
Sinergia | Kab. Madiun – Menyambut Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, warga Kelurahan Pandean, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, punya cara unik memeriahkan suasana. Mereka memanfaatkan sampah plastik bekas menjadi lampion bernuansa merah putih yang menghiasi lingkungan tempat tinggal.
Kegiatan ini digagas oleh Rodiyah (45), warga setempat yang juga anggota Bank Sampah Pandean. Bersama puluhan ibu-ibu lainnya, ia mengubah toples, mangkuk, piring plastik, botol, sedotan, hingga kardus bekas menjadi hiasan lampu petromak yang estetik.
Dengan cekatan, tangan emak emak ini memotong, mengelem, dan menempel. Perlahan, potongan kardus dan plastik bekas berubah menjadi lampion petromak berwarna merah putih. Semangat kemerdekaan terasa kental di setiap sentuhan kuas yang memberi warna.
“Banyak bahan bekas menumpuk di bank sampah. Dari situ muncul ide membuat ornamen lampu untuk memeriahkan HUT RI,” kata Rodiyah saat ditemui Senin (11/08/2025).
Menjelang malam, suasana kampung Pandean kini berbeda. Lampion-lampion merah putih tergantung rapi, memancarkan cahaya hangat. Sebuah karya sederhana, namun menyimpan cerita tentang gotong royong, kreativitas, dan cinta pada negeri.
Hingga kini, sudah ada sekitar 100 lampion yang diproduksi, dengan 80 diantaranya terpasang di rumah warga sekitar. Tak hanya untuk kebutuhan sendiri, warga juga menerima pesanan dari luar kampung dengan harga Rp15 ribu per unit, lengkap dengan lampu dan fitting. Dalam sehari, para ibu bisa membuat 10–15 lampion.
Warga lain, Tri Handiyah Riwayati, mengaku kegiatan ini memberi pengalaman baru sekaligus memanfaatkan waktu luang. “Biasanya mulai jam empat sore. Selain bisa memeriahkan HUT RI, barang bekas juga jadi lebih berguna,” ujarnya.
Kreativitas warga Pandean ini tak hanya mempercantik suasana kampung, tapi juga menjadi contoh nyata bahwa semangat kemerdekaan bisa diwujudkan lewat ide sederhana dan ramah lingkungan.
Tova Pradana – Sinergia