semakin dekat. Pemerintah Kota Madiun terus mempersiapkan berbagai hal untuk menyambut perayaan tersebut. Persiapan mencakup aspek keamanan, kenyamanan, dan pelayanan kepada masyarakat. Hal itu ditegaskan Wali Kota Madiun, Maidi dalam rapat  koordinasi bersama Forkopimda Kota Madiun pada Senin (24/03/2025) di GCIO. “Rapat ini digelar untuk […]

    Bagikan
  • Kepatihan Ngawi Terancam Runtuh, Bangunan Bersejarah Tahun 1828 Menanti Revitalisasi

    Kepatihan Ngawi Terancam Runtuh, Bangunan Bersejarah Tahun 1828 Menanti Revitalisasi

    • calendar_month Rabu, 16 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ngawi – Salah satu bangunan bersejarah penting di Kabupaten Ngawi, yakni Kepatihan yang terletak di Jalan Patiunus, Kelurahan Ketanggi, kini dalam kondisi rusak parah. Bangunan bergaya arsitektur Jawa yang berdiri sejak tahun 1828 ini terlihat nyaris roboh. Dindingnya retak, plafon ambrol, pintu-pintu rusak, dan sejumlah bagian jebol. Meski masih difungsikan sebagai Sekretariat […]

    Bagikan
expand_less