Pembiasaan Pagi di SDN Ngadirejo 02 Wonoasri, Tanamkan Nasionalisme dan Nilai Religius Sejak Dini
- account_circle Tova Pradana
- calendar_month Senin, 26 Jan 2026
- visibility 41
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Foto ; Tova-Sinergia
Sinergia | Madiun — SDN Ngadirejo 02, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun, menerapkan pembiasaan pagi sebagai bagian dari pendidikan karakter bagi siswa. Setiap hari, sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai, guru piket menyambut kedatangan siswa di halaman sekolah dengan salam dan senyum.
Kegiatan tersebut menjadi rutinitas harian yang diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya secara bersama-sama. Melalui lagu kebangsaan, sekolah berupaya menanamkan rasa cinta tanah air dan memperkuat nilai nasionalisme di lingkungan peserta didik sejak usia sekolah dasar.
Usai menyanyikan Indonesia Raya, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan surat-surat pendek Al-Qur’an yang dipimpin oleh guru atau perwakilan siswa. Suasana sekolah pun berubah menjadi lebih khidmat, mencerminkan nilai religius yang menjadi bagian dari pembentukan karakter siswa.
Kepala SDN Ngadirejo 02, Winarto, mengatakan pembiasaan pagi dirancang untuk menciptakan suasana positif sebelum proses pembelajaran berlangsung. Menurutnya, kesiapan mental dan spiritual siswa menjadi fondasi penting dalam kegiatan belajar.
“Dengan pembiasaan ini, kami ingin membangun semangat positif setiap pagi agar anak-anak siap belajar dengan hati yang bersih dan semangat yang tinggi,” ujar Winarto.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada aspek religius dan nasionalisme, tetapi juga membentuk kedisiplinan siswa. Pembiasaan pagi dinilai efektif karena dilakukan secara konsisten dan melibatkan seluruh warga sekolah.
“Selain menumbuhkan kedisiplinan, kegiatan ini juga mempererat hubungan antara guru dan siswa, sekaligus menciptakan suasana sekolah yang penuh semangat dan kekeluargaan,” jelasnya.
Pembiasaan pagi di SDN Ngadirejo 02 kini menjadi bagian dari budaya sekolah yang mendapat respons positif dari siswa. Sekolah berharap, nilai-nilai karakter yang ditanamkan melalui kegiatan sederhana ini dapat melekat dan menjadi bekal siswa dalam kehidupan sehari-hari.(Tov/Krs).
- Penulis: Tova Pradana






