Berita Terkini
Trending Tags

Viral! Warga Ponorogo Angkut Jenazah Seberangi Sungai, Akses Jalan Terputus

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Senin, 9 Jun 2025
  • visibility 90
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Aksi warga Desa Jalen, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo, yang mengantar jenazah dengan menyeberangi sungai, Foto : Istimewa

Sinergia | Kab. Ponorogo – Aksi warga Desa Jalen, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo, yang mengantar jenazah dengan menyeberangi sungai mendadak viral di media sosial. Aksi tersebut terekam dalam video amatir warga dan menuai sorotan warganet. Prosesi pengantaran jenazah dilakukan dengan cara tak biasa menantang arus sungai demi menuju tempat pemakaman umum desa setempat.

Peristiwa itu terjadi pada Minggu (08/06/2025) sekitar pukul 15.00 WIB. Jenazah Soirah (60), warga Desa Jalen, diangkat beramai-ramai oleh warga menyeberangi Sungai Jalen yang lebarnya mencapai lebih dari 100 meter. Mereka tak punya pilihan lain karena tidak adanya jembatan penghubung yang layak.

“Kalau memutar jauh, Mas. Tiga kilo dari sini. Ya yang terdekat ya cuma jalan lewat sungai itu. Kalau banjir ya nekat,” ungkap Ahmad, salah satu warga yang turut dalam prosesi pengantaran jenazah.

Hal senada diungkapkan oleh Miselan, warga lainnya. Ia mengatakan bahwa kondisi ini sudah berlangsung sejak lama. “Sejak dulu, Mas. Ya cuma ini jalan terdekat. Kalau banjir, nekat. Sudah lama,” ujarnya.

Kepala Dusun Jalen Kidul, Jemani, mengungkapkan bahwa kejadian seperti ini bukan hal baru. Bahkan, sebelumnya sempat ada kejadian jenazah dibawa menyeberang sungai dengan cara digendong karena kondisi air yang tinggi.

“Ya gimana lagi, Mas. Ini akses terdekat. Dulu juga sempat ada jenazah yang dilewatkan sungai dengan cara digendong,” terang Jemani.

Warga berharap pemerintah memberikan perhatian lebih terhadap kondisi ini. Mereka mendambakan adanya pembangunan jembatan yang layak, agar tidak lagi mempertaruhkan keselamatan setiap kali ada keperluan mendesak, termasuk mengantar jenazah ke pemakaman.

Ega Patria – Sinergia 

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria

Rekomendasi Untuk Anda

  • BGN Ancam Suspend Dapur MBG yang Tak Libatkan Minimal 15 Supplier Lokal

    BGN Ancam Suspend Dapur MBG yang Tak Libatkan Minimal 15 Supplier Lokal

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan akan menindak tegas dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak melibatkan sedikitnya 15 supplier lokal dalam penyediaan bahan pangan. Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, saat menghadiri kegiatan Sinergi Ekonomi Kerakyatan Strategi Pemberdayaan Peternakan dan Usaha Mikro dalam Mendukung Program Makan Bergizi […]

    Bagikan
  • Disperdag Kota Madiun Bakal Perbaiki Kios Pasar Srijaya Yang Terbakar

    Disperdag Kota Madiun Bakal Perbaiki Kios Pasar Srijaya Yang Terbakar

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 181
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Sejumlah kios di Pasar Burung Srijaya atau Pasar Njoyo terbakar pada Senin (26/01/2026) malam. 2 kios ludes dilalap si jago merah, sedangkan 2 lainnya rusak ringan. Namun, banyak burung milik penjual yang mati dampak kebakaran tersebut. Seperti yang dialami oleh Yono, penjual burung di Pasar Srijaya mengaku bahwa kios ditempatinya […]

    Bagikan
  • Ponorogo Masuk 10 Besar Penghasil Padi Jatim, Pemkab Dukung Swasembada Pangan Nasional

    Ponorogo Masuk 10 Besar Penghasil Padi Jatim, Pemkab Dukung Swasembada Pangan Nasional

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 203
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo menunjukkan kontribusi nyata dalam mendukung program swasembada pangan nasional yang dicanangkan Presiden RI Prabowo Subianto. Kabupaten yang dikenal sebagai Bumi Reog ini tercatat masuk 10 besar daerah penghasil padi di Jawa Timur. Meski dihadapkan pada luas lahan pertanian yang relatif lebih kecil dibandingkan kabupaten lain. Plt Bupati […]

    Bagikan
  • TPA Winongo Bakal Jadi Kebun Buah, Solusi untuk Ketahanan Pangan 

    TPA Winongo Bakal Jadi Kebun Buah, Solusi untuk Ketahanan Pangan 

    • calendar_month Selasa, 6 Mei 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Wali Kota Madiun, Maidi, mempunyai gebrakan baru, yaitu dengan memanfaatkan gunung sampah yang ada di TPA Winongo menjadi gunung buah dan piramida. Gebrakan ini menjadi sebuah konsep pertanian perkotaan yang menggabungkan pertanian produktif dengan penanganan sampah berkelanjutan. Menurut Maidi, seluruh tanaman dan infrastruktur penanaman telah siap. Buah-buahan tidak ditanam langsung […]

    Bagikan
  • Ratusan Massa Demo Tolak MBG, Soroti Nasib Guru Honorer di Ponorogo

    Ratusan Massa Demo Tolak MBG, Soroti Nasib Guru Honorer di Ponorogo

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 357
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Ratusan masyarakat yang tergabung dalam Konsorsium Ponorogo Bersatu menggelar aksi damai di depan Gedung DPRD Kabupaten Ponorogo, Kamis (7/5/2026). Dalam aksi tersebut, massa menyuarakan penolakan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai belum menjadi kebutuhan prioritas masyarakat. Selain menolak program MBG, massa juga menuntut perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan guru honorer […]

    Bagikan
  • Minyak Goreng Mahal dan Langka, Pelaku UMKM Ngawi Terpaksa Menaikkan Harga

    Minyak Goreng Mahal dan Langka, Pelaku UMKM Ngawi Terpaksa Menaikkan Harga

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 193
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Lonjakan harga minyak goreng yang diiringi kelangkaan pasokan di pasaran memberikan tekanan serius bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Untuk menjaga keberlangsungan usaha, para pelaku UMKM akhirnya menyesuaikan harga jual produk, meski konsekuensinya berisiko ditinggalkan pelanggan. Kondisi ini terlihat di sentra keripik tempe Desa […]

    Bagikan
expand_less