Berita Terkini
Trending Tags

Musim Entong Tiba! Warga Banyubiru Berburu ‘Lauk Gurih’, Laris Dijual Rp20 Ribu Segelas

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Sabtu, 22 Nov 2025
  • visibility 33
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Entong atau kepompong ulat jati berwarna cokelat, Foto: Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Ngawi – Datangnya musim hujan membawa aktivitas khas bagi warga di sekitar kawasan hutan jati Desa Banyubiru, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi. Tumpukan daun jati kering yang berserakan di lantai hutan berubah menjadi habitat entong—kepompong ulat jati berwarna cokelat. Tidak hanya sebagai sumber pangan sekaligus rezeki musiman bagi warga.

Sejak pagi, para ibu rumah tangga tampak bergerombol di bawah tegakan pohon jati. Berbekal gelas plastik, besek, hingga kotak kecil sebagai wadah, mereka duduk lesehan atau jongkok sambil membalik daun-daun jati yang lembap. Dari balik tumpukan itulah entong ditemukan dan dipungut dengan tangan kosong. Kegiatan itu membutuhkan ketelatenan, namun bagi mereka sudah menjadi rutinitas musiman yang dinantikan.

Bagi Sumini, salah satu pencari entong, hadirnya musim hujan berarti datangnya kesempatan menambah penghasilan. Ia bersama ibu-ibu lainnya hampir setiap hari menyusuri hutan untuk mencari entong.

“Setiap awal musim hujan warga sini mencari entong di hutan. Entong bisa dimakan, biasanya saya masak oseng. Sekali mencari bisa dapat empat gelas, kadang lebih. Kalau dijual harganya dua puluh ribu per gelas. Musim entong memang jadi berkah,” jelas Sumini.

Hasil buruan yang melimpah kadang mereka konsumsi sendiri. Namun jika ada warga lain yang ingin membeli, entong dijual seharga Rp. 20.000 per gelas tanggung.

Bagi sebagian warga, entong bukan sekadar hasil buruan. Siva Miftahul Janah, seorang anak warga Banyubiru, mengaku sangat menyukai entong jati yang dimasak oleh neneknya. “Ini lagi makan entong jati pakai nasi hangat, rasanya gurih. Kalau libur sekolah saya juga ikut mencari entong,” ujar Siva sembari menikmati sepiring oseng entong.

Rasanya yang gurih membuat entong menjadi lauk sederhana namun digemari, terutama ketika disantap selagi hangat saat musim hujan.

Meski menjadi sumber kebahagiaan dan pemasukan tambahan, musim entong jati berlangsung sangat singkat. Biasanya hanya sekitar satu minggu sebelum populasi kepompong menghilang. Karena itu, warga memanfaatkan waktu dari pagi hingga sore untuk mencari sebanyak mungkin selagi masih ada.

Bagi masyarakat Banyubiru, tradisi berburu entong bukan hanya soal pangan. Namun menjadi bagian dari ritme hidup warga sekitar hutan jati perpaduan antara kearifan lokal, ketekunan, dan rasa syukur atas berkah kecil dari alam. (Nan/Krs).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • AHY Apresiasi Langkah Wali Kota Maidi Ubah TPA Winongo jadi Destinasi Wisata

    AHY Apresiasi Langkah Wali Kota Maidi Ubah TPA Winongo jadi Destinasi Wisata

    • calendar_month Jumat, 22 Agt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 33
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), meninjau Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Winongo Kota Madiun, Jumat (22/08/2025). Kunjungan ini disambut Wali Kota Madiun, Maidi, yang memaparkan konsep pengelolaan TPA dengan sistem landfill sekaligus pengembangan kawasan menjadi destinasi wisata baru. AHY mengapresiasi terobosan dan ide Wali Kota […]

    Bagikan
  • Pemkab Madiun Serahkan LHP Pengelolaan Keuangan ke 15 Desa

    Pemkab Madiun Serahkan LHP Pengelolaan Keuangan ke 15 Desa

    • calendar_month Senin, 26 Mei 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun  – Pemerintah Kabupaten Madiun menyerahkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Pengelolaan Keuangan Desa kepada 15 pemerintah desa di wilayah setempat. Penyerahan berlangsung di Ruang IT Pusat Pemerintahan Caruban, Senin (26/05/2025), sebagai bagian dari upaya penguatan tata kelola keuangan desa yang transparan dan akuntabel. Bupati Madiun, Hari Wuryanto, mengatakan bahwa dalam pemeriksaan […]

    Bagikan
  • Hadapi Musim Kemarau, BPBD Madiun Siapkan Mitigasi Kekeringan dan Karhutla

    Hadapi Musim Kemarau, BPBD Madiun Siapkan Mitigasi Kekeringan dan Karhutla

    • calendar_month Senin, 4 Agt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Menghadapi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung pada Agustus ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun mulai mengaktifkan sejumlah langkah mitigasi. Antisipasi difokuskan pada potensi kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah rawan. “Kami akan mulai menurunkan tim ke lapangan minggu depan. Fokusnya pada pemantauan desa-desa yang berisiko […]

    Bagikan
  • Pohon Tumbang Lumpuhkan Akses Jalan Menuju Telaga Sarangan, Listrik Padam

    Pohon Tumbang Lumpuhkan Akses Jalan Menuju Telaga Sarangan, Listrik Padam

    • calendar_month Kamis, 8 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Akses jalan menuju kawasan wisata Telaga Sarangan lumpuh total setelah sebuah pohon besar tumbang dan menimpa jaringan listrik milik PLN di Jalan Lawu Lama, Kelurahan Sarangan, Kecamatan Plaosan, Magetan, Rabu (7/5/2025) malam. Pohon jenis Pasang Kapur dengan lingkar batang sekitar 110 cm roboh sekitar pukul 19.00 WIB, usai hujan disertai angin […]

    Bagikan
  • Pemkot Madiun Segera Bangun 16 Dapur Makan Bergizi Gratis

    Pemkot Madiun Segera Bangun 16 Dapur Makan Bergizi Gratis

    • calendar_month Senin, 3 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 39
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Dalam 100 hari kerja pertama, Wali Kota Madiun, Maidi langsung tancap gas. Salah satunya mendukung program Presiden Prabowo Subianto yakni Makan Bergizi Gratis (MBG). Saat ini, di Kota Madiun baru terdapat 1 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jalan Tirta Raya, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun sebagai penyuplai program MBG. “Pemerintah Kota […]

    Bagikan
  • Pemkab Madiun Gandeng Yayasan Nurul Hayat Bangun Rumah Layak Huni

    Pemkab Madiun Gandeng Yayasan Nurul Hayat Bangun Rumah Layak Huni

    • calendar_month Sabtu, 12 Jul 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun terus menggencarkan upaya pengentasan kemiskinan dengan menggandeng berbagai pihak, termasuk yayasan sosial. Salah satu kolaborasi terbaru dilakukan bersama Yayasan Nurul Hayat dalam program pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Pasangan suami istri Mardi dan Ngatinem, warga Desa Jatirejo, Kecamatan Wonoasri, menjadi salah satu penerima manfaat program tersebut. […]

    Bagikan
expand_less