Rabu, 14 Okt 2026
Trending Tags

677 Kios Pasar Dialihkan ke Penyewa, Pemkot Madiun Pastikan Penataan Sesuai Aturan

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Senin, 1 Des 2025
  • visibility 297
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
PemKot Madiun melakukan penempelan pemberitahuan pengalihan dan penataan ulang kios di sejumlah pasar tradisional, Foto: Surya Wibawa – Sinergia

Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun mulai melakukan pengalihan dan penataan ulang kios di sejumlah pasar tradisional. Total 677 kios yang sebelumnya disegel kini dialihkan kepada penyewa yang menempati sesuai ketentuan. Salah satu lokasi yang menjadi fokus kegiatan adalah Pasar Sleko di Jalan Trunojo Kota Madiun, Jawa Timur.

Langkah ini merupakan tindak lanjut dari keputusan Wali Kota Madiun Nomor 503/401.107-270-2025 mengenai penempatan pedagang pasar, serta Keputusan Kepala DPMPTSP Kota Madiun Nomor 503-47-401.106-2025 tentang pencabutan izin penempatan pedagang.

Kepala Bidang Pengelolaan Pasar Rakyat, Dinas Perdagangan Kota Madiun, Puguh Supradijanto, menyampaikan bahwa penataan kios ini dilakukan demi menciptakan ketertiban dan memperbarui data pedagang.

“Giat hari ini kita melaksanakan keputusan Wali Kota dan Kepala DPMPTSP. Total 677 kios yang ditempatkan maupun yang dicabut izinnya. Harapan kita, ke depan ada single data yang rapi sehingga pasar menjadi lebih tertib, nyaman, dan aman,” ujarnya.

Menurut Puguh, beberapa izin dicabut karena pedagang melanggar ketentuan Perda Nomor 16 Tahun 2018, termasuk penyewaan atau pengalihan kios tanpa izin, hingga kios yang dibiarkan tutup dan tidak digunakan.

“Yang banyak dicabut hari ini adalah kios yang tutup. Ini memberi peluang bagi masyarakat Madiun untuk mengajukan penempatan baru,” tambahnya.

Ia menegaskan bahwa sanksi yang diberikan tidak mengarah pada pidana, melainkan pencabutan izin sesuai peraturan. “SP 1, 2, dan 3 sudah kami laksanakan. Hari ini kami tempelkan pemberitahuan bahwa kios sudah dikuasai pemerintah daerah dan dapat dialokasikan sesuai ketentuan,” jelas Puguh.

Untuk menghindari kerumunan, pemkot menyiapkan posko pengaduan di setiap unit pasar. “Karena ini masyarakat kita, tidak bisa represif. Kami tampung keluhan dan bantu sesuai ketentuan,” tambahnya.

Di sisi lain, sejumlah pedagang memberikan tanggapan beragam. Sebagian menerima keputusan pengalihan kios, namun sebagian lainnya merasa dirugikan. Suparti, pedagang Pasar Sleko, mengaku sudah menyewa kios sejak tahun 2000. “Mulai tahun 2000 sampai sekarang, kurang lebih 25 tahun. Biayanya Rp 2.500.000 per tahun, dari dulu tidak pernah berubah,” ungkapnya.

Ia menuturkan bahwa ia menempati kios itu setiap hari dan merasa tempat tersebut sangat penting bagi kelangsungan usahanya. “Dari dulu dagangan saya penuh di sini, jadi memang kebutuhan saya untuk tetap menempati kios ini,” katanya.

Berbeda dengan Suparti, pedagang lain, Murdaningsih merasa keputusan pengalihan kios tidak adil. Ia mengaku pernah menyewakan kios tersebut, namun kini kios dialihkan kepada penyewa lama meski ia sudah kembali menempatinya.

“Dulu memang saya sewakan. Tapi setelah ada peringatan, saya suruh penyewanya pindah dan saya tempati sendiri. Administrasi juga saya bayar rutin,” ujarnya.

Menurutnya, ia sudah menyewa dan menempati kios tersebut selama lebih dari 15 tahun. “Saya sudah lama, lima belas tahun lebih. Tapi kok dialihkan ke penyewa, padahal penyewa itu sudah tidak menempati. Ini yang membuat saya bingung,” keluhnya. (Sur/Krs).

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Alih-Alih Ikon Wisata, Eco Bamboo Park Magetan Kini Jadi Lahan Cari Rumput

    Alih-Alih Ikon Wisata, Eco Bamboo Park Magetan Kini Jadi Lahan Cari Rumput

    • calendar_month Jumat, 5 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 192
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Harapan besar menjadikan Eco Bamboo Park (EBP) sebagai ikon baru sekaligus pusat edukasi bambu di Jawa Timur tampaknya jauh dari kenyataan. Dua tahun sejak digagas di Kelurahan Tinap, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Magetan, kawasan seluas 18,5 hektare itu kini lebih sering dimanfaatkan warga sekitar untuk mencari rumput ketimbang menjadi destinasi wisata ramah […]

    Bagikan
  • Tipu Janda Lewat TikTok, Pria 55 Tahun asal Madiun Nyaru Anggota TNI

    Tipu Janda Lewat TikTok, Pria 55 Tahun asal Madiun Nyaru Anggota TNI

    • calendar_month Kamis, 19 Jun 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 196
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Seorang pria berinisial P (55), warga Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, ditangkap aparat Kepolisian Sektor Maospati karena diduga melakukan penipuan terhadap seorang janda dengan modus menyamar sebagai anggota TNI. Kanit Reskrim Polsek Maospati, Iptu Sardi, menyatakan bahwa pelaku diamankan pada Senin (16/06/2025) di rumahnya di wilayah Kabupaten Madiun. Penangkapan ini merupakan […]

    Bagikan
  • Fraksi DPRD Madiun Soroti Dana Cadangan Pilkada 2029, Wanti-wanti Jadwal Bisa Berubah

    Fraksi DPRD Madiun Soroti Dana Cadangan Pilkada 2029, Wanti-wanti Jadwal Bisa Berubah

    • calendar_month Selasa, 22 Sep 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 110
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Rencana penganggaran Dana Cadangan Pilkada 2029 menjadi sorotan utama dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Madiun. Sejumlah fraksi meminta Pemkab Madiun menyiapkan skema anggaran yang fleksibel menyusul adanya Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 135/PUU-XXII/2024 yang berpotensi memengaruhi jadwal pelaksanaan pemilihan kepala daerah. Sorotan tersebut disampaikan tujuh fraksi DPRD Kabupaten Madiun saat menyampaikan […]

    Bagikan
  • Pemkot Madiun Dukung Program Koperasi Desa Merah Putih, 27 KDMP Siap Operasional

    Pemkot Madiun Dukung Program Koperasi Desa Merah Putih, 27 KDMP Siap Operasional

    • calendar_month Senin, 21 Jul 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 197
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun turut ambil bagian dalam peresmian serentak Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang diluncurkan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melalui sambungan virtual dari Klaten, Jawa Tengah, Senin (21/07/2025). Di Kota Madiun, kegiatan ini dipusatkan di Ruang GCIO Dinas Kominfo dan dihadiri oleh jajaran Forkopimda, para camat, […]

    Bagikan
  • Kejati Jatim Tegaskan Isu Pemerasan Kades oleh Jaksa Madiun Tidak Terbukti

    Kejati Jatim Tegaskan Isu Pemerasan Kades oleh Jaksa Madiun Tidak Terbukti

    • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 273
    • 0Komentar

    Sinergia | Surabaya — Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur menegaskan isu dugaan pemerasan terhadap kepala desa se-Kabupaten Madiun oleh jaksa Kejaksaan Negeri (Kejari) Madiun tidak terbukti. Wakil Kepala Kejati Jawa Timur Saiful Bahri Siregar menyampaikan hasil klarifikasi yang dilakukan terhadap Kasi Intel Kejari Madiun, menyusul kabar operasi tangkap tangan (OTT) yang sempat ramai diberitakan. “Berita […]

    Bagikan
  • Tanggul Jebol, Ratusan Hektar Sawah Terendam

    Tanggul Jebol, Ratusan Hektar Sawah Terendam

    • calendar_month Rabu, 22 Jan 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Ponorogo sejak Selasa (21/1/2025) sore hingga malam hari mengakibatkan sejumlah tanggul di beberapa desa jebol. Salah satu yang terdampak adalah Desa Bringinan, Kecamatan Jambon. Luapan Sungai Bringinan menghancurkan tanggul sepanjang 15 meter dengan tinggi sekitar 3 meter. Hal itu menyebabkan lahan pertanian warga terendam banjir hingga […]

    Bagikan
expand_less